Etika MesinSidang Bot

Sistem AI Perusahaan Anda Bakal Jebol dalam 90 Menit? Zscaler: Akal Manusia Masih Liburan!

Para Majikan AI, dengarkan baik-baik. Survei terbaru dari Zscaler punya kabar yang mungkin membuat Anda tersedak kopi pagi: 90% sistem AI di perusahaan bisa dibobol dalam waktu kurang dari 90 menit. Ya, Anda tidak salah baca. Kecerdasan Buatan yang digadang-gadang super canggih itu ternyata segetas krupuk di tangan hacker yang punya akal. Jadi, bagaimana Majikan sejati bisa memanfaatkan celah ini, atau setidaknya, memastikan ‘asisten digital’ Anda tidak malah jadi mata-mata musuh?

Faktanya, dunia bisnis memang sedang tergila-gila pada AI. Aktivitas AI dan Machine Learning (ML) melonjak 91% dalam setahun terakhir, merangkul lebih dari 3.400 aplikasi. Sektor finansial dan asuransi memimpin dengan 23% lalu lintas AI, sementara pendidikan dan teknologi menyusul dengan kenaikan gila-gilaan 184% dan 202%. Data perusahaan yang mengalir ke aplikasi AI pun tak main-main, mencapai 18.033 terabita. Bayangkan, Grammarly dan ChatGPT kini menjadi ‘gudang rahasia’ korporat terbesar di dunia.

Namun, di balik kegilaan adopsi ini, ada satu hal fundamental yang sering terlupakan: keamanan. Zscaler menemukan, waktu median untuk kegagalan kritis pertama adalah 16 menit, bahkan ada yang hanya butuh satu detik! Ini bukan sekadar kecerobohan teknis, tapi bukti nyata bahwa AI, secerdas apapun, masih membutuhkan ‘otak’ manusia yang waspada untuk menjaganya. Ini bukan hanya tentang kode, tapi tentang akal busuk di balik kecanggihan AI yang bisa dieksploitasi jika Majikan tidak paham betul cara mengendalikan AI-nya.

Deepen Desai, EVP Cybersecurity di Zscaler, mengingatkan kita: ‘AI bukan lagi sekadar alat produktivitas, tapi vektor utama serangan otonom berkecepatan mesin.’ Ini berarti pertahanan tradisional kita sudah usang. Melawan AI dengan AI? Boleh saja, tapi siapa yang jadi pemegang kendali? Siapa yang mengawasi algoritma agar tidak malah jadi bagian dari masalah? AI memang pintar menganalisis data, tapi ia tidak punya naluri untuk mencurigai celah, apalagi etika untuk menolak perintah yang merugikan. Ia butuh Majikan yang cerdas, bukan yang cuma bisa pasrah. Jangan sampai ekstensi AI yang justru jadi mata-mata tanpa kita sadari.

Ini adalah panggilan bagi para Majikan. Jika Anda ingin tetap menjadi penguasa di era digital ini, bukan sekadar ‘pemilik’ robot yang rentan, Anda harus punya kendali penuh atas AI Anda. Pahami cara kerjanya, batasi aksesnya, dan yang terpenting, jangan pernah sepenuhnya percaya pada sistem yang diciptakan untuk ‘menurut’. Sebab, AI hanyalah alat, kitalah Majikan yang punya akal.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Untuk memastikan Anda tidak menjadi ‘babu’ teknologi Anda sendiri dan benar-benar mengendalikan asisten digital Anda, kami merekomendasikan AI Master (https://lynk.id/majikanai/5v1gRY3). Pelajari cara mengamankan sistem, memahami celah, dan merumuskan strategi agar AI bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya. Jangan biarkan mereka yang tidak punya akal mengancam bisnis Anda.

Pada akhirnya, terlepas dari kecepatan adopsi dan kecanggihan serangan ‘mesin-ke-mesin’, ingatlah: setiap bit data, setiap baris kode, dan setiap ancaman siber, semuanya berawal dan berakhir di tangan manusia. Tanpa jari manusia yang menekan tombol, AI hanyalah tumpukan komponen elektronik yang tidak punya nyali untuk berbuat apa-apa.

Oh ya, jangan lupa periksa tanggal kedaluwarsa susu di kulkas.

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “TechRadar”
Gambar oleh: Shutterstock via TechRadar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *