CEO FL Studio Sentil LinkedIn dan Tolak Gantikan Kreativitas Manusia: “AI Itu Kurang Piknik!”
Di tengah kepungan tren di mana setiap CEO perusahaan teknologi merasa wajib menyisipkan istilah kecerdasan buatan di setiap helat napasnya,
Read MoreSebab AI Hanyalah Alat, Kaulah Majikan yang Punya Akal.
Sebab AI Hanyalah Alat, Kaulah Majikan yang Punya Akal.
Mempertanyakan moralitas AI dan batasan-batasan yang harus ditaati oleh kode program agar tetap berpihak pada manusia.
Di tengah kepungan tren di mana setiap CEO perusahaan teknologi merasa wajib menyisipkan istilah kecerdasan buatan di setiap helat napasnya,
Read MoreTiba-tiba saja, asisten digital yang biasanya Anda gunakan untuk merapikan draf email kantor yang berantakan kini ingin ikut duduk di
Read MoreBayangkan Anda memiliki asisten rumah tangga yang baru bekerja dua hari. Tanpa permisi, dia mengambil foto-foto pribadi di ruang tamu
Read MoreSebagai majikan yang dikaruniai akal sehat, kita tentu sudah kenyang dengan kelakuan kecerdasan buatan (AI) yang sering kali kelewat kreatif
Read MoreBayangkan Anda menyewa seorang asisten rumah tangga yang rajin setengah mati, tetapi kaku setengah hidup. Dia bisa merapikan tempat tidur
Read MoreBayangkan Anda membeli sebuah pemanggang roti karena melihat iklannya yang sangat estetik: roti terpanggang sempurna di tengah taman bunga sakura,
Read MoreManusia, sebagai entitas berakal yang memegang kendali penuh atas teknologi, kini disuguhi realitas baru yang cukup menggelitik: sales-sales digital kita,
Read MoreSudah rahasia umum bahwa para pembuat iklan mulai memperlakukan kecerdasan buatan layaknya asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku—disuruh menyapu
Read MoreSebagai majikan yang waras dan dibekali akal sehat, kita tentu paham bahwa mata adalah jendela jiwa, sedangkan dompet adalah sasaran
Read MoreSebagai penguasa tertinggi atas teknologi, kita harus memahami satu aturan hidup yang paling mendasar: secerdas apa pun alat yang kita
Read More