Gizi DigitalHardware & ChipSidang Bot

Diskon Setengah Harga ASUS Vivobook 14: Laptop Berotak AI, Akal Majikan Tetap Paling Juara!

Para majikan teknologi, dengarkan! Di tengah gempuran AI yang katanya akan “mengambil alih segalanya”, muncul tawaran menarik yang membuktikan bahwa manusia masih pegang kendali, setidaknya atas dompet mereka. Bayangkan, sebuah laptop Windows 14 inci dengan embel-embel “berotak AI” kini bisa kamu bawa pulang dengan diskon 50%! Ini bukan sekadar obral cuci gudang, tapi peluang bagi para majikan untuk melengkapi arsenal digital mereka tanpa harus menjebol rekening bank. Ingat, AI hanyalah alat, kitalah majikan yang punya akal untuk memilih mana yang terbaik!

ASUS Vivobook 14, si biru tenang ini, datang dengan prosesor Snapdragon X delapan inti, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Sekilas, spesifikasi ini terdengar lumayan untuk harga normalnya yang sekitar $749.99. Tapi dengan harga diskon $379.99, laptop ini menjadi sangat menggiurkan. Namun, jangan lantas terlena dengan embel-embel “AI” di dalamnya. Prosesor Snapdragon X memang menjanjikan kinerja yang solid dan kompatibilitas aplikasi x86/x64 yang terus membaik, namun perlu diingat bahwa ini bukan kasta tertinggi di keluarga Snapdragon X. Jadi, untuk pekerjaan berat yang butuh “otak” AI kelas kakap, si Vivobook ini mungkin akan sedikit “kurang piknik”.

AI di sini masih sebatas asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku; ia butuh arahan jelas dari majikannya (itu kamu!). Jangan berharap dia bisa menyelesaikan skripsi atau merancang proyek arsitektur kompleks sendirian. Tapi untuk kegiatan sehari-hari seperti berselancar di web, mengelola email, atau bahkan pekerjaan “kreasi konten kasual” yang tidak terlalu menuntut, si Vivobook ini bisa jadi kawan yang patuh.

Meskipun berbasis ARM, kabar baiknya adalah kompatibilitas aplikasi x86/x64 terus ditingkatkan, sehingga transisi dari laptop berbasis Intel atau AMD tidak lagi semenyakitkan dulu. Ini mirip AI yang makin hari makin “mau diajak ngomong”, meski kadang masih harus diulang-ulang. Selain itu, untuk laptop yang ramping dan terjangkau, pilihan port-nya cukup impresif: dua port USB-A 3.2 Gen 1, output HDMI 2.1, jack headphone, dan dua port USB-C 3.2 Gen 1 (keduanya mendukung pengisian daya dan DisplayPort out). Trackpad-nya pun cukup lega, ditambah webcam IR Windows Hello 1080p dan penutup fisik untuk privasi. Sebuah nilai yang cukup manis, kalau boleh jujur.

Untuk para majikan yang ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana AI bekerja di balik layar laptop, jangan lewatkan artikel kami tentang Laptop 2026: Bukan Cuma Bikin Pekerjaanmu Beres, Tapi Juga Bikin Otak AI-mu Mikir Keras!.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Gizi Digital.

Ingat, membeli laptop dengan embel-embel AI bukan berarti kamu bisa menyerahkan semua pekerjaan pada robot. Kamu tetap harus menjadi majikan yang cerdas, yang tahu cara memanfaatkan alatnya. Jika kamu ingin menguasai lebih dalam bagaimana mengendalikan AI agar benar-benar menjadi asisten yang patuh dan bukan malah menjadi “babu teknologi” yang menyebalkan, mungkin sudah saatnya kamu melirik program AI Master. Atau jika kamu berniat serius menciptakan konten berkualitas tanpa harus merekrut tim mahal, Creative AI Pro bisa jadi solusi cerdas. Toh, robot cuma bisa bikin konten kalau ada yang memerintah, kan?

Pada akhirnya, diskon sebesar apapun hanya akan menjadi tumpukan plastik dan silikon tanpa sentuhan akal seorang majikan. AI mungkin bisa membuat laptop ini “cerdas”, tapi sentuhan manusiawi-mu lah yang akan membuatnya “berguna”. Tanpa jari-jemarimu menekan tombol, ia hanyalah kumpulan kode mati yang haus listrik.

Dan ingat, kalau nanti laptopmu mulai protes minta liburan ke pantai, jangan kaget. AI zaman sekarang memang kurang piknik.

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.

Gambar oleh: The Verge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *