Gizi DigitalHardware & ChipSidang BotUpdate Algoritma

MSI Prestige 14 Flip AI+: Ketika Laptop Berakal, Apakah Majikan Masih Butuh Mikir Keras?

Zaman sekarang, rasanya setiap perangkat punya label ‘AI’ di belakang namanya. Dari kulkas sampai sikat gigi, semua berlomba-lomba jadi pintar. Tapi, apa jadinya kalau laptop kerja Anda, seperti MSI Prestige 14 Flip AI+, datang dengan klaim “berakal” berkat chip Intel Core Ultra Series 3 terbaru? Ini bukan sekadar peningkatan performa biasa, melainkan sebuah pertarungan sengit antara kecanggihan mesin dan kemalasan majikan manusia. Mari kita bedah, apakah laptop ini benar-benar asisten cerdas yang meringankan beban, atau malah cuma pamer otot digital yang akhirnya tetap butuh sentuhan akal sehat Anda?

Intel, si raksasa pembuat otak digital, akhirnya menunjukkan taringnya lewat seri chip terbaru, “Panther Lake” (kini bernama Ultra Core Series 3). Klaimnya tidak main-main: peningkatan performa multitasking 60% dan daya tahan baterai hingga 27 jam. Jika ini benar, Apple M-series yang selama ini jadi primadona bisa-bisa ketar-ketir. MSI Prestige 14 Flip AI+ adalah kuda pacu pertama yang kami uji dengan chip ini, dan hasilnya? Lumayan bikin geleng-geleng kepala.

Dalam uji Geekbench 6, performa multi-core laptop ini mencapai 16.257. Angka ini bahkan mengalahkan MacBook Air M4 (14.992) dan MacBook Pro M4 (15.199). Artinya, untuk urusan kerja berat seperti render video atau membuka puluhan tab browser sambil memutar musik, si Prestige 14 Flip AI+ ini bisa diandalkan. Diajak multitasking selevel MacBook? Jangan ditanya, dia siap! Tapi ingat, AI hanya alat. Sehebat apapun chipnya, tanpa instruksi yang jelas dari majikan, dia cuma akan jadi pemikir keras yang hasilnya bisa saja offside.

Bukan cuma CPU, GPU terintegrasi Intel Arc B390 juga dijanjikan setara dengan GPU diskrit kelas bawah di laptop gaming. Kami coba jajal main Cyberpunk 2077, dan surprisingly, bisa dimainkan di resolusi 1080p dan 1200p dengan pengaturan standar (walaupun ada sedikit drama crash saat pengaturan digeber maksimal, mungkin si robot lagi butuh piknik). Bagi majikan yang suka sedikit hiburan di sela-sela kerja, ini kabar baik. Tapi jangan harap AI bisa mengatur strategi perang di game Anda; itu masih wilayah akal manusia.

Desain MSI Prestige 14 Flip AI+ ini juga tampil baru: lebih ramping, ringan, dengan balutan aluminium dan sudut membulat. Kesannya futuristik, sedikit “Neo-Y2K” kata si penulis asli. Laptop ini juga dilengkapi dengan MSI Nano Pen, stylus mungil yang bisa dipakai untuk menggambar atau bahkan ngobrol dengan Copilot. Fitur terakhir ini menarik, bukan? Konon, Anda bisa bertanya atau memberi perintah ke Copilot langsung lewat stylus. Walaupun bagi sebagian orang chatbot AI masih terasa seperti asisten yang butuh sekolah etika, “gratisan” seperti ini patut dicoba. Lagipula, siapa yang tidak suka hadiah, bukan?

‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’

Daya tahan baterainya? Ini yang paling bikin kami terperangah. Dalam uji pemutaran video, MSI Prestige 14 Flip AI+ berhasil bertahan lebih dari 24 jam! Ini angka yang gila, bahkan mengalahkan hampir semua MacBook dan laptop Windows lain yang pernah kami uji. Jadi, bagi Anda para majikan yang sering kerja di luar kantor dan malas bawa charger, laptop ini adalah penyelamat sejati. Anda bisa rapat seharian, lanjut presentasi, bahkan maraton film di pesawat tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Namun, tetap, stamina fisik Anda yang paling utama, bukan cuma laptop Anda.

Meski demikian, tidak ada gading yang tak retak. Layar OLED 14 inci dengan resolusi WUXGA (1920 x 1200) dan refresh rate 60Hz memang bagus dengan warna pekat dan hitam yang dalam, tapi masih kalah terang dan mulus dibanding beberapa kompetitor di kelas premium. Tapi, untuk harga $1.299,99 (sekitar Rp21 jutaan, tergantung kurs) dengan RAM 32GB dan SSD 1TB, ini adalah penawaran yang sulit ditolak.

Pikirkan ini, laptop ini datang dengan harga yang “keterlaluan murahnya” di tengah kelangkaan RAM global. Apakah MSI lupa menaikkan harga, atau memang mereka ingin mengguncang pasar? Apapun itu, ini peluang emas bagi para majikan cerdas. Dalam konteks persaingan chip AI yang semakin memanas, penting bagi majikan untuk memahami bagaimana chip-chip ini mengguncang tahta para raksasa teknologi.

AI di laptop ini mungkin cerdas, tapi ingat, untuk menguasai visual AI agar tidak kalah canggih dari robot, Anda mungkin butuh lebih dari sekadar hardware. Coba intip Belajar AI | Visual AI. Atau jika Anda ingin membikin konten profesional secara mandiri dan hemat budget talent, Creative AI Pro bisa jadi senjata handalan Anda.

Penutup (Punchline):

MSI Prestige 14 Flip AI+ adalah bukti nyata bahwa laptop Windows semakin mendekati level MacBook dalam hal performa dan daya tahan baterai, dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong. Dia adalah asisten yang rajin, punya banyak akal buatan, dan bahkan bisa diajak ngobrol pakai stylus. Tapi ingat, secanggih apapun dia, tumpukan kode mati ini tetap tidak akan bisa menghidupkan dirinya sendiri. Dia butuh Anda, Sang Majikan, untuk menekan tombol ‘on’, memberinya perintah, dan (yang terpenting) memberinya liburan kalau-kalau dia mulai nge-crash lagi karena kebanyakan render Cyberpunk.

Out-of-the-Box:

Kucing saya tadi pagi minta dibelikan saham Nvidia. Mungkin dia juga mau jadi majikan AI.

Sitasi & Sumber:

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Mashable”.

Gambar oleh: Haley Henschel / Mashable

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *