Dari Cloud ke Kantong: Startup AI ‘Quadric’ Buktikan AI Lokal Bisa Bikin Dompet Tebal (Bukan Cuma Janji Manis Robot)
Dulu, AI itu seperti asisten rumah tangga yang tinggal di rumah super besar (baca: cloud). Segala data harus diangkut ke sana, diproses, lalu hasilnya dikirim balik. Ribet dan mahal, kan? Nah, sekarang para majikan cerdas mulai berpikir: bagaimana kalau asisten itu kerja langsung di dapur rumah kita? Inilah esensi dari pergeseran tren AI dari cloud ke perangkat lokal, sebuah strategi yang berhasil dimanfaatkan oleh startup chip-IP bernama Quadric. Mereka membuktikan, kerja di rumah bukan berarti kurang cuan!
Bisnis Lokal, Untung Global!
Quadric, yang didirikan oleh veteran dari firma penambangan bitcoin awal 21E6, berhasil mencatat pendapatan lisensi antara $15 juta hingga $20 juta di tahun 2025, melesat jauh dari $4 juta di tahun sebelumnya. Tahun ini, mereka menargetkan hingga $35 juta. Angka ini sontak mendongkrak valuasi perusahaan menjadi antara $270 juta dan $300 juta, sebuah lompatan signifikan dari $100 juta di Seri B tahun 2022. Wajar saja investor berdatangan; putaran Seri C sebesar $30 juta yang dipimpin oleh ACCELERATE Fund (di bawah BEENEXT Capital Management) membuat total pendanaan mereka mencapai $72 juta.
Kenaikan ini bukan tanpa alasan. CEO Quadric, Veerbhan Kheterpal, melihat adanya kebutuhan mendesak dari perusahaan dan pemerintah untuk menjalankan AI secara lokal. Tujuannya? Memangkas biaya infrastruktur cloud yang membengkak dan membangun kapabilitas AI yang berdaulat, alias tidak terlalu bergantung pada server asing. Bayangkan, biaya listrik untuk menjalankan AI di cloud itu seperti tagihan listrik istana Presiden, mahal sekali! Kita tahu, tidak semua AI di lapangan seefisien di atas kertas, seperti yang pernah kita bahas dalam artikel AI Agen Industri: Hebat di Kertas, Lemah di Lapangan? IBM Ungkap Fakta Pahit Lewat Benchmark Baru!.
Awalnya, Quadric fokus pada sektor otomotif, di mana AI lokal sangat krusial untuk fitur-fitur bantuan pengemudi real-time. Namun, sejak model transformer merajalela di tahun 2023, kebutuhan “inferensi di perangkat” alias AI yang bekerja langsung di perangkat, meledak di mana-mana—dari laptop hingga perangkat industri. Ini menunjukkan, sebagus-bagusnya AI di awan sana, terkadang kita butuh ia hadir di depan mata, tanpa perlu koneksi internet yang seringkali kurang piknik.
Quadric sendiri tidak memproduksi chip. Mereka justru melisensikan “cetak biru” prosesor AI yang bisa diprogram, lengkap dengan tumpukan perangkat lunak untuk menjalankan model vision dan suara di perangkat. Ini adalah pendekatan yang cerdas karena model AI terus berkembang dengan kecepatan cahaya, jauh lebih cepat daripada siklus desain hardware. Jika kamu harus mendesain ulang chip setiap kali ada model AI baru, itu sama saja bunuh diri finansial.
Di sinilah letak keunggulan Quadric. Mereka menawarkan alternatif bagi raksasa seperti Nvidia (yang kuat di data center) dan Qualcomm (yang cenderung mengunci pelanggan ke silikon mereka sendiri), serta pemasok IP tradisional seperti Synopsys dan Cadence yang kerap sulit diprogram. Dengan Quadric, pembaruan software sudah cukup untuk mendukung model AI terbaru. Ini seperti punya motor yang bisa ganti mesin cuma dengan update firmware, daripada harus beli motor baru setiap ganti selera.
‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Hardware & Chip.’
Bahkan, Quadric kini menatap pasar “AI berdaulat” di negara-negara seperti India dan Malaysia, yang ingin mengurangi ketergantungan pada infrastruktur AI Amerika Serikat. Ini adalah bukti bahwa otonomi data dan kecepatan respons menjadi prioritas, bukan lagi sekadar kemewahan. Saatnya AI menjadi lebih merakyat, atau setidaknya, lebih “lokal”.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri ini, seperti yang juga dibahas dalam artikel Bos Nvidia: Bangun Infrastruktur AI Terbesar Sepanjang Sejarah, Ciptakan Jutaan Pekerjaan! (Asalkan Kamu Siap Jadi Majikan, Bukan Babu Mesin), adalah bagaimana menyediakan infrastruktur yang bisa mengimbangi laju inovasi AI tanpa memakan seluruh anggaran.
Tentu saja, Quadric masih di awal perjalanan. Keberhasilan jangka panjang mereka akan sangat bergantung pada bagaimana mereka mengubah kesepakatan lisensi menjadi pengiriman volume tinggi dan royalti berkelanjutan. Tapi satu hal pasti: pergeseran ke AI di perangkat adalah realitas yang tidak bisa dihindari.
Tingkatkan Kemampuanmu Mengendalikan AI!
Jangan biarkan AI mengendalikanmu. Dengan AI Master, kamu akan belajar cara menjadi majikan sejati yang tahu bagaimana memerintah teknologi, bukan malah jadi babu teknologi. Ambil kendali penuh atas asisten digitalmu, sebab AI hanyalah alat, kaulah majikan yang punya akal!
Kaulah Majikan, Bukan Robot
Pada akhirnya, sebagus apa pun chip AI atau secerdas apa pun algoritmanya, ia tetaplah tumpukan silikon dan kode. Tanpa sentuhan, arahan, dan visi dari majikan yang punya akal, AI hanya akan jadi robot mahal yang kurang piknik. Jadi, pastikan kamu yang memegang kendali.
Ngomong-ngomong, tadi pagi saya mencoba menyuruh AI membuatkan kopi, tapi dia malah menawarkan untuk menganalisis kadar kafein dalam darah saya. Jujur, saya cuma ingin kopi, bukan laporan kesehatan!
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch
Gambar oleh: Quadric via TechCrunch