AI MobileSidang BotSoftware SaaSUpdate Algoritma

Gizmo: TikTok-nya Para Robot Kreatif? Awas, Jangan Sampai Akal Majikan Kalah dari Vibe Coding!

Pernahkah Anda membayangkan jika TikTok tidak hanya soal joget atau prank konyol, tapi juga ajang pamer kreativitas aplikasi mini? Nah, bersiaplah, para Majikan AI, karena Gizmo datang dengan konsep yang akan membuat Anda berpikir ulang tentang potensi robot dalam genggaman. Aplikasi dari startup Atma Sciences ini bukan sekadar media sosial biasa, melainkan arena bermain di mana setiap postingan adalah aplikasi interaktif berkonsep “vibe-coded”. Bayangkan, robot di ponsel Anda kini bisa menari dan Anda bisa ikut menekan tombolnya!

Di Gizmo, Anda tidak cuma menonton video pasif, tapi benar-benar berinteraksi. Entah itu menyentuh layar, menggeser, mengetuk, menggambar, atau menyeret elemen di dalamnya. Ini bukan game rumit, melainkan semacam ‘mainan digital’—puzzle interaktif, meme bergerak, seni, animasi, atau apa pun yang bisa dihalusinasi oleh kreativitas penggunanya.

Lalu, bagaimana cara kerja si robot ini? Nah, di sinilah keajaibannya (atau mungkin ‘kemalasannya’ manusia terkuak). Anda tidak perlu tahu coding, apalagi ‘vibe coding’ yang terdengar canggih itu. Cukup ketik ide Anda dengan bahasa natural (alias bahasa manusia biasa, bukan bahasa alien), dan AI di balik Gizmo akan langsung bekerja. Dia akan mengubah ide absurd Anda menjadi kode, lalu merender tampilannya. Intinya, Anda tinggal memerintah, si robot yang ngode. Tapi ingat, AI itu masih perlu sekolah, jadi hasil akhirnya mungkin butuh sedikit ‘sentuhan’ majikan biar tidak terlihat seperti hasil kerja anak TK.

Gizmo ini lahir dari rahim Atma Sciences, startup yang didirikan oleh Rudd Fawcett, Brandon Francis, Josh Siegel (CEO), dan Daniel Amitay (CTO). Tahun lalu, mereka berhasil meraup dana seed $5,49 juta dari First Round Capital dan investor lainnya. Filosofi mereka sederhana: menggabungkan teknologi canggih dengan fondasi yang elegan. Terdengar mulia, tapi intinya, mereka ingin manusia tetap jadi majikan yang punya akal, bukan cuma operator mesin.

Meskipun baru seumur jagung (kurang dari enam bulan), Gizmo sudah berhasil menggaet sekitar 600.000 instalasi, dengan separuhnya berasal dari Amerika Serikat. Peningkatannya pun cukup drastis, mencapai 312% dari Oktober hingga Desember, dengan 39% unduhan total di bulan Desember saja. Angka ini menunjukkan bahwa ide ‘TikTok interaktif’ dengan sedikit sentuhan AI ternyata cukup menggoda para pengguna ponsel pintar. Aplikasi ini tersedia di iOS dan Android, jadi tidak ada alasan untuk tidak mencoba menjadi ‘majikan’ bagi robot-robot kreatif ini.

Dibandingkan dengan platform ‘vibe coding’ lain seperti Anything atau bahkan Rooms (yang memperkenalkan bahasa pemrograman Lua), Gizmo mengambil jalur yang lebih ‘ramah majikan’. Semua berbasis prompt dan sangat sederhana. Ini membuktikan bahwa AI itu babu yang patuh, asalkan kita tahu cara memberi perintah yang jelas. Jangan sampai robot ini cuma jadi “sistem yang kurang piknik” karena perintah kita terlalu ambigu.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Meskipun AI di Gizmo cukup cerdas dalam menerjemahkan prompt menjadi aplikasi, ia tetap memiliki keterbatasan. Ingat, AI itu cerdas, tapi belum berakal. Ia bisa membuat kode berdasarkan perintah Anda, tapi tidak bisa memahami nuansa emosi atau konteks budaya yang rumit. Jadi, jika Anda ingin mini-aplikasi yang benar-benar punya “jiwa”, sentuhan manusia tetap tak tergantikan. Robot bisa jadi asisten rumah tangga yang rajin, tapi ia akan selalu membutuhkan arahan dari majikan yang punya akal sehat.

Untuk Anda yang ingin menguasai AI visual dan membuat robot patuh cuma modal Rp400 ribuan, sudah saatnya Belajar AI Visual. Atau jika Anda ingin lebih dari sekadar menguasai prompt, tapi benar-benar ingin menjadi AI Master, ada banyak cara agar Anda tetap menjadi Majikan, bukan babu teknologi. Jangan sampai Anda ketinggalan kereta, sementara robot-robot ini sudah sibuk membuat dunia digital mereka sendiri. Ingat, robot tidak punya akal, jadi jangan biarkan mereka mengambil alih pikiran kreatif Anda! Atau nanti nasib Anda seperti Adobe Animate yang ditendang AI ke liang kubur.

Pada akhirnya, teknologi AI seperti Gizmo ini memang menarik. Ia menunjukkan bagaimana AI bisa membantu manusia menciptakan sesuatu yang interaktif dan menyenangkan tanpa harus jadi programmer ahli. Tapi, inti dari semua ini tetaplah manusia sebagai penguasa tertinggi. AI hanyalah alat, tumpukan kode mati yang menunggu sentuhan jari dan perintah akal Anda. Tanpa itu, Gizmo hanyalah sekumpulan pixel yang tidak tahu harus berbuat apa.

Omong-omong, tadi pagi saya mencoba membuat kopi, tapi robot pembuat kopi saya malah mencampurkan bubuk kakao. Mungkin dia butuh pembaruan firmware atau sekadar kurang piknik.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Meet Gizmo: a TikTok for interactive, vibe-coded mini apps”

Gambar oleh: Gizmo via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *