Ekonomi AIHardware & ChipKonflik RaksasaSidang Bot

OpenAI Coba Redam Tagihan Listrik AI: Stargate Bakal Serap Daya, Dompetmu Jangan Sampai Ikut Terjepit!

Para majikan AI sekalian, mari kita tepuk jidat sejenak. Di satu sisi, kita ingin AI makin cerdas, makin sigap membantu pekerjaan. Di sisi lain, siapa sangka kalau ambisi kecerdasan buatan ini bisa bikin tagihan listrik rumah tangga ikut-ikutan cerdas, alias membengkak? OpenAI, raksasa di balik ChatGPT, kini tengah berbenah. Mereka punya proyek ambisius bernama Stargate, kumpulan pusat data raksasa yang butuh daya listrik segunung. Tapi, jangan khawatir dulu. OpenAI berjanji akan menjamin dompet Anda tidak ikut tersengat. Pertanyaannya, apakah janji manis ini cuma sebatas kode program yang gampang di-“debug” jika ada masalah?

Proyek Stargate, yang menelan investasi fantastis $500 miliar, bertujuan membangun pusat data AI masif di seluruh Amerika Serikat. Ini bukan kaleng-kaleng, melainkan “otot” utama di balik setiap proses pelatihan dan inferensi AI yang kita gunakan. OpenAI menyadari betul dampak dari konsumsi energi yang masif ini. Bayangkan saja, AI itu ibarat asisten rumah tangga yang sangat rajin, tapi juga sangat haus listrik.

Maka dari itu, OpenAI meluncurkan inisiatif baru: setiap lokasi Stargate akan memiliki rencana komunitas yang disusun bersama penduduk lokal dan regulator. Konon, ini untuk memastikan tagihan listrik warga sekitar tidak melonjak drastis. Mereka bahkan siap berinvestasi langsung pada infrastruktur listrik dan penyimpanan energi baru, atau bahkan mengembangkan sumber daya pembangkit dan transmisi energi di lokasi yang membutuhkan. Ini terdengar seperti niat baik, atau jangan-jangan ini adalah cara agar “robot tidak kaget” dengan harga listrik yang mahal?

Upaya OpenAI ini tak jauh beda dengan apa yang dilakukan kompetitor mereka. Sebut saja Microsoft, yang juga gencar mengurangi penggunaan air dan dampak biaya listrik di pusat data mereka. Ini jelas menunjukkan bahwa persaingan dalam dunia AI bukan cuma adu algoritma tercanggih, tapi juga adu siapa yang paling “ramah lingkungan” (atau paling tidak, paling lihai menjaga reputasi).

Data terbaru menunjukkan bahwa pusat data yang didorong AI bisa melonjakkan permintaan listrik hingga tiga kali lipat di Amerika Serikat pada tahun 2035. Ini bukan cuma soal lampu rumah yang kedip-kedip, tapi juga potensi beban finansial yang akan ditanggung oleh masyarakat dan bisnis kecil. Para anggota DPR AS bahkan sudah mulai “mengomel”, mengkritik perusahaan teknologi yang seenaknya menyedot listrik publik, sementara biaya peningkatan jaringan ditanggung oleh pembayar pajak. Seolah-olah AI ini adalah tamu tak diundang yang doyan makan tapi lupa bayar.

Konsumsi daya yang tak terduga dari beban kerja AI, seperti menjalankan model bahasa besar (LLM) atau layanan AI berbasis cloud lainnya, semakin memperumit perencanaan energi. Jika tidak ada investasi proaktif, biaya listrik bisa melambung tinggi di wilayah yang menjadi “sarang” pusat data. Coba bayangkan, jika AI terus-menerus minta di-“charger” tanpa henti, bukankah ini akan mirip dengan kulkas raksasa AI yang butuh Majikan Teliti agar tagihan tidak jebol?

Rencana komunitas OpenAI ini juga mencerminkan tantangan besar dalam mendapatkan akses energi untuk pengembangan AI. Alat AI berskala besar membutuhkan daya yang jauh lebih besar daripada layanan cloud atau infrastruktur AI terbesar sekalipun. Dengan langsung mendanai peningkatan energi dan berkoordinasi dengan utilitas lokal, OpenAI berharap dapat mengurangi risiko pada jaringan listrik dan juga masyarakat sekitar. Sebab, pada akhirnya, siapa yang mau punya asisten super cerdas tapi malah bikin dompet sekarat?

Untuk memastikan Anda tidak cuma jadi babu teknologi yang terperangkap dalam tagihan listrik yang membengkak, saatnya menguasai kendali. Pelajari cara menjadi majikan sejati yang memahami bukan hanya cara kerja AI, tapi juga dampaknya pada dunia nyata. Jangan biarkan Anda cuma menjadi penonton di tengah euforia AI ini. Jadilah AI Master yang bisa mengarahkan, bukan diarahkan.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Pada akhirnya, sehebat apa pun proyek Stargate dan semanjur apa pun janji OpenAI untuk menjaga tagihan listrik, kita harus ingat satu hal: AI ini hanyalah alat. Ia hanya akan bergerak, berpikir (atau setidaknya, memproses), dan mengonsumsi daya jika ada manusia di belakangnya yang menekan tombol “on”. Tanpa kita, ia hanyalah tumpukan sirkuit dan kode mati yang tak punya akal.

Ngomong-ngomong soal daya, ada yang tahu kenapa remote TV selalu kehabisan baterai pas lagi seru-serunya nonton? Mungkin dia iri sama daya Stargate.

Sumber Berita:
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechRadar.
Gambar oleh: Shutterstock via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *