AI MobileKonflik RaksasaSidang BotSoftware SaaSUpdate Algoritma

Yahoo Scout: Ketika Robot Search Lebih Jujur daripada Asisten Pintar, Akankah Majikan Milih yang Mana?

Di tengah gempuran AI yang makin pintar ngibul, eh, maksud saya makin “kreatif” dengan halusinasi datanya, tiba-tiba muncul satu nama lama yang mencoba peruntungan lagi: Yahoo. Ya, Anda tidak salah baca. Yahoo yang Anda kira sudah jadi fosil digital itu, kini meluncurkan Yahoo Scout, sebuah “mesin penjawab” bertenaga AI yang menjanjikan pengalaman pencarian lebih ramah web.

Bagi para Majikan yang masih punya akal, kehadiran Scout ini patut dilirik. Mengapa? Karena di saat ChatGPT atau Perplexity asyik meringkas informasi tanpa jelas sumbernya (memangnya kita mau percaya bulat-bulat sama robot yang cuma bermodal “katanya”?), Yahoo Scout justru tampil beda. Mereka pamer link, banyak link. Ini bukan sekadar omong kosong, tapi bukti nyata bahwa mereka masih peduli pada ekosistem web yang sehat.

Kembalinya Sang Pemandu Web (dengan Otak AI)

Tiga dekade lalu, Yahoo dikenal sebagai “pemandu web” yang membantu manusia menavigasi internet yang masih “hutan belantara”. Kini, dengan sentuhan AI, mereka ingin mengulang peran itu. Scout hadir sebagai tab di mesin pencari Yahoo, aplikasi web mandiri, dan fitur utama di aplikasi seluler Yahoo Search yang baru. Ini adalah pencarian web bertenaga AI, atau seperti yang mereka sebut, “answer engine”.

Eric Feng, yang memimpin proyek Scout di Yahoo, menjelaskan bahwa tugas Scout adalah menyaring clickbait dan sampah AI. Bayangkan, AI lain menghasilkan sampah, dan Yahoo menciptakan AI untuk membersihkan sampah itu. Ironis, bukan? Tapi inilah yang membedakan. Scout dirancang untuk menarik semua data yang tersebar dari berbagai produk Yahoo, seperti Yahoo Sports, Yahoo Finance, Yahoo Mail, hingga Yahoo Shopping, lalu menyajikannya dalam ringkasan cerdas yang tetap mengedepankan sumber.

Lanzone, CEO Yahoo, dengan pede menyatakan, Kami satu-satunya yang bisa mengambil data pengguna kami, data penggunaan kami, konten kami, hubungan dan informasi kami, dan menggabungkan semua itu dengan apa pun yang kami ketahui tentang pencarian ke dalam mesin penjawab AI. Sebuah klaim besar, tentu saja. Tapi ada benarnya: Google, dengan dominasi iklannya yang masif, seringkali ragu-ragu untuk mengintegrasikan AI secara penuh karena takut menggerus bisnis utamanya. Yahoo tidak punya beban itu, membuatnya lebih leluasa berinovasi.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Bagaimana Majikan Memanfaatkan Kelebihan Yahoo Scout?

Jadi, apa artinya ini bagi Anda, para Majikan AI? Ini berarti Anda punya pilihan. Ketika Anda mencari informasi, terutama yang memerlukan verifikasi dan sumber yang jelas, Scout menawarkan jalur yang lebih transparan. Pengalaman awal menunjukkan bahwa Scout jauh lebih ramah web. Saat diuji dengan pertanyaan tentang badai musim dingin, Scout memberikan ringkasan satu paragraf dengan tiga link yang disorot jelas, diikuti detail lebih lanjut dan bagian “Berita Terbaru” dengan banyak link ke berbagai sumber. Total sembilan link plus opsi melihat semua sumber sekaligus. Bandingkan dengan kompetitor yang seringkali menyembunyikan link di balik ikon-ikon mungil atau tombol yang warnanya senada dengan latar belakang. Jelas, Scout ingin Anda mengklik link-nya, bukan cuma menelan mentah-mentah ringkasan si robot.

Meskipun Scout dibangun di atas model Claude dari Anthropic dan data pencarian dari Microsoft Bing, “kepribadian” Yahoo tetap kentara. Ini adalah AI yang tidak sok akrab atau berlagak teman curhat, melainkan asisten yang lugas dan fokus pada penyediaan informasi yang terorganisir.

Model bisnis Scout juga patut dicermati. Mereka meluncur dengan link afiliasi untuk hasil belanja dan unit iklan di bagian bawah pencarian. Ini adalah strategi yang masuk akal untuk menjaga layanan tetap gratis. Bagi Anda yang tertarik dengan cuan digital, ini bisa jadi peluang. Jika Anda ingin menguasai bagaimana AI bisa membantu Anda menghasilkan pendapatan dari afiliasi, mungkin sudah saatnya melirik Kelas AI Affiliate. Siapa tahu, Scout bisa jadi tambang emas baru Anda. Dan jangan lupa, untuk memastikan Anda selalu tetap menjadi Majikan yang mengendalikan AI, bukan sebaliknya, pelajari terus cara kerja AI agar tidak terjebak dalam jebakan “salesman” robot yang lapar cuan.

Kesimpulan: Akal Manusia Tetap di Atas Segala Robot

Yahoo Scout adalah pengingat penting: di dunia AI yang makin canggih, transparansi dan akuntabilitas adalah kunci. AI boleh pintar, boleh efisien, tapi tanpa akal sehat Majikan yang bisa memilah, memverifikasi, dan mengambil keputusan, semua itu hanyalah tumpukan data yang disusun rapi. Robot-robot ini memang asisten yang rajin, tapi mereka tetap butuh arahan tegas dari Majikan yang punya wawasan.

Jadi, apakah Scout akan menggulingkan dominasi Google? Mungkin tidak dalam semalam. Tapi ini adalah awal yang baik. Bukankah hidup ini akan lebih mudah jika robot bisa mencarikan kaus kaki yang hilang tanpa harus ditanya ulang seratus kali?

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “The Verge”.

Gambar oleh: Yahoo via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *