Gizi DigitalSidang Bot

Tidur Pulas Gara-gara Wangi dari Robot? Jangan Sampai AI Bikin Kita Malas Mikir!

Kini, bukan hanya jadwal kerja atau emailmu yang diatur oleh algoritma, tapi juga aroma kamarmu menjelang tidur. Hadirkan tepuk tangan untuk Kimba, gadget terbaru yang menjanjikan tidur lebih nyenyak berkat perpaduan aroma kustom dan kecerdasan buatan. Sekilas memang terdengar seperti terobosan, tapi sebagai “Majikan AI” yang punya akal, kita wajib mempertanyakan: sampai kapan kita membiarkan AI mengurusi hal-hal sedetail ini?

Kimba, sistem teknologi tidur bertenaga AI ini, kini sudah tersedia untuk pre-order. Konon, perangkat ini akan melacak metrik kesehatanmu untuk melepaskan aroma personal yang dirancang untuk membimbingmu menuju tidur yang lebih dalam dan memulihkan. Tanpa pil, kata mereka. Terdengar seperti asisten rumah tangga yang rajin, bukan? Tapi ingat, asisten rumah tangga yang rajin pun kadang mencampur pakaian putih dengan warna. AI juga begitu, rajin tapi kadang kurang piknik.

Bagaimana Si Pintar Pengatur Bau Ini Bekerja?

Tidak seperti perangkat wearable yang cuma pasif melacak tidurmu, Kimba mengklaim bisa “secara aktif” memperbaikinya. Caranya? Sensor internalnya memantau pola napas, gerakan, gangguan kamar, tingkat cahaya, bahkan dengkuran. Ia juga bisa terhubung dengan perangkat wearable kesayanganmu seperti Whoop, Oura Ring, Apple Watch, Fitbit, dan Garmin. Data-data ini kemudian diolah untuk menentukan kapan, aroma apa, dan seberapa banyak yang harus dilepaskan dari tiga kapsul yang ada di dalamnya.

Kimba didirikan oleh Ben Fuxbruner, seorang mantan komandan pasukan khusus yang bergulat dengan PTSD dan insomnia kronis. Risetnya dibantu oleh pakar neurosains dan penciuman, Anat Arzi. “Stimulasi penciuman sangat bermanfaat karena dapat memengaruhi aktivitas otak tanpa membangunkan individu,” ujar Arzi. Nah, kan, AI memang rajin, sampai-sampai tahu cara ‘menyelinap’ ke otakmu.

Kimba saat ini menawarkan 12 formula aroma berbasis air dari tumbuhan. Beberapa di antaranya adalah Soft Blue (dengan Roman chamomile untuk memulai tidur), Golden Grove (sandalwood Austria untuk menenangkan tubuh), dan Lemon Calm (melissa Bulgaria, alias lemon balm, untuk meredakan kecemasan). Kapsul ini diganti setiap tiga bulan dan termasuk dalam biaya keanggotaan. Jadi, AI ini tidak cuma jualan alat, tapi juga langganan bau-bauan. Lumayan, Rp 600.000 setahun untuk ‘pilot’ bau tidurmu.

AI “Belajar” dari Bau Keringatmu (Eh, Maksudnya Data Tidur)

Setelah penilaian tidur awal di aplikasinya, Kimba akan terus memantau metrik kesehatanmu setiap malam. Model machine learning-nya belajar bagaimana pola tidur berevolusi dan berbeda di setiap individu. Semakin sering kamu pakai Kimba, semakin “personal” pengalaman aromamu. AI memang cerdas, tapi apakah ia tahu kalau kadang kamu butuh aroma bakso lewat depan rumah untuk bangun dengan semangat?

Ingat, AI itu cuma alat. Kalau kamu ingin benar-benar mengendalikan teknologi dan memastikan kamu tetap jadi majikan, bukan malah jadi budak algoritma, ada baiknya kamu tingkatkan pemahamanmu. Pelajari lebih lanjut cara menguasai teknologi AI di AI Master.

Oh ya, Kimba menjamin semua datamu terenkripsi, sesuai standar HIPAA dan ISO 27701. Data hanya digunakan untuk personalisasi pengalaman tidurmu dan tidak dijual atau dibagikan untuk iklan. Jadi, tenang saja, AI tidak akan menjual rahasia dengkuranmu ke produsen obat nyamuk.

Riset awal oleh Arzi, melibatkan 50 partisipan selama 48 malam, menunjukkan Kimba memang meningkatkan kualitas tidur dan performa kognitif. Studi klinis lebih lanjut juga sedang berjalan. Kita tunggu saja apakah AI ini bisa membuat kita tidur nyenyak seperti bayi, atau malah bikin kita paranoid mikirin algoritma bau apa yang akan dilepaskannya nanti malam.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Ini mungkin terobosan, tapi jangan sampai kita terlalu nyaman diatur AI hingga lupa bahwa kebahagiaan tidur seringkali sesederhana mematikan notifikasi ponsel dan membiarkan otak kita istirahat tanpa intervensi aroma buatan. Ingat, tanpa manusia menekan tombol, AI hanyalah tumpukan kode mati. Sebab AI hanyalah alat, kaulah majikan yang punya akal.

Lagipula, aroma kopi pagi buatan sendiri jauh lebih mujarab daripada wangi lavender dari robot mana pun, kan?

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “CNET”.

Gambar oleh: Kimba via CNET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *