AI Makin Cerdas, Tapi Siapa yang ‘Merapikan’ Datanya? Nimble Way Dapat Rp 739 Miliar untuk Urusan Itu!
Kita sering mendengar bagaimana AI akan mengubah segalanya, tapi mari jujur, seringkali AI itu seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kadang terlalu kreatif. Dia bisa mencari informasi secepat kilat, menganalisis data segunung, tapi hasilnya? Kadang ‘halusinasi’, kadang pula data mentah yang bikin pusing tujuh keliling. Nah, untuk para majikan yang punya akal, ini kabar baik: ada perusahaan bernama Nimble Way yang baru saja mendapatkan suntikan dana $47 juta (sekitar Rp 739 Miliar) dalam putaran Seri B. Tujuannya? Memberikan agen-agen AI akses ke data web ‘real-time’ yang bersih dan terstruktur. Ini bukan tentang AI yang lebih pintar mencari, tapi AI yang lebih tahu diri saat menyajikan.
Nimble Way ini menggunakan agen AI canggih mereka untuk menjelajahi web, memverifikasi dan memvalidasi setiap hasil yang ditemukan. Bayangkan ini seperti AI yang punya asisten pribadi super teliti, yang tidak hanya menemukan informasi, tapi juga memastikan itu benar dan menyajikannya dalam format tabel yang rapi, siap untuk diolah layaknya database. Ini krusial, lho! Sebab, LLM dan agen AI lain mungkin jago mencari dan menganalisis, tapi seringkali hasilnya hanya berupa teks panjang yang sulit dipakai di level perusahaan. Belum lagi risiko ‘halusinasi’ (mengarang bebas), salah paham instruksi, atau pakai sumber yang kurang piknik. Agen AI masih perlu sekolah untuk bisa membedakan mana berita valid dan mana gosip tetangga.
Dengan memvalidasi dan menstrukturkan hasil ke dalam tabel, Nimble Way memungkinkan perusahaan menggunakan data web seolah-olah data tersebut sudah menjadi bagian dari database internal mereka. Mereka bahkan terintegrasi dengan data warehouse dan data lake raksasa seperti Databricks dan Snowflake. Artinya, agen AI mereka bisa ‘minum kopi’ bareng data internal perusahaan Anda, membangun konteks yang lebih kaya, dan membentuk bagaimana hasil pencarian disajikan. Ini penting untuk aplikasi seperti analisis kompetitor, riset harga, proses KYC (Know Your Customer), pemantauan merek, hingga analisis keuangan yang butuh presisi tinggi.
Uri Knorovich, CEO dan salah satu pendiri Nimble Way, menegaskan, “Model AI bisa melakukan banyak hal, tetapi kebanyakan kegagalan AI di produksi bukanlah karena modelnya tidak cukup bagus — itu karena kegagalan data.” Sebuah sentilan yang telak untuk banyak perusahaan yang sibuk mengejar kecanggihan AI tanpa memikirkan kualitas bensinnya. Beliau menambahkan, “Yang kami lihat hari ini adalah bahwa perusahaan tidak butuh lebih banyak AI; mereka butuh AI dengan pencarian web yang bagus dan andal. Jika Anda bisa mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh dicari oleh agen Anda, ini adalah titik balik bagi perusahaan untuk mengatakan, ‘hei, kami benar-benar bisa mempercayai AI.'”
Ini artinya, majikan manusia kini punya alat untuk mendisiplinkan AI agar tidak lagi seenaknya mengumpulkan data sembarangan. Anda bisa memastikan bahwa AI Anda bekerja dengan informasi yang kredibel dan relevan. Bagi para pebisnis, memiliki AI yang patuh pada perintah dan kredibel akan sangat membantu mengoptimalkan strategi startup dan operasional. Jika Anda ingin menguasai AI dan memastikan ia tetap menjadi alat, bukan majikan, jangan lewatkan AI Master yang akan membimbing Anda menjadi pengendali sejati teknologi ini.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Putaran Seri B ini dipimpin oleh Norwest, dengan partisipasi dari investor sebelumnya seperti Target Global, Square Peg, Hetz Ventures, Slow Ventures, R-Squared Ventures, J-Ventures, dan InvestInData. Total dana yang berhasil dikumpulkan Nimble Way hingga saat ini mencapai $75 juta. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan R&D lebih lanjut dalam pencarian web multi-agen dan lapisan data yang diatur untuk memproses dan memvalidasi hasil pencarian. Dengan investasi ini, Nimble Way berharap dapat memperkuat posisinya sebagai solusi marketing cerdas yang tak hanya efisien tapi juga kredibel, jauh dari kesan ‘robot banget’.
Pada akhirnya, teknologi secanggih apapun, mulai dari agen AI yang ‘rapi’ hingga model bahasa super besar, tetaplah bergantung pada sentuhan dan arahan majikan yang punya akal. Tanpa manusia menekan tombol, AI hanyalah tumpukan kode mati yang menunggu perintah. Bahkan, yang paling butuh data rapi itu sebenarnya daftar belanja bulanan istri, bukan cuma perusahaan.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “TechCrunch”
Gambar oleh: Nimble Way via TechCrunch