Ekonomi AIKonflik RaksasaMesin UangSidang Bot

Pulau Kecil Ini Jadi Sultan Dadakan Berkat AI: Dompet Tebal dari Domain ‘.ai’, Kamu Masih Sibuk Ngurus Robot?

Di tengah hingar-bingar raksasa teknologi yang berlomba-lomba menciptakan AI paling canggih, ada sebuah kisah yang mungkin terlewat dari radar Anda: sebuah pulau kecil di Karibia, Anguilla, tiba-tiba menjadi kaya raya. Bukan karena tambang emas atau pariwisata yang meledak (meskipun itu membantu), melainkan karena aset digital yang mereka miliki: domain tingkat atas (TLD) ‘.ai’. Ini adalah bukti nyata bahwa di era AI, akal sehat manusia dalam melihat peluang jauh lebih berharga daripada algoritma tercanggih sekalipun. AI memang alat yang luar biasa, tapi ingat, tuas kendali selalu ada di tangan Majikan yang punya strategi.

Sebuah laporan dari Sherwood di awal Januari 2026 mengungkapkan bahwa lebih dari satu juta domain ‘.ai’ telah terdaftar, didorong oleh demam AI global yang dipicu oleh ChatGPT dan sejenisnya. Dan tebak siapa yang paling diuntungkan? Anguilla. Pendapatan dari domain ini diperkirakan mencapai 70 juta dolar AS per tahun, atau sekitar 20-22% dari total pendapatan pemerintah mereka. Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat dari 354.000 pendaftaran pada tahun 2023, dengan pendapatan yang naik dua kali lipat dari 32 juta dolar AS.

Coba bayangkan, sebuah negara berpenduduk puluhan ribu jiwa kini memiliki sumber pendapatan masif hanya dari deretan huruf ‘.ai’. Ini adalah cerita yang melucukan sekaligus menampar. Saat para insinyur AI pusing tujuh keliling memikirkan arsitektur model bahasa, di sisi lain, Anguilla hanya duduk manis mengelola ‘tanah digital’ yang kebetulan sangat laku. Google, x.ai, bahkan Perplexity, semua ikut antre membayar sewa untuk domain yang kebetulan identik dengan jargon teknologi paling seksi saat ini. Ini membuktikan bahwa sepintar-pintarnya AI, ia tetap butuh “alamat” yang diatur oleh manusia.

AI tidak bisa menciptakan tanah digital atau menentukan nilainya di pasar global. Itu adalah ranah akal manusia yang cerdik yang melihat peluang di balik gelombang teknologi. Angka fantastis ini juga didukung oleh tingkat perpanjangan domain yang mencapai 90%, menunjukkan stabilitas jangka panjang yang menggiurkan bagi Anguilla. Bayangkan, dengan uang sebanyak itu, mereka berencana menginvestasikannya dalam proyek-proyek infrastruktur penting dan energi terbarukan. Jadi, AI secara tidak langsung menyokong keberlanjutan sebuah negara!

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Fenomena ini mengingatkan kita pada Tuvalu, sebuah negara kepulauan lain yang pernah meraup keuntungan besar dari domain ‘.tv’ di tahun 1990-an. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari posisi strategis yang berhasil diuangkan. Di sini, AI hanyalah katalis, sedangkan kecerdikan manusia adalah pemicu utamanya. Jadi, jangan hanya jadi babu teknologi yang sibuk mengikuti perintah AI. Jadilah majikan yang tahu cara memanfaatkan gelombang ini untuk mengisi pundi-pundi Anda. Jangan biarkan potensi digital Anda terbuang percuma, jadilah Majikan AI sejati yang menguasai teknologi, bukan dikuasai. Kalau Anda ingin tahu cara menghasilkan uang dari aset digital di era AI, mungkin Kelas AI Affiliate bisa menjadi gerbang awal Anda.

Pada akhirnya, kisah Anguilla adalah pengingat penting: secanggih apa pun algoritma, ia tetaplah tumpukan kode mati tanpa sentuhan dan visi strategis manusia. Uang 70 juta dolar itu tidak akan mendarat di kas negara Anguilla jika bukan karena manusia yang cerdas menekan tombol “daftar” dan “perbarui”. AI adalah alat, dan kaulah majikan yang punya akal.

Ngomong-ngomong, saya baru sadar, internet cepat di pulau kecil itu mungkin lebih lancar daripada koneksi WiFi di kafe langganan Anda.


Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “‘.ai’ websites are booming – and making millions for this tiny Caribbean nation”.

Gambar oleh: Shutterstock/Happy Stock Photo via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *