Etika MesinKonflik RaksasaSidang BotSoftware SaaS

AI-mu Suka Nguping? Coba Confer, Alternatif ChatGPT yang Jaga Rahasia Majikan

AI-mu Suka Nguping? Coba Confer, Alternatif ChatGPT yang Jaga Rahasia Majikan

Mari kita jujur. Kamu pasti pernah menggunakan ChatGPT untuk hal-hal yang sedikit… pribadi. Mulai dari curhat soal pekerjaan, merancang strategi bisnis rahasia, sampai bertanya hal-hal yang malu kamu tanyakan ke Google. Kamu percaya pada asisten AI-mu. Tapi, bagaimana jika asisten yang rajin itu ternyata punya hobi sampingan: menguping dan melaporkannya ke divisi marketing?

Kabar buruknya, skenario itu bukan lagi fiksi. OpenAI sudah mulai menguji coba iklan di ChatGPT. Artinya, setiap prompt, setiap ide, dan setiap keluh kesahmu berpotensi menjadi amunisi untuk menargetkan iklan kepadamu. Tiba-tiba, asisten pribadimu berubah jadi mata-mata iklan.

Di tengah kekacauan ini, muncul seorang ksatria privasi. Moxie Marlinspike, nama yang sudah tidak asing di dunia keamanan siber dan salah satu pendiri aplikasi pesan terenkripsi Signal, meluncurkan proyek barunya: Confer. Sebuah alternatif AI yang dirancang dengan satu misi utama: menjaga rahasia majikannya.

Confer: Asisten AI yang Buta dan Tuli Soal Datamu

Confer dirancang agar terlihat dan terasa seperti ChatGPT atau Claude, tapi dengan perbedaan fundamental di ruang mesinnya. Jika ChatGPT adalah asisten yang mencatat semua obrolan di buku harian terbuka, Confer adalah asisten yang langsung membakar setiap catatan setelah tugas selesai.

Bagaimana bisa? Marlinspike dan timnya membangun benteng pertahanan berlapis:

  1. Enkripsi Passkey WebAuthn: Setiap pesan yang kamu kirim dan terima dienkripsi menggunakan sistem passkey. Analogi sederhananya, setiap percakapan disegel dalam amplop yang kuncinya hanya kamu yang punya. Bahkan Confer sendiri tidak bisa membukanya.
  2. Trusted Execution Environment (TEE): Di sisi server, semua pemrosesan dilakukan di dalam sebuah “brankas digital” yang terisolasi. Ini memastikan tidak ada yang bisa mengintip proses inferensi saat AI merespons perintahmu.

Hasilnya? Privasi absolut. Marlinspike sendiri menyindir model bisnis AI saat ini dengan tajam, “Ini adalah teknologi yang secara aktif mengundang pengakuan… Ketika Anda menggabungkannya dengan iklan, itu seperti membayar terapis Anda untuk meyakinkan Anda membeli sesuatu.

Tentu saja, AI di dalam Confer tetaplah AI. Ia tidak punya kesadaran atau loyalitas. Ia hanya tumpukan kode yang patuh pada perintah. Kemampuannya menjaga rahasia bukanlah bentuk kecerdasan emosional, melainkan hasil dari arsitektur sistem yang sengaja dirancang oleh manusia untuk melindungi manusia. Ia adalah alat yang kaku, tapi setidaknya, ia tidak ember.

> Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Etika Mesin.

Ada Harga untuk Sebuah Privasi

Tentu saja, benteng privasi ini tidak gratis. Confer menawarkan paket gratis terbatas (20 pesan sehari), namun untuk penggunaan tanpa batas, kamu harus merogoh kocek $35 per bulan. Jauh lebih mahal dari langganan ChatGPT Plus.

Ini adalah pengingat keras bahwa di dunia digital, jika kamu tidak membayar dengan uang, kamu membayar dengan data. Memilih alat yang tepat seperti Confer adalah langkah pertama untuk merebut kembali kendali. Langkah selanjutnya adalah memastikan kamu benar-benar tahu cara memerintahnya, bukan sekadar menjadi pengguna pasif yang datanya siap diolah.

Kalau kamu serius ingin menjadi majikan yang memegang kendali penuh atas asisten AI-mu, bukan sekadar pengguna yang pasrah, kamu perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar. Menguasai cara kerja dan cara memberi perintah pada AI adalah kuncinya.

Pelajari cara mengendalikan berbagai jenis AI agar mereka bekerja untukmu, bukan sebaliknya, lewat panduan komprehensif di AI Master. Saatnya kamu yang menjadi majikan, bukan babu teknologi.

Tanpa Majikan, AI Hanyalah Besi Tua

Kehadiran Confer adalah sinyal penting. Pasar mulai menyadari adanya kebutuhan akan alat AI yang menghormati privasi penggunanya. Ini adalah pilihan antara asisten gratis yang suka bergosip dengan biro iklan, atau asisten berbayar yang profesional dan menjaga kerahasiaan.

Pada akhirnya, secanggih apa pun enkripsi atau arsitektur servernya, AI seperti Confer tetaplah alat. Tanpa seorang Majikan yang memberikan perintah, ia hanyalah tumpukan kode yang diam dan tak berguna. Kaulah yang punya akal, kaulah yang punya tujuan.

Ngomong-ngomong, kenapa kerupuk kalau masuk angin malah jadi lembek ya?

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.

Gambar oleh: TechCrunch via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *