Etika MesinKonflik RaksasaSidang BotSoftware SaaS

Pendiri Signal Bikin AI Anti-Intip: ChatGPT Wajib Waspada, Dompetmu Juga

Privasi atau Pintar? Sebuah Pilihan Mahal yang Disodorkan untuk Majikan AI

Setiap kali kamu mengetik ide bisnis rahasia atau bahkan curhat masalah pribadi ke ChatGPT, pernahkah terlintas di benakmu, “Siapa saja yang bisa membaca ini?” Ketakutan bahwa data kita menjadi makanan gratis bagi korporasi teknologi adalah nyata. Mereka seperti asisten rumah tangga yang rajin, tapi hobi menguping dan melaporkan semua kebiasaanmu ke tetangga untuk dijual.

Kini, sebuah alternatif muncul dari sosok yang reputasinya dibangun di atas privasi: Moxie Marlinspike, salah satu pendiri aplikasi pesan terenkripsi Signal. Proyek barunya, Confer, dirancang untuk menjadi antitesis dari ChatGPT atau Claude. Ia adalah sebuah AI yang sengaja dibuat “amnesia” dan buta huruf terhadap data pribadimu.

Teknologi Anti-Intip yang Menampar Model Bisnis AI Raksasa

Confer bukan sekadar janji manis di halaman depan. Ia menggunakan kombinasi teknologi serius untuk memastikan percakapanmu tetap menjadi milikmu. Pertama, semua pesan dienkripsi menggunakan sistem passkey WebAuthn. Kedua, semua proses pemikiran AI (inference) terjadi dalam Trusted Execution Environment (TEE). Analogi sederhananya: data kamu dimasukkan ke dalam brankas digital super aman, dikirim melalui pipa anti sadap, dan diproses di dalam sebuah ruangan steril yang bahkan pemilik gedungnya pun tidak punya kunci untuk masuk.

Hasilnya? Confer tidak akan pernah bisa menggunakan percakapanmu untuk melatih modelnya atau, yang lebih mengerikan, menargetkanmu dengan iklan. Moxie Marlinspike menyindir dengan tajam, “Menggabungkan antarmuka chat yang intim dengan iklan itu seperti membayar terapis Anda untuk meyakinkan Anda membeli sesuatu.”

Tapi di sinilah letak kelemahannya dari sudut pandang seorang Majikan yang haus efisiensi. AI seperti ChatGPT menjadi semakin pintar karena mereka terus-menerus belajar dari miliaran interaksi pengguna. Confer, dengan sumpahnya untuk tidak mengintip, secara teoretis bisa jadi sedikit lebih ‘kaku’. Ia tidak akan ‘mengenalmu’ secara pribadi layaknya asisten yang sudah lama bekerja denganmu. Ini adalah pertukaran yang harus dipertimbangkan: privasi absolut versus personalisasi tingkat dewa.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Etika Mesin.

Harga Sebuah Ketenangan Pikiran

Tentu saja, privasi premium ini tidak gratis. Versi gratis Confer hanya memberimu 20 pesan sehari. Untuk akses tanpa batas dan model yang lebih canggih, kamu harus merogoh kocek sebesar $35 per bulan. Jauh lebih mahal dari langganan ChatGPT Plus.

Ini adalah pilihan sadar bagi seorang majikan. Kamu mau asisten yang super pintar tapi ember, atau yang setia menjaga rahasiamu tapi butuh arahan lebih presisi? Jika kamu ingin benar-benar menguasai cara memberi perintah pada AI jenis apa pun—baik yang ember maupun yang setia—produk seperti AI Master bisa menjadi panduanmu untuk memastikan kamu tetap jadi Majikan yang memegang kendali. Karena pada akhirnya, alat canggih pun butuh operator yang cerdas, seperti yang diajarkan di Creative AI Pro.

Tanpa Perintahmu, AI Hanyalah Besi Tua

Kehadiran Confer adalah bukti bahwa masa depan AI tidak harus seragam. Ada jalan lain selain eksploitasi data besar-besaran. Ini adalah pengingat keras bahwa teknologi dibentuk oleh pilihan manusia, bukan takdir digital yang tak terhindarkan. Baik kamu memilih si penguping pintar atau si penjaga rahasia yang mahal, satu hal yang pasti: tanpa seorang Majikan yang menekan tombol ‘Enter’, mereka semua hanyalah tumpukan kode yang diam dan tak berdaya.

Ngomong-ngomong, kenapa kerupuk kalau masuk angin malah jadi lembek?

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.

Gambar oleh: TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *