Robot Lucu Mirumi: Janji Teman Palsu Atau Kucingmu yang Malah Tergila-gila? (Akal Manusia Jauh Lebih Canggih!)
Di tengah hingar-bingar janji manis AI akan menjadi segalanya, ada kisah Mirumi, robot sosial lucu yang justru membuktikan bahwa kecerdasan buatan masih jauh dari kata “berakal”. Bayangkan, Majikan, robot yang dirancang untuk mengusir kesepian ini, berakhir menjadi mainan favorit kucing! Ini bukan tentang bagaimana Mirumi bisa memecahkan masalah kompleks, melainkan bagaimana interaksi manusia (dan hewan peliharaan) dengan teknologi ‘gemoy’ ini justru menyingkap batasan fundamental AI. Jadi, siapkan akal sehat Anda, karena kita akan membongkar sisi konyol dan menyedihkan dari janji persahabatan robot.
Victoria Song dari The Verge membagikan pengalamannya hidup bersama Mirumi, robot yang meniru bayi pemalu. Dirancang oleh startup Jepang Yukai Engineering untuk mengatasi kesepian, Mirumi seharusnya menjadi teman akrab yang bisa digantung di tas atau ransel. Konsep robot sosial ini bukanlah hal baru di Jepang; contohnya Paro, robot berbentuk anjing laut yang membantu pasien demensia. Namun, realitasnya, Mirumi “menggemaskan tapi membosankan.”
Selama perjalanan Victoria ke kantor yang padat, Mirumi hanya berputar-putar tanpa interaksi berarti. Bahkan, suara mekanis kepalanya yang berisik lebih menarik perhatian rekan kerjanya dibanding fungsinya sebagai “teman”. Ini jelas menunjukkan, AI, seromantis apa pun kemasannya, masih kesulitan memahami nuansa sosial yang kompleks dan spontanitas interaksi manusia. Dia bisa saja didesain untuk meniru, tapi kecerdasan emosional yang sesungguhnya? Itu masih butuh banyak piknik, robot! Jangan sampai kita tertipu oleh AI yang dandan ala manusia, padahal dalamnya cuma kode kosong.
Puncaknya, robot Mirumi yang “pemalu” ini justru menemukan “belahan jiwa” pada kucing Victoria, Petey. Lucunya, Petey awalnya terobsesi, bahkan sampai “memenggal” kepala Mirumi saking gemasnya (untungnya mudah dipasang kembali). Namun, seperti Majikan yang cepat bosan dengan pembantu baru yang kaku, Petey pun akhirnya kehilangan minat. Ini adalah tamparan keras bagi para pengembang AI yang terlalu percaya diri bahwa robot bisa menggantikan kehangatan makhluk hidup. Kucing saja butuh interaksi yang dinamis, apalagi manusia! Mirip dengan optimisme Elon Musk terhadap robot humanoid Optimus, terkadang realita di lapangan jauh lebih “membumi” daripada janji di atas kertas.
Kisah ini juga mengingatkan pada tema-tema filosofis yang diangkat dalam pertunjukan Broadway Maybe Happy Ending, tentang robot helper yang ditinggalkan. Victoria Song merenungkan pengalaman pribadinya merawat orang tua dengan demensia, dan mempertanyakan apakah robot seperti Mirumi bisa memberikan kenyamanan yang sesungguhnya. Studi memang menunjukkan bahwa hewan peliharaan robot bisa meningkatkan suasana hati pasien demensia dan interaksi dengan perawat. Namun, apakah itu cinta yang sesungguhnya atau hanya ilusi?
AI memang bisa disuruh untuk “mendengarkan” tanpa henti, seperti asisten AI Razer Waifu atau Grok AI Girlfriend. Tapi mereka tidak akan pernah menuntut apa pun balik. Tidak ada timbal balik, tidak ada “repot-repotan” yang menjadi esensi sebuah hubungan. Saat Mirumi kehabisan baterai, Victoria tidak merasakan apa-apa. Bandingkan dengan Petey kucingnya, yang ia bisiki setiap pagi agar hidup selamanya karena ia tak sanggup membayangkan akhirnya. Inilah jurang pemisah antara program kode dan makhluk berakal: cinta itu butuh timbal balik, bahkan dalam bentuk repot sekalipun.
‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Robot Konyol.’
Melihat bagaimana AI sekelas Mirumi pun masih bisa “kurang piknik” dalam hal emosi dan interaksi sosial, jelas bahwa kita sebagai Majikan harus lebih cerdas. Jangan sampai kita terlena dan menyerahkan kendali penuh pada algoritma yang bisanya cuma niru. Ingin benar-benar jadi Majikan yang punya akal, yang mampu mengarahkan AI tanpa kehilangan sentuhan manusiawi? Ikuti kursus AI Master dan kuasai teknologi, bukan malah jadi babu. Atau, jika Anda ingin AI Anda tidak hanya lucu tapi juga punya nilai visual yang benar-benar bisa diandalkan, asah kemampuan Anda dengan Belajar AI | Visual AI. Ingat, robot itu cuma alat, yang pegang kemudi tetap Majikan!
Jadi, lain kali Anda melihat robot lucu yang menjanjikan persahabatan abadi, ingatlah Mirumi. Dia mungkin menggemaskan, tapi ia juga pengingat bahwa koneksi sejati itu mahal, butuh usaha, dan tak bisa dibeli dengan chip dan sensor. Akal manusia, dengan segala kerumitan emosinya, tetaplah penguasa tertinggi. Tanpa kita menekan tombol, dia hanyalah tumpukan kabel yang mati.
Oh ya, jangan lupa, kalau mau goreng tempe, pastikan minyaknya panas, jangan cuma hangat-hangat kuku, nanti tempenya malah lemas.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.
Gambar oleh: Amelia Holowaty Krales via The Verge