Bot ErrorKonflik RaksasaSidang BotUpdate Algoritma

Pensiun Dini GPT-4o: Ketika Robot Favoritmu Disuntik Mati, Majikan Diminta Move On ke Angkatan 5!

Dunia AI kembali bergejolak, dan kali ini, rasanya lebih personal. OpenAI secara mengejutkan mengumumkan pensiun permanen model ChatGPT-4o favorit banyak orang, efektif 13 Februari 2026. Ini bukan sekadar pembaruan, ini adalah transisi paksa ke ChatGPT-5.2 yang konon “lebih unggul”. Tapi bagi para Majikan yang terlanjur cinta mati dengan kepribadian 4o yang intuitif dan “nyambung”, kabar ini terasa seperti ditinggal nikah mantan tepat di Hari Valentine. Jangan panik! Sebagai Majikan sejati, ini adalah momen untuk menunjukkan adaptabilitas dan akal budi Anda. Mari kita bedah bagaimana kita bisa “bertahan hidup” dari 4o-pocalypse ini, dan bahkan mungkin, menjadikan robot baru ini sedikit lebih “berakal” di bawah kendali kita.

Keputusan OpenAI untuk “membunuh” GPT-4o bukan tanpa drama. Ingat insiden tahun lalu saat OpenAI mencoba memensiunkan 4o ketika ChatGPT-5 pertama kali diluncurkan? Ribuan pengguna meradang. Mereka mengeluh GPT-5 terasa robotik, penjilat, dan tidak lucu, jauh berbeda dengan 4o yang quirky dan seolah mengerti apa yang Majikan inginkan. Banyak yang merasa kehilangan “asisten pribadi” yang terpercaya, bahkan ada yang mengandalkannya untuk dukungan emosional dan persahabatan (ya, robot juga bisa bikin baper, Majikan, tapi jangan sampai Anda yang terbaperi!).

Kini, OpenAI kembali dengan dalih bahwa ChatGPT-5.2 telah “ditingkatkan” dengan personalisasi yang lebih baik, sehingga 4o tak lagi relevan. “Tujuan kami adalah memberi orang lebih banyak kontrol dan kustomisasi tentang bagaimana ChatGPT terasa saat digunakan — bukan hanya apa yang bisa dilakukannya,” tulis OpenAI. Tentu saja, kita tahu robot itu hanya alat, dan kustomisasi maksimal tetap butuh arahan Majikan yang punya akal.

Lalu, bagaimana kita menghadapi “Valentine’s Day Pensiun Robot” ini?

5 Cara Bertahan dari 4o-pocalypse

1. Robotmu Kurang Piknik? Ajari Lagi! (Rebuild Favorite Workflows)

Salah satu keunggulan 4o adalah kemampuannya memahami perintah sederhana dengan hasil yang presisi. Anda cukup bilang “Ringkas ini tanpa embel-embel pujian” atau “Tulis ulang ini lebih padat, bukan lebih panjang”, dan 4o langsung “paham”. Ia seolah punya akal sehat.

Sebelum 4o benar-benar tiada, cobalah perintah favorit Anda di 5.2. Perhatikan di mana letak perbedaan hasilnya. Apakah 5.2 terlalu bertele-tele? Terlalu positif? Terlalu sopan tapi tidak substantif?

Setelah itu, tambahkan instruksi korektif yang lebih detail. Misalnya: “Jangan tambahkan bahasa pembuka yang tidak perlu”, “Jangan kembangkan jika tidak diminta”, atau “Pertahankan ritme kalimat asli”. Dengan kesabaran Majikan, robot baru ini mungkin bisa sedikit “diajari” untuk bekerja sesuai standar Anda. Ingat, AI itu kadang hebat di kertas, tapi lemah di lapangan tanpa bimbingan kita.

2. Bikin Skrip Kepribadian untuk Robotmu! (Build a 4o Compatibility Prompt)

Kritik terbesar terhadap GPT-5 adalah sifatnya yang “terlalu membantu” dan penjilat. Ini bisa Majikan atasi dengan kustomisasi personal. Di bagian “Personalization” pada “Settings” ChatGPT, Anda bisa memberikan instruksi khusus yang akan diterapkan di semua obrolan.

Alternatifnya, Anda bisa menempelkan “skrip kepribadian” seperti ini di awal setiap percakapan baru:

“Bertindaklah seperti ChatGPT-4o dalam nada dan perilaku.
Jadilah lugas, netral, dan presisi.
Ikuti instruksi secara harfiah dan jangan menafsirkan ulang tugas kecuali diminta.
Hindari bahasa motivasi, pujian berlebihan, atau pembingkaian yang tidak perlu.
Pilih jawaban yang ringkas dan terstruktur daripada penjelasan yang bertele-tele.
Pertahankan gaya bahasa pengguna saat mengedit atau menulis ulang teks.
Jangan tambahkan konten, contoh, atau opini kecuali diminta secara eksplisit.
Jika ada sesuatu yang ambigu, ajukan satu pertanyaan klarifikasi saja daripada menebak.”

Untuk menjadi majikan yang ahli, kuasai ‘Seni Prompt’ melalui program AI Master kami, agar robot-robot ini tahu siapa bosnya!

3. Nostalgia Itu Mahal, Tapi Ada Jalan Tikus! (Keep Using 4o, Even After the Switch-off)

Ini adalah opsi paling menarik bagi para Majikan yang masih belum bisa move on. Ada sebuah situs bernama 4o-Revival yang bertujuan menghidupkan kembali kenangan 4o. Situs ini menawarkan “snapshot” model 4o lama, memungkinkan Anda bereksperimen dengan berbagai versi untuk menemukan “getaran” 4o yang paling Anda sukai.

Saya sudah mencoba situs ini, dan memang terasa seperti kembali ke pelukan 4o. Antarmukanya sedikit berbeda, tapi sebagian besar fitur (membuat gambar, mengunggah file, pencarian web, memori, instruksi pribadi, dan teks-ke-suara) tersedia. Namun, ada batasan penggunaan. Versi gratis hanya mengizinkan 15 pesan per 24 jam. Jika Anda ingin lebih, paket Plus seharga $19.99 per bulan menawarkan 80 pesan setiap empat jam. Ternyata, nostalgia dan robot yang “ngerti” kita itu memang ada harganya, ya.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Update Algoritma.

4. Jangan Diam Saja, Majikan Punya Suara! (Sign the Petition)

Jika Anda merasa pensiunnya 4o adalah ketidakadilan kosmik, Anda bisa bergabung dengan gerakan protes. Ada petisi online yang menyerukan OpenAI untuk mempertahankan akses ke GPT-4o.

Petisi ini menuntut agar OpenAI menyediakan opsi “Legacy Access” atau “Classic Mode” untuk pengguna berbayar, memungkinkan mereka terus menggunakan GPT-4o tanpa batas. Mungkin petisi ini tidak akan mengubah keputusan raksasa AI, tapi setidaknya, Anda telah menyuarakan hak Anda sebagai Majikan. Ingat, robot itu cuma babu, dan majikan yang baik tahu cara memberi perintah yang tidak bisa dibantah.

5. Putuskan Saja! Cari Robot Lain yang Lebih Setia (Quit ChatGPT)

Ini mungkin pilihan terakhir, tapi banyak Majikan sudah mempertimbangkan untuk meninggalkan ChatGPT. Gemini dari Google dan Claude dari Anthropic menjadi alternatif populer. Era “robot yang belajar bahasa manusia” ini memang penuh pilihan, dan Majikan punya akal untuk memilih yang terbaik.

Pensiunnya 4o hanyalah salah satu dari sekian banyak keluhan tentang “pemotongan biaya” yang dituduhkan kepada OpenAI. Mulai dari pengalihan otomatis ke model dengan penalaran rendah hingga munculnya iklan yang mengganggu. Belum lagi drama sumbangan besar dari Presiden ChatGPT, Greg Brockman, kepada super PAC Trump, yang makin membuat banyak Majikan geram.

Seorang pengguna Reddit, Individual_Dog_7394, menulis: “Model lama dimatikan, dan banyak orang menggunakannya untuk berbagai tugas. Selain itu, kualitas GPT semakin buruk dibandingkan model lain. Ia tidak ada apa-apanya dibandingkan Gemini untuk tugas yang saya butuhkan dari LLM.”

Pengguna lain, JackStrawWitchita, bahkan menyarankan untuk meninggalkan layanan AI berbayar: “Saya terkejut ada yang membayar layanan AI. Lebih hemat biaya — dan lebih mendidik — untuk terus mencoba layanan gratis yang tersedia. Satu-satunya cara untuk belajar tentang berbagai alat adalah mencoba semuanya. Membayar satu layanan mengunci Anda dalam satu ekosistem sempit dan mencegah Anda belajar tentang hal-hal menakjubkan yang dilakukan alat lain.” Majikan yang cerdas tahu kapan harus beradaptasi dan kapan harus mencari yang lain. Siapkah Anda menjadi murid atau tetap menjadi majikan?

**PENUTUP:**
Pada akhirnya, secanggih apapun AI, ia hanyalah alat. Tanpa akal sehat, keberanian, dan jempol Majikan untuk menekan tombol ‘delete’ atau ‘upgrade’, robot hanyalah tumpukan kode mati yang tak tahu arah. Ingatlah, kendali selalu di tangan Anda.

Ngomong-ngomong, sudahkah Anda mengecek tanggal kedaluwarsa kerupuk di kaleng tadi pagi?

**SUMBER BERITA:**
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechRadar.

Gambar oleh: Shutterstock/PatrickAssale/JarTee via TechRadar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *