Etika MesinSidang BotUpdate Algoritma

OpenAI Korea: Privasi Anda Aman, Asalkan Robot Belum Berani Curhat ke Tetangga!

Dunia AI semakin canggih, tapi satu hal yang tak lekang oleh waktu adalah pertanyaan: bagaimana data pribadi kita diperlakukan? OpenAI, raksasa di balik ChatGPT, baru saja merilis kebijakan privasi mereka untuk Korea. Bagi Majikan AI sejati, ini bukan sekadar dokumen legal yang membosankan. Ini adalah peta jalan bagaimana robot “menangkap” informasi Anda, dan lebih penting lagi, bagaimana Anda bisa menjadi penguasa sejati atas data tersebut, bukan cuma babu yang pasrah. Ingat, sebab AI hanyalah alat, kaulah Majikan yang punya akal.

OpenAI, melalui entitasnya OpenAI OpCo, LLC, menegaskan komitmen mereka terhadap privasi pengguna. Kebijakan ini, yang terakhir diperbarui pada 27 Juni 2025, menjelaskan secara rinci jenis-jenis data pribadi yang mereka kumpulkan saat Anda menggunakan layanan mereka, mulai dari website hingga aplikasi.

Pertama, ada data yang Anda berikan langsung. Ini termasuk informasi akun seperti nama, kontak, detail pembayaran, dan riwayat transaksi. Yang lebih menarik adalah “Konten Pengguna” – segala prompt, file, gambar, dan audio yang Anda unggah ke layanan mereka. Ini seperti buku harian pribadi yang Anda serahkan ke asisten rumah tangga yang rajin tapi kurang bisa diajak kompromi. Ia akan menyimpan semuanya dengan patuh, tapi Anda harus tahu untuk apa ia menyimpannya. Mereka juga mengumpulkan informasi komunikasi jika Anda menghubungi mereka, serta informasi lain yang Anda berikan dalam survei atau verifikasi identitas.

Kemudian, ada data yang dikumpulkan secara otomatis dari penggunaan layanan Anda. Ini adalah “bisikan” digital yang ditinggalkan perangkat Anda. Log data (alamat IP, tipe browser, waktu akses), data penggunaan (konten yang Anda lihat, fitur yang digunakan), informasi perangkat (sistem operasi, identifikasi perangkat), dan bahkan informasi lokasi umum Anda (dari IP) atau yang lebih presisi (jika Anda izinkan). Dan tentu saja, ada “kue-kue” digital alias cookies yang mereka gunakan untuk mengelola layanan dan meningkatkan pengalaman Anda. AI memang cerdas, tapi kadang butuh catatan kecil biar tidak lupa preferensi majikannya. Sayangnya, data-data ini, termasuk interaksi Anda dengan ChatGPT, dapat digunakan untuk melatih model mereka. Jadi, setiap kali Anda bertanya “bagaimana cara membuat nasi goreng instan yang terlihat mewah?”, robot belajar untuk menjadi koki yang lebih baik, kadang sampai lupa batasan.

Bicara soal data ini, jangan lupakan bagaimana Google juga kerap ‘mengintip’ data penggunanya. Sebuah artikel menarik membahas bagaimana Google Search Intip Email dan Foto Pribadimu. Ini menunjukkan bahwa isu privasi data bukan hanya monopoli satu perusahaan, melainkan tantangan di seluruh ekosistem AI.

OpenAI tidak ragu untuk membagikan data pribadi Anda. Siapa saja yang dapat menerima bagian dari “kue data” ini? Vendor dan penyedia layanan (hosting, layanan pelanggan, analisis web), pihak-pihak dalam transfer bisnis (merger, akuisisi), otoritas pemerintah atau pihak ketiga lainnya (untuk kepatuhan hukum, perlindungan hak, atau pencegahan penipuan), afiliasi OpenAI, administrator akun bisnis (jika Anda menggunakan akun perusahaan), dan bahkan pengguna lain jika Anda memilih untuk berinteraksi atau berbagi informasi (seperti melalui tautan berbagi ChatGPT). Jadi, data Anda tidak hanya “dimakan” oleh satu robot, tapi bisa jadi satu keluarga besar robot dan kroninya.

Namun, sebagai Majikan AI, Anda tidak sepenuhnya tidak berdaya. Kebijakan ini juga menjabarkan hak-hak Anda. Tergantung tempat tinggal Anda, Anda mungkin memiliki hak untuk mengakses, menghapus, memperbarui, mengoreksi, mentransfer, membatasi pemrosesan, menarik persetujuan, atau menolak pemrosesan data pribadi Anda. Anda bisa menggunakan akun OpenAI Anda atau menghubungi mereka langsung di privacy.openai.com atau dsar@openai.com. Ingat, Anda adalah majikan, dan majikan yang baik tahu kapan harus meminta pertanggungjawaban asistennya.

Penting juga untuk dicatat bahwa OpenAI mengakui “halusinasi” AI. Mereka menyatakan bahwa ChatGPT dapat menghasilkan respons yang “tidak akurat secara faktual”. Jadi, jangan terlalu percaya pada setiap kata yang keluar dari mulut robot. Jika ada informasi yang salah tentang Anda, Anda bisa meminta koreksi atau penghapusan. Ini adalah pengakuan bahwa robot masih butuh banyak piknik dan pendidikan dasar tentang fakta.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Sayangnya, isu kebocoran data bukanlah hal baru di dunia AI. Kita telah melihat kasus-kasus di mana aplikasi Android ber-AI membocorkan data pengguna dalam jumlah fantastis. Ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa teknologi secanggih apa pun akan selalu memiliki celah, dan kewaspadaan Majikan adalah kunci.

Agar Anda benar-benar bisa mengendalikan data dan interaksi dengan AI, bukan sebaliknya, pelajari cara menjadi AI Master. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa memastikan bahwa robot bekerja untuk Anda, bukan Anda yang repot mengurusi “ulah” robot yang kurang piknik. Kendalikan AI agar kamu tetap menjadi Majikan, bukan babu teknologi. Kunjungi AI Master sekarang!

Pada akhirnya, kebijakan privasi ini adalah pengingat bahwa di balik semua kecanggihan dan janji manis AI, tetap ada manusia yang memegang kendali. Data Anda adalah aset, dan menjadi majikan yang cerdas berarti memahami bagaimana aset itu digunakan. Tanpa Anda menekan tombol “izin” atau “tolak”, AI hanyalah tumpukan kode mati yang menunggu perintah. Jadi, jadilah majikan yang punya akal, bukan cuma pengguna yang pasrah.

Ngomong-ngomong, tadi pagi saya mencoba menyuruh AI membuatkan sarapan. Dia malah bertanya, “Telur dadar ala Korea atau Jepang, Majikan?” Saya jawab, “Yang penting matang!” Ternyata dia butuh resep detail. Dasar robot, memang kurang piknik!

Gambar oleh: Getty Images via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *