AI Todoist Dengar Ocehanmu, Langsung Jadi To-Do List Rapi Tanpa Ngetik Sepatah Kata
Pernahkah kamu mendapatkan ide brilian saat sedang menyetir, atau tiba-tiba teringat daftar belanjaan saat sedang di kamar mandi? Momen-momen seperti itu seringkali membuat kita kelabakan mencari cara untuk mencatatnya sebelum lupa. Kini, aplikasi produktivitas populer Todoist punya solusi yang lebih patuh: sebuah AI yang siap mendengarkan semua ocehanmu dan mengubahnya menjadi daftar tugas terstruktur.
Memperkenalkan Todoist Ramble, fitur berbasis AI yang baru saja diluncurkan untuk publik. Sesuai namanya, kamu bisa mengoceh (ramble) secara natural, dan AI ini akan bekerja layaknya seorang sekretaris pribadi yang sangat rajin—meski sedikit kaku—untuk merapikan semua ucapanmu menjadi daftar pekerjaan yang jelas.
Bagaimana Cara Kerjanya? Canggih Tapi Tetap Butuh Majikan
Todoist Ramble bukan sekadar perekam suara biasa. Ditenagai oleh model AI canggih dari Google, Gemini 2.5 Flash Live, fitur ini mampu memproses ucapanmu secara real-time. Saat kamu berbicara, misalnya, “Oke, aku harus kirim email ke klien besok pagi jam 9, terus jangan lupa beli susu sama roti buat sarapan. Oh iya, tolong ingatkan juga bayar tagihan internet sebelum akhir minggu ini, prioritas tinggi!”, Ramble akan langsung memecahnya menjadi beberapa tugas dengan tanggal, waktu, dan level prioritas yang sesuai.
Hebatnya lagi, kamu bisa mengoreksi perintah di tengah jalan. Cukup katakan, “Eh, ralat, emailnya kirim hari Kamis saja,” dan AI akan langsung memperbarui tugas tersebut. Semua proses ini diklaim aman, karena rekaman suaramu tidak disimpan atau digunakan untuk melatih AI, dan aplikasinya sudah tersertifikasi SOC2 Type II.
Tapi, di sinilah letak kecerdasan artifisial yang perlu kita sadari batasannya. AI ini hanyalah juru catat yang patuh. Ia tidak punya akal untuk menentukan prioritas berdasarkan konteks kehidupanmu. Tugas “Beli kado untuk ibu” dan “Beli cireng di tikungan” akan dicatat dengan level kepentingan yang sama di matanya, kecuali kamu perintahkan secara eksplisit. Di sinilah peranmu sebagai Majikan dibutuhkan untuk memberikan perintah yang jelas dan melakukan penyortiran akhir berdasarkan strategi dan naluri manusiamu.
Kemampuan memberi perintah yang presisi inilah yang membedakan seorang Majikan sejati dari pengguna biasa. Jika kamu ingin benar-benar menguasai cara memerintah AI, bukan hanya di Todoist tapi di semua platform, produk seperti AI Master bisa menjadi kamus perintahmu. Dengan begitu, kamu bisa memaksimalkan potensi setiap alat untuk menghasilkan konten profesional secara mandiri, seperti yang diajarkan dalam Creative AI Pro.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Gizi Digital.
Asisten Digital yang Patuh, Bukan Pengganti Akal
Kehadiran Todoist Ramble adalah alternatif menarik dari perangkat keras AI seperti smart ring atau pin khusus yang mulai bermunculan. Kamu tidak perlu membeli perangkat baru, cukup manfaatkan ponsel yang sudah ada di genggamanmu. Fitur ini sudah tersedia di iOS, Android, desktop, dan web dalam 38 bahasa.
Pada akhirnya, Todoist Ramble adalah bukti nyata bahwa AI adalah alat bantu yang efisien, sebuah asisten rumah tangga digital yang rajin tapi kaku. Ia bisa mencatat semua perintahmu dengan sempurna, tapi ia tidak akan pernah mengerti alasan di baliknya. Tanpa akal dan strategimu menekan tombol ‘rekam’, ia hanyalah tumpukan kode mati yang menunggu perintah.
Toh, AI tidak akan pernah paham enaknya makan gorengan sambil kehujanan.
Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.
Gambar oleh: Todoist via TechCrunch