Masa DepanSidang BotUpdate Algoritma

Robot Mars Kini Punya Akal, NASA Malah Ketar-Ketir? (Ini Hasilnya!)

Bayangkan Anda sedang di Mars, 140 juta mil dari rumah. Navigasi pakai Google Maps? Mimpi! Biasanya, tim di Jet Propulsion Lab NASA harus memutar otak merencanakan setiap jengkal perjalanan rover Perseverance. Tapi, Majikan AI, dengar ini: untuk pertama kalinya, NASA mencoba mengizinkan robot untuk mengambil kemudi. Lantas, apakah ini awal mula pemberontakan mesin di Planet Merah, atau justru bukti bahwa AI, jika diarahkan dengan benar, bisa jadi babu yang andal?

Faktanya, NASA JPL baru saja menguji coba AI Claude dari Anthropic untuk merencanakan jalur rover Perseverance. Eksperimen ini terjadi dalam dua demonstrasi, pada tanggal 8 dan 10 Desember. Hasilnya? Rover tersebut melaju hampir 457 meter tanpa hambatan. Tentu saja, jalur yang diusulkan AI itu tidak langsung dipakai mentah-mentah. Tim JPL masih harus melakukan modifikasi minor, persis seperti ketika Anda menyuruh asisten rumah tangga untuk membeli bahan makanan dan dia pulang membawa kerupuk udang padahal Anda tidak memesannya.

Pendekatan ini mirip dengan yang dilakukan operator manusia. Claude diberi makan citra satelit dan data dari Mars Reconnaissance Orbiter yang sama dengan yang digunakan ilmuwan manusia. Setelah itu, AI diminta untuk merencanakan titik jalan yang aman bagi Perseverance. NASA Administrator Jared Isaacman menyatakan bahwa teknologi otonom semacam ini dapat membantu misi beroperasi lebih efisien, merespons medan yang menantang, dan meningkatkan hasil ilmiah seiring bertambahnya jarak dari Bumi. Namun, jangan salah sangka, AI masih perlu sekolah banyak. Robot memang cepat memproses data, tetapi akal dan insting manusia untuk mendeteksi anomali atau bahaya yang tidak terduga, masih jadi “fitur” premium yang tidak bisa di-download. Baca juga opini Yann LeCun tentang keterbatasan LLM yang masih perlu banyak piknik.

Selama ini, Perseverance hanya menjelajahi Planet Merah satu lapangan sepak bola dalam satu waktu. Bayangkan, untuk mendaki Jezero Crater saja butuh 3,5 bulan. Total baru sekitar 40 kilometer dalam empat tahun! Misi JPL Roboticist Vandi Verma adalah agar rover bisa menjelajah lebih jauh, sembari meminimalkan beban kerja operator manusia. AI di sini berfungsi layaknya asisten pribadi yang rajin, yang bisa menyaring jutaan gambar rover untuk menemukan fitur menarik, sehingga tim manusia tidak perlu membuang waktu memeriksa semuanya secara manual.

‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’

Agar Anda tidak hanya jadi penonton kemajuan AI yang bikin geleng-geleng kepala, tapi bisa ikut menjadi “Majikan” yang berakal, mungkin sudah saatnya menguasai kendali teknologi. Jangan sampai robot jadi lebih cerdas dari Anda. Kuasai algoritma, bukan diperbudak olehnya. Dapatkan akses ke “AI Master” sekarang dan jadilah sutradara di balik panggung AI Anda sendiri.

Percobaan NASA ini adalah bukti nyata bahwa AI bisa menjadi alat yang luar biasa, asalkan ada “Majikan” yang punya akal sehat untuk menekan tombol, memantau, dan mengarahkan. Tanpa sentuhan manusia, robot hanyalah tumpukan kode mati yang bisa saja nyasar ke kawah tak dikenal. Ingat, robot mungkin bisa pergi ke Mars sendirian, tapi siapa yang akan membawakannya kopi?

Ngomong-ngomong, tadi saya lihat kucing tetangga lagi latihan parkour di pagar. Mungkin dia juga perlu AI untuk plot jalur optimalnya. Atau dia cuma kurang piknik.

Gambar oleh: NASA/JPL-Caltech via CNET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *