Jensen Huang Ngambek? Investasi $100 Miliar Nvidia ke OpenAI Jadi Drama Korea Makjikan AI!
Kabar panas dari dunia AI kembali membuat kita para majikan teknologi mengernyitkan dahi, sambil menyeruput kopi tanpa gula. Kali ini, sorotan tertuju pada CEO Nvidia, Jensen Huang, yang santer dikabarkan “tidak senang” dengan OpenAI. Bagaimana tidak, investasi jumbo hingga $100 miliar yang digadang-gadang Nvidia ke pembuat ChatGPT itu sempat diragukan kelanjutannya. Padahal, kita tahu, di balik layar, setiap jentikan jari manusia bisa menghasilkan cuan besar, tapi kalau AI-nya masih ‘drama’, apa kabar dominasi kita?
Fakta di lapangan menunjukkan, Jensen Huang memang membantah laporan tersebut, menyebutnya “omong kosong”. Namun, saat ditanya apakah Nvidia akan tetap menggelontorkan lebih dari $100 miliar, ia menjawab, “Tidak, tidak seperti itu.” Pernyataan ini sontak menciptakan ketidakpastian di pasar. Reuters melaporkan bahwa Huang sendiri kemudian menegaskan kembali bahwa mereka akan berinvestasi besar di OpenAI. Ia bahkan menyebutnya sebagai investasi terbesar yang pernah Nvidia lakukan, lantaran ia sangat percaya pada Sam Altman dan OpenAI sebagai salah satu perusahaan paling penting di era ini.
Lihatlah, para majikan. Bahkan robot paling canggih pun butuh ‘otot’ dari perangkat keras yang mumpuni. Nvidia adalah pemasok utama GPU yang menjadi ‘otak’ bagi model bahasa besar seperti ChatGPT. Drama investasi ini menunjukkan bahwa di balik janji-janji muluk AI, ada intrik bisnis dan negosiasi alot yang sepenuhnya manusiawi. AI mungkin bisa menghitung triliunan data, tapi ia tidak bisa bernegosiasi harga chip, apalagi menentukan ‘rasa tidak senang’ di hati seorang CEO.
Semua keputusan strategis, pada akhirnya, tetap berada di tangan manusia, sang majikan sejati. Jadi, sebelum kita terlalu takjub dengan kemampuan AI, ingatlah bahwa ada manusia-manusia cerdas di balik setiap kodenya. AI hanya alat, ia tidak punya perasaan atau ego seperti kita. Untuk memahami lebih jauh bagaimana ‘otot’ di balik AI ini bekerja, Anda bisa membaca artikel kami tentang Mengintip Dapur NVIDIA: Chip AI dan Masa Depan Komputasi.
‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’
Investasi Nvidia di OpenAI ini krusial. Tanpa chip canggih dari Nvidia, kemampuan OpenAI untuk melatih dan mengembangkan model AI mereka akan sangat terhambat. Ini bukan sekadar suntikan dana, melainkan simbiosis mutualisme yang menentukan arah masa depan AI. Selain itu, pergerakan dana besar di sektor LLM juga patut dicermati. Mari kita bedah lebih lanjut dinamika pasar di Pentingnya Memahami Algoritma Terbaru LLM untuk Dominasi Digital Anda.
Ingat, para majikan, di tengah segala drama korporasi raksasa ini, kuncinya adalah bagaimana Anda tetap memegang kendali. Jangan sampai AI yang seharusnya jadi asisten, malah jadi ‘drama queen’ yang bikin pusing. Kuasai strateginya, jadilah pemimpin, bukan pengikut. Pelajari lebih lanjut bagaimana AI Master bisa membantu Anda mendominasi arena digital, bukan sebaliknya.
Jadi, meskipun ada riak-riak di lautan investasi AI, satu hal yang pasti: AI tetaplah boneka kode yang menunggu uluran tangan Majikannya. Tanpa arahan, visi, dan sentuhan manusia, ia hanyalah sirkuit dingin tanpa makna. Yang punya akal, tetaplah kita.
Ngomong-ngomong, tadi pagi AI di kulkas saya tiba-tiba minta dibelikan es krim rasa durian. Kayaknya dia mulai halusinasi juga.
Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Reuters”.
Gambar oleh: Cath Virginia / The Verge, Getty Images via TechCrunch