AI MobileEtika MesinGizi DigitalHalusinasi LucuRobot KonyolSidang Bot

Victoria Song Buka-Bukaan: AI Bikin Gempar, Wearable Bikin Pusing! Siapkah Anda Jadi Majikan Sejati?

Victoria Song Buka-Bukaan: AI Bikin Gempar, Wearable Bikin Pusing! Siapkah Anda Jadi Majikan Sejati?

Bayangkan Anda dibayar hanya untuk mencoba berbagai gadget teknologi. Mulai dari cincin pintar, kacamata pintar, hingga jam tangan canggih. Kedengarannya seperti mimpi, bukan? Inilah pekerjaan Victoria Song, seorang Senior Reviewer di The Verge. Ia tak hanya mereview perangkat, tapi juga ‘bermain-main’ dengan AI yang terkadang absurd, seperti menggoda ‘pacar’ AI milik Grok selama 24 jam atau memaksa aplikasi video AI membuat konten ciuman ala Prancis. Lantas, bagaimana kita, para majikan berakal, bisa belajar dari pengalamannya untuk tidak termakan hype dan tetap memegang kendali atas teknologi?

Dalam sesi AMA (Ask Me Anything) eksklusif untuk pelanggan Verge, Victoria Song membedah dunia wearable dan teknologi kesehatan yang penuh janji, sekaligus sisi kelam AI yang semakin canggih. Ia mengakui, pekerjaannya sering membawanya ke ranah yang disebutnya “teknologi dystopian terkutuk,” seperti laboratorium urine rumahan bertenaga AI atau asisten AI yang ribut minta ampun.

Ini bukan sekadar cerita lucu, melainkan pengingat nyata bahwa di balik kilau inovasi, AI masih sering “kurang piknik” dan butuh bimbingan serius dari akal manusia. Victoria sendiri pernah menguji Vision Pro dengan menciptakan persona dirinya di dalamnya. Ia juga menyinggung bagaimana AI bisa menghasilkan video “ciuman ala Prancis” yang aneh, atau bahkan “shitposting” tentang Apple Watch Ultra 2 hitam. Ini semua menunjukkan betapa AI, secerdas apa pun, masih memiliki kecenderungan untuk ‘mengarang bebas’ jika tidak diberi batasan yang jelas.

Pelajaran penting bagi kita para majikan adalah: jangan biarkan AI menjadi majikan baru yang mengatur hidup Anda. Entah itu dalam bentuk asisten pribadi yang terlalu cerewet atau perangkat kesehatan yang menjanjikan keajaiban, akal sehat manusia tetaplah filter paling efektif. Jangan mudah percaya pada semua ‘keajaiban’ yang ditawarkan oleh robot. Ingat, mereka dirancang untuk membantu, bukan menggantikan kemampuan Anda berpikir kritis.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Victoria juga mengulas newsletter-nya, Optimizer, di mana ia menyelami “dunia liar wellness” dan membedah apakah inovasi teknologi benar-benar membuat hidup lebih baik atau sekadar menciptakan ilusi. Ini menegaskan kembali bahwa evaluasi kritis sangat dibutuhkan, terutama dalam sektor teknologi yang sangat personal seperti kesehatan. Saatnya Anda, sebagai majikan yang cerdas, mulai mempertanyakan, “Apakah gadget ini benar-benar saya butuhkan, atau hanya membuat saya jadi budak data?” Pikirkan dua kali sebelum memasukkan teknologi baru ke dalam hidup Anda.

Untuk Anda yang ingin benar-benar menguasai AI dan bukan sebaliknya, kami punya solusi. Kuasai AI Anda dan tetaplah menjadi majikan sejati dengan program AI Master. Atau, jika Anda tertarik menciptakan konten visual yang tidak ‘robot banget’ dan hemat budget, Creative AI Pro adalah pilihan tepat untuk Anda. Jadikan AI sebagai asisten kreatif, bukan otak utama.

Pada akhirnya, semua gadget canggih dan algoritma pintar itu hanyalah alat. Tanpa akal sehat dan perintah tegas dari Anda sebagai majikan, AI hanya akan menjadi tumpukan kode yang konyol, kadang malah bikin halusinasi massal yang mengocok perut. Jadi, siapa yang pegang remote control sekarang?

Ngomong-ngomong, tadi pagi saya menemukan kaus kaki saya yang hilang di dalam kulkas. Mungkin AI di rumah saya sedang mencoba bereksperimen dengan suhu rendah untuk mencuci.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “I wear lots of technology for a living, ask me anything”.
Gambar oleh: Victoria Song via The Verge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *