AI MobileKonflik RaksasaSidang BotUpdate Algoritma

Apple Bakal Bikin Sopir Ngobrol Sama ChatGPT di CarPlay: Siri Sudah Kadaluarsa, Saatnya Robot Genit Beraksi!

Kabar gembira sekaligus mengkhawatirkan bagi para Majikan di jalanan! Apple dikabarkan sedang menyiapkan pembaruan revolusioner untuk CarPlay yang memungkinkan kita menggunakan chatbot pihak ketiga favorit, mulai dari ChatGPT, Claude, hingga Gemini. Lupakan Siri yang selama ini kerap ‘budek’ atau ‘sok tahu’ itu, sebentar lagi kokpit mobil Anda akan diisi oleh suara-suara robot yang lebih… personal. Pertanyaannya, apakah ini tanda kemajuan peradaban atau justru era di mana kita makin malas berpikir?

Menurut laporan dari Bloomberg, Apple sedang menggarap integrasi chatbot AI pihak ketiga langsung ke dalam CarPlay. Ini berarti, tak perlu lagi repot-repot menyentuh iPhone untuk memerintah ChatGPT membaca ringkasan berita pagi atau meminta Gemini memutarkan playlist galau Anda. Interaksi suara akan menjadi jembatan utama, membuat pengalaman berkendara terasa lebih “cerdas”. Namun, ada tapinya. Apple sebagai majikan yang tak mau tahtanya digeser begitu saja, dikabarkan tidak akan membiarkan kita mengganti tombol Siri atau perintah suara utama untuk mengaktifkan asistennya. Jadi, para majikan tetap harus “menekan tombol” aplikasi chatbot pilihan secara manual. Para pengembang memang bisa menyetel aplikasi mereka untuk langsung masuk mode suara, tapi ini tetap menunjukkan bahwa kendali penuh ada di tangan Apple. Kabar ini datang tidak lama setelah Apple sendiri mengumumkan bahwa Google Gemini akan menjadi otak di balik pembaruan Siri tahun ini. Ironis, bukan? Siri yang katanya cerdas, tapi masih butuh suntikan doping dari pesaing.

Di satu sisi, ini adalah langkah maju dalam membuat teknologi lebih adaptif. Bayangkan, perjalanan jauh tak lagi membosankan dengan teman ngobrol virtual yang serba tahu. Tapi, mari jujur. Bisakah chatbot ini benar-benar menggantikan akal sehat seorang pengemudi? Apakah AI akan mengerti nuansa humor sarkas kita saat terjebak macet, atau malah menyarankan rute putar balik ke masa lalu? AI itu rajin, sangat rajin, tapi kaku. Ia tak punya insting, tak punya empati, apalagi akal sehat yang esensial di jalan raya. Kita bisa meminta mereka memutar musik, mencari restoran terdekat, atau bahkan bercerita lucu. Tapi jangan harap mereka bisa memprediksi pengendara motor tiba-tiba nyelonong atau merasakan frustrasi saat bensin menipis di tengah antrean panjang. Untuk hal-hal krusial, akal majikan manusialah yang harus tetap memegang kemudi, bukan menyerahkan sepenuhnya pada algoritma yang kadang masih “kurang piknik”.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Bahkan, Apple sendiri dikabarkan sedang mengembangkan perangkat AI seukuran AirTag, menunjukkan bahwa mereka juga bereksperimen dengan bentuk AI yang lebih mandiri, meski kita tahu perangkat kecil itu pun pasti akan punya keterbatasannya.

Untuk para Majikan yang ingin lebih dari sekadar pengguna pasif, menguasai AI adalah kunci. Jadikan robot-robot ini bawahan Anda, bukan sebaliknya. Pelajari cara memerintah mereka dengan presisi agar hasilnya sesuai keinginan Anda. Ikuti program AI Master dan buktikan bahwa kaulah penguasa, bukan babu teknologi!

Jadi, apakah ini adalah era di mana mobil kita akan dipenuhi oleh “asisten cerdas” yang bisa melakukan segalanya, ataukah hanya sekadar pembaruan minor yang membuat Siri terlihat sedikit lebih modern? Satu hal yang pasti, tanpa jari-jemari Majikan yang menekan tombol, dan akal sehat yang memegang kendali, robot-robot itu hanyalah tumpukan kode mati yang tak tahu arah.

Kalau AI sudah bisa nyetir sendiri, kira-kira bisa nggak ya disuruh belanja ke pasar tanpa lupa beli cabai rawit?

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Bloomberg via The Verge”.

Gambar oleh: Screenshot: Apple via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *