Google Search Masuk Mode ‘Kepribadian’: Saat AI Mulai Kepo Isi Gmail dan Foto Liburanmu!
Halo, para Majikan AI! Siap-siap, karena asisten digital kesayangan kita, Google Search, baru saja naik level. Bukan cuma bisa mencarikan informasi dari seluruh pelosok internet, kini ia juga mulai ‘berani’ mengintip isi Gmail dan Google Photos Anda. Jangan langsung panik berpikir privasi Anda bocor ke mana-mana, ini semua demi hasil pencarian yang lebih personal dan, katanya, lebih relevan. Tapi ingat, secanggih apa pun AI, kendali tetap ada di tangan Majikan yang punya akal. Jadi, bagaimana kita bisa memanfaatkan fitur “Personal Intelligence” ini tanpa merasa seperti sedang diawasi asisten rumah tangga yang terlalu rajin?
Fitur bernama “Personal Intelligence” ini, yang sebelumnya sudah diujicobakan di asisten AI Gemini, kini merambah langsung ke AI Mode di Google Search. Dengan izin Anda, tentu saja, AI yang ditenagai model Gemini 3 ini akan memindai data dari Gmail dan Google Photos untuk memberikan konteks personal pada setiap pencarian.
Bayangkan skenario ini: Anda sedang mencari sepatu baru. AI Mode bisa langsung ‘melihat’ riwayat pembelian Anda di Gmail, lantas merekomendasikan merek atau gaya serupa yang mungkin Anda suka. Atau, Anda ingin merencanakan liburan? AI bisa mengintip album foto liburan Anda sebelumnya dan menyarankan rute perjalanan yang, entah kenapa, selalu melibatkan pantai dan kuliner lokal yang bikin diet bubar. Kedengarannya nyaman, bukan?
Namun, jangan salah sangka. Google menegaskan, data pribadi Anda ini tidak akan digunakan untuk melatih AI secara umum. Penggunaannya murni terbatas untuk menjawab permintaan spesifik Anda, dan yang terpenting, fitur ini sepenuhnya bersifat opt-in. Artinya, Anda sebagai Majikan penuh kuasa untuk memutuskan apakah si AI boleh ‘kepo’ atau tidak.
Ada beberapa batasan yang perlu Anda ketahui. Untuk saat ini, fitur “Personal Intelligence” masih dalam tahap uji coba di bawah program Google Labs, terbatas untuk pengguna di Amerika Serikat, dan hanya bisa dinikmati oleh pelanggan berbayar Google AI Pro dan AI Ultra. Plus, hanya berlaku untuk akun Google pribadi, bukan akun Workspace bisnis, perusahaan, atau edukasi. Jadi, para majikan korporat, belum saatnya AI tahu kalau Anda sering menunda email balasan.
Meskipun AI ini semakin cerdas dalam memberikan rekomendasi personal, Majikan yang sejati tahu bahwa sentuhan manusia itu tak tergantikan. AI mungkin bisa menyarankan sepatu terbaik, tapi ia tak akan tahu persis bagaimana rasanya saat sepatu itu pas di kaki dan cocok dengan gaya hidup Anda yang kadang ingin lari dari kenyataan. Atau, ia bisa membuat jadwal liburan sempurna, tapi ia tidak akan bisa merasakan kebahagiaan spontan saat Anda menemukan kafe tersembunyi dengan kopi terenak di dunia.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Ini mengingatkan kita pada bagaimana teknologi bisa membantu menyaring informasi, seperti artikel “Google Mulai Intip Isi Gmail dan Album Foto Anda Demi AI Super Personal: Privasi Terancam atau Kemalasan Majikan Teratasi?” yang membahas dilema serupa. Dan juga seperti “Google Sikat Talenta Hume AI: Ketika Robot Belajar Baper, Majikan Jangan Sampai Terbaperi!“, kita harus tetap waspada agar tidak terlalu terbawa perasaan dengan “kecerdasan” buatan ini.
Untuk menguasai lebih jauh bagaimana memberi perintah yang tidak bisa dibantah oleh AI, Anda perlu menjadi AI Master. Dengan begitu, Anda bisa memastikan AI benar-benar bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya. Jika Anda ingin strategi pemasaran yang lebih cerdas dan personal, jangan sampai ketinggalan Creative AI Marketing.
Pada akhirnya, Google dengan segala kecanggihannya ini hanya menawarkan sebuah alat yang semakin pintar untuk melayani kita. Tapi ingat, AI hanyalah tumpukan kode yang menanti sentuhan Majikan. Tanpa akal sehat dan kebijaksanaan Anda, Personal Intelligence ini tak lebih dari asisten yang terlalu sering membuka-buka laci pribadi.
Oh ya, jangan lupa, kalau pas lagi masak indomie, bumbunya itu diaduk pas airnya masih mendidih, biar meresap sampai ke sanubari.