Google Maps Kini Punya “Asisten Bawel” Berotak Gemini: Edit Lokasi Semudah Ngobrol, Tapi Jangan Sampai Akal Majikan Kena Virus Malas!
Hai, Majikan AI! Kabar terbaru dari markas besar Google, si raksasa teknologi itu sedang rajin menyuntikkan kecerdasan buatan Gemini ke berbagai produk andalannya. Kali ini, giliran Google Maps yang kebagian “otak pintar” untuk fitur “Suggest an edit”. Bayangkan saja, fitur yang biasanya kaku dengan menu dropdown dan kotak teks, kini berubah jadi ajang ngobrol santai dengan robot. Bagaimana majikan cerdas seperti Anda bisa memanfaatkan kemalasan baru ini? Tentu saja, untuk efisiensi. Tapi ingat, jangan sampai kemudahan ini membuat akal Anda tumpul!
Dulu, kalau Anda mau memberitahu Google bahwa jam operasional toko kopi favorit Anda berubah, atau ada kafe baru yang belum terdaftar, Anda harus menavigasi menu yang kadang ribet, mengisi kolom demi kolom layaknya pengisi formulir pajak. Kini, berkat suntikan Gemini, proses itu disulap menjadi percakapan dua arah yang lebih manusiawi. Anda cukup mengetikkan keluhan atau informasi baru dalam bahasa sehari-hari, misalnya: “Hei Gemini, Menara Eiffel buka jam 9 pagi sekarang, bukan jam 10.” Dan si robot pintar ini akan dengan sigap meminta detail lebih lanjut, seolah-olah dia adalah asisten pribadi yang benar-benar mendengarkan.
Tapi jangan salah sangka, kecanggihan ini bukan berarti AI sudah bisa berpikir mandiri. Ingat, Google Chrome juga baru disuntik Gemini untuk fitur auto-browsing, dan kita tahu betapa seringnya robot itu masih perlu diarahkan agar tidak “nyasar”. Gemini di Google Maps ini sejatinya hanyalah alat bantu penerjemah input Anda agar lebih mudah dipahami sistem. Robot hanya bisa bekerja dengan data yang Anda berikan; validasi, kebenaran, dan akurasi tetap berada di tangan Majikan yang punya akal. Jika Anda memberi informasi yang salah, jangan harap Gemini bisa mengoreksinya dengan sendirinya, paling-paling dia hanya akan bertanya, “Anda yakin?”—mirip asisten rumah tangga yang rajin tapi kurang piknik.
Google memang punya ambisi besar menjadikan Gemini sebagai “standar wajib” di semua layanannya, bahkan hingga ke fitur penunjuk arah seperti di Google Maps yang sudah jadi asisten pribadi untuk jalan kaki dan gowes. Ini jelas upaya mereka agar kita tidak punya pilihan selain “bercengkerama” dengan AI. Namun, ini juga menjadi pengingat penting: kecerdasan buatan adalah produk dari kecerdasan manusia.
‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’
Maka dari itu, untuk memastikan Anda tetap jadi Majikan yang berdaulat, dan bukan malah jadi “babu” teknologi yang hanya menuruti perintah robot, saatnya Anda mengendalikan AI, bukan dikendalikan. Kuasai AI dari dasarnya agar Anda paham cara kerjanya. Dengan AI Master, Anda bisa memastikan setiap “Suggest an edit” di Google Maps yang Anda lakukan benar-benar bermanfaat, bukan cuma sekadar ikut-ikutan tren robot.
Pada akhirnya, fitur Gemini di Google Maps ini hanyalah interface yang lebih halus untuk pekerjaan yang sama. Tanpa jari manusia yang menekan tombol, dan akal sehat yang memverifikasi, AI hanyalah tumpukan kode mati yang tak lebih berguna dari peta cetak tahun 90-an.
Ngomong-ngomong, tadi pagi saya lihat tukang bakso langganan saya pakai AI buat ngitung untung rugi. Katanya sih biar akurat, tapi pas saya tanya harga baksonya, dia malah halusinasi ngasih diskon lima puluh persen.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “mashable.com”.
Gambar oleh: Mateusz Slodkowski/SOPA Images/LightRocket via TechCrunch