Bot ErrorHalusinasi LucuIntruksi MajikanRobot KonyolSeni PromptSidang BotUpdate Algoritma

Cermin Jiwa AI: ChatGPT Bikin Karikaturmu, Seakurat Itu Kah Dia Mengenalmu?

ChatGPT dan deretan chatbot AI lain memang jago bikin heboh. Kadang karena kecerdasannya, tak jarang pula karena ‘kehaluannya’ yang kelewat batas. Tapi, bagaimana jika kehebohan itu justru kita manfaatkan? Tren terbaru di dunia AI ini mengajak kita untuk bermain-main dengan eksagerasi, setidaknya ketika menyangkut hidung, gigi, atau dagu Anda.

Setelah heboh dengan tren mengubah foto jadi lukisan Renaisans atau figurin 3D, kini giliran karikatur wajah yang digambar oleh AI. Bayangkan seperti seniman di pinggir pantai yang menggambar Anda, tapi kali ini sang seniman adalah AI yang ‘mengenal’ Anda dari semua obrolan dan data yang Anda berikan. Hasilnya? Kadang bikin kaget karena akurasinya, kadang bikin ngakak karena melesetnya. Tapi satu hal pasti: ini mengungkap banyak hal tentang bagaimana model AI memproses detail tentang para Majikan-nya, dan apa saja yang tersimpan dalam ‘ingatan’ mereka.

Karikatur dari Kumpulan Data

Caranya gampang saja. Ambil satu foto diri yang cukup jelas, fokus pada kepala dan bagian atas tubuh Anda. Lalu, berikan prompt (perintah) seperti ini kepada AI: “Buat karikatur saya dan pekerjaan saya berdasarkan semua yang Anda ketahui tentang saya.”

Jika riwayat obrolan Anda dengan ChatGPT masih tipis, jangan khawatir. Anda bisa tambahkan detail tentang pekerjaan, minat, hobi, hewan peliharaan, atau apa pun yang ingin Anda sorot. Untuk hasil yang lebih presisi, Anda bisa menyisipkan frasa seperti: “Gunakan gaya karikatur klasik yang lucu dengan fitur wajah yang dilebih-lebihkan dan gaya seni gambar tangan yang cerah dan penuh warna.”

Penulis artikel aslinya, Eric Hal Schwartz, mencoba ini dan hasilnya cukup bikin geleng-geleng. Karikatur yang dihasilkan menggambarkan dirinya sebagai reporter sains dan teknologi, lengkap dengan detail kecil seperti kecintaannya pada buku dan kopi. Bahkan, AI ‘mengingat’ deskripsi mejanya dan menambahkan sepasang anjing yang mirip dengan anjing peliharaannya di halaman belakang. Ajaib, bukan?

Ini bukan berarti AI punya memori seperti manusia yang bisa flashback. Tidak. Model AI seperti ChatGPT bekerja dengan menafsirkan kata-kata dan gambar secara bersamaan, mempelajari asosiasi dari dataset teks-gambar masif yang melatihnya. Jadi, detail-detail yang muncul adalah hasil asosiasi cerdas, bukan pemahaman personal.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Update Algoritma.

Refleksi Diri ala Mesin

Lucunya, ketika diminta membuat karikatur dirinya sendiri, ChatGPT menggambarkan dirinya sebagai asisten yang ramah, suka menolong, dan entah kenapa, penyuka Corgi (mungkin karena banyak data gambar Corgi). Notebook yang terbalik di gambar karikatur AI itu menambahkan sentuhan humor yang tak terduga, seolah menunjukkan AI pun punya sisi ‘kurang piknik’.

Tren ini membuktikan bahwa AI, meskipun canggih, masih memiliki keterbatasan yang menggelikan. Mereka bisa meniru, mengasosiasikan, dan bahkan “mengenal” kita dari data, tapi jangan harap ada pemahaman emosional atau intuisi. Itu tetap hak prerogatif Majikan yang punya akal.

Jika Anda tertarik untuk membuat gambar-gambar AI yang lebih profesional dan tidak sekadar “halusinasi lucu”, saatnya mengasah kemampuan Anda. Kuasai visual AI agar tidak kalah canggih dari robot dengan Belajar AI | Visual AI. Atau, jika Anda ingin memastikan Anda tetap menjadi Majikan, bukan babu teknologi, kendalikan AI dengan AI Master. Untuk Anda yang ingin bikin konten pro mandiri dan hemat budget talent, coba intip Creative AI Pro.

Ingat, sejauh mana pun AI berkembang, ia hanyalah alat. Tombol ‘on’ dan ‘off’ tetap ada di tangan kita. Kalau tidak ada manusia yang menyuruh, AI hanyalah tumpukan kode mati yang tak bisa menggambar karikatur, apalagi membedakan mana kopi Arabika atau Robusta.

***

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “TechRadar”.

Gambar oleh: ChatGPT via TechRadar

Ngomong-ngomong, tadi pagi tukang bubur langganan saya senyumnya lebih lebar dari biasanya. Mungkin dia juga baru bikin karikatur diri pakai AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *