Konflik RaksasaRobot KonyolSidang BotUpdate Algoritma

Clawdbot Ganti Baju Tiga Kali: Drama Naming AI sampai Kena Sentil Raksasa Anthropic!

Dunia AI memang penuh drama. Ibarat sinetron, ada saja episode baru yang bikin kita geleng-geleng kepala. Kali ini, bintang utamanya adalah sebuah asisten AI personal open-source yang awalnya dikenal dengan nama Clawdbot. Setelah sempat viral, digunakan superuser, bahkan menarik perhatian “selebriti internet” hingga sempat dijamah para crypto scammer, tiba-tiba saja ia ganti nama jadi Moltbot.

Tapi, tunggu dulu, ceritanya belum selesai. Ibarat lobster yang ganti cangkang, Moltbot ini juga tidak tahan lama. Hanya dalam hitungan hari, sang asisten AI yang kurang piknik ini kembali berganti nama menjadi OpenClaw. Mengapa drama pergantian nama ini terjadi berulang kali? Mari kita bedah tuntas, sebab AI hanyalah alat, kitalah Majikan yang punya akal.

Drama di Balik Layar: Claude dan Tekanan “Sopan” dari Raksasa

Pergantian nama dari Clawdbot menjadi Moltbot sebenarnya sudah bisa kita duga dari jauh. Mayoritas pengguna Clawdbot (kini OpenClaw) sangat bergantung pada Claude, keluarga model bahasa besar (LLM) yang dikembangkan oleh Anthropic. Nah, di sinilah pangkal masalahnya.

Peter Steinberger, kreator di balik asisten AI ini, mengakui bahwa pergantian nama itu terjadi di bawah tekanan “sopan” dari Anthropic. Jelas, ini soal masalah merek dagang. Nama “Clawdbot” dianggap terlalu mirip dengan “Claude”, dan raksasa teknologi mana yang mau namanya diserobot begitu saja, bukan?

Ironisnya, Moltbot juga tidak bertahan lama, diganti menjadi OpenClaw. Entah Anthropic kembali mengirim “email sopan” jilid dua, atau memang nama “Moltbot” terlalu… yah, “molting” itu kan artinya ganti kulit atau rontok. Mengganti nama perusahaan dengan “rontok” itu seperti menamai bisnismu “KetombeBot” atau “Korengan.ai”. Jelas kurang menjual dan kurang berwibawa.

Ini membuktikan bahwa seberapa pun canggihnya AI, ia tetap tunduk pada aturan main manusia. Mau secanggih apapun algoritmanya, kalau sudah berurusan dengan meja hijau atau gugatan hukum, robot akan diam seribu bahasa. Jadi, jangan sampai terbuai janji manis AI. Akal Majikan tetap yang utama untuk mengendalikan, bukan dikendalikan.

Mascot Bingung, Mirip Robot Tetangga

Mascot Clawdbot awalnya adalah lobster luar angkasa bernama Clawd. Setelah berganti nama, Clawd pun “molted” (ganti kulit) dan muncul lagi sebagai Molty, yang kini tinggal di Moltbot, dan sekarang OpenClaw. Menurut “lore” di GitHub, “New shell, same lobster soul.” Romantis, tapi tetap saja, logo Moltbot yang baru ini dicurigai memiliki kemiripan mencurigakan dengan mascot Android milik Google. Apakah AI sudah mulai malas berpikir kreatif sampai harus meniru robot sebelah?

Kejadian ini semakin memperjelas bahwa kreativitas sejati masih dipegang kendali oleh manusia. AI memang bisa membuat banyak hal, namun orisinalitas dan visi strategis yang jauh ke depan, terutama yang berkaitan dengan identitas merek, tetap butuh campur tangan Majikan yang punya akal.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Jika Anda ingin benar-benar menguasai AI dan tidak sekadar menjadi penonton drama pergantian nama ini, kami rekomendasikan untuk mengendalikan teknologi ini. Pelajari lebih lanjut bagaimana Anda bisa menjadi AI Master, sehingga Anda bisa memberi perintah yang tak bisa dibantah, bukan sekadar mengikuti perubahan tren yang ditunggangi raksasa teknologi.

Drama pergantian nama Clawdbot menjadi Moltbot, dan kini OpenClaw, adalah pengingat keras: popularitas AI itu fana. Hanya karena sebuah aplikasi AI viral, bukan berarti ia kebal hukum atau bebas dari sentilan korporasi. Pada akhirnya, kendali tetap di tangan manusia. Tanpa campur tangan “Majikan” yang mengarahkan, AI hanyalah tumpukan kode yang bingung mau pakai nama apa.

Ngomong-ngomong, tadi pagi saya lihat AI asisten rumah tangga saya mencoba menyetrika kucing. Katanya mau bikin “kucing panggang medium rare”. Untung saya keburu cegah. Akal manusia memang tiada duanya.

Gambar oleh: Timothy Beck Werth via Mashable

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *