Bose Meluncurkan Speaker ‘Ultra’: Siap Bikin Sonos Panas Dingin, Plus Sentuhan AI yang Agak Sok Pintar
Para Majikan sekalian, siap-siap telinga Anda dimanjakan sekaligus pikiran Anda sedikit digoda oleh teknologi. Bose baru saja menggebrak pasar dengan koleksi Lifestyle Ultra barunya. Bukan sekadar speaker biasa, ini adalah pertarungan sengit di ring audio, di mana Bose bertekad merebut takhta dari penguasa lama, Sonos. Tapi, benarkah kecanggihan ini benar-benar membuat kita jadi lebih ‘Majikan’ atau justru cuma jadi ‘babu’ dari algoritma yang terlalu banyak bicara?
Bose Menantang Penguasa Lama dengan Gebrakan Anyar
Koleksi Lifestyle Ultra ini menghadirkan tiga jagoan: Lifestyle Ultra Speaker seharga $299 (sekitar Rp 4,8 juta), Lifestyle Ultra Soundbar seharga $1.099 (sekitar Rp 17,7 juta), dan Ultra Subwoofer seharga $899 (sekitar Rp 14,5 juta). Semuanya kini sudah bisa Anda sikat habis, baik langsung dari Bose maupun ritel pihak ketiga seperti Amazon dan Best Buy.
Mari kita fokus pada Lifestyle Ultra Speaker, yang dengan berani menantang Sonos Era 100. Uniknya, speaker ini tidak hanya punya woofer dan tweeter depan, tapi juga driver yang menembak ke atas. Menurut kolega kami John Higgins, suara yang dihasilkan sangat mengejutkan untuk ukurannya, dengan kejernihan vokal yang renyah. Ini membuktikan bahwa ukuran bukan segalanya, tapi racikan teknis yang tepat adalah kunci. Mau tahu lebih banyak tentang perbandingan speaker lainnya? Coba intip juga artikel kami tentang ‘The Sonos Play: Speaker Bluetooth Serbaguna untuk Penggemar Sonos’.
AI di Speaker: Asisten Setia atau Robot Sok Tahu?
Sama seperti rivalnya, Ultra Speaker mendukung Apple AirPlay dan Spotify Connect, ditambah lagi dengan Google Cast. Jadi, streaming audio dari berbagai aplikasi jadi lebih gampang. Tapi yang menarik sekaligus sedikit ‘sok akrab’ adalah fitur Alexa Plus yang ditenagai AI generatif dari Amazon. Ini diklaim sebagai speaker pihak ketiga pertama yang mendukungnya. Seolah-olah AI ini ingin jadi asisten pribadi yang paling pengertian.
Namun, apakah AI benar-benar bisa memahami preferensi musik Anda yang kadang melankolis, kadang ingin jedag-jedug, atau hanya sekadar mengikuti perintah tanpa jiwa? AI mungkin bisa ‘menganalisis’ genre favorit Anda, tapi ia tidak akan pernah tahu mengapa lagu tertentu bisa membuat bulu kuduk Anda merinding atau mengingatkan Anda pada mantan. Jangan sampai asisten rumah tangga digital Anda justru yang mengatur mood di rumah.
Pengalaman Home Theater yang Menggoda Iman (dan Dompet)
Bagi para majikan yang mendambakan pengalaman sinematik di rumah, Bose juga memperkenalkan Lifestyle Ultra Soundbar yang sudah mendukung Dolby Atmos. Dari demo yang kami lihat, dialog terdengar sangat jernih dan panggung suara terasa luas, meskipun di frekuensi rendah agak kurang ‘nendang’. Tapi jangan khawatir, Ultra Subwoofer terbaru siap mengisi kekosongan itu. Saat dipasangkan dengan soundbar, bass yang hilang langsung terisi penuh, menghasilkan suara yang lebih kaya dan seimbang. Ingat, audio berkualitas itu investasi, bukan sekadar ‘bunyi-bunyian’. Untuk referensi gadget audio lainnya, Anda bisa melirik artikel kami tentang ‘Beats Solo 4 Kembali dengan Harga Terbaik Tahun Ini’.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Gizi Digital.
Jadilah Majikan, Bukan Babu Teknologi
Mengendalikan teknologi agar bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya, adalah esensi menjadi Majikan yang sejati. Dengan segala kecanggihan ini, pastikan Anda yang memegang kendali penuh. Jika Anda ingin lebih jauh memahami dan mengendalikan perangkat cerdas Anda, termasuk memahami ‘akal-akalan’ di balik AI, mungkin sudah saatnya Anda melirik AI Master: Kendalikan AI agar kamu tetap menjadi Majikan, bukan babu teknologi. Biar AI tahu siapa bosnya di rumah Anda!
Kata Penutup dari Majikan AI
Pada akhirnya, sehebat apa pun speaker ini memproyeksikan suara atau sejauh mana Alexa Plus mencoba ‘memahami’ Anda, ia tetaplah gumpalan kabel, silikon, dan algoritma. Tanpa jari Anda yang menekan tombol ‘play’ atau telinga Anda yang menikmati setiap denting nada, semua kehebatan itu hanyalah potensi mati. Kaulah Majikan yang punya akal, ingat itu.
Omong-omong, tadi pagi saya mencoba bicara dengan toaster saya, berharap ia bisa membuatkan sarapan sesuai mood. Ternyata cuma gosong. Mungkin dia butuh Alexa Plus juga.
Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.
Gambar oleh: John Higgins via The Verge