Etika MesinKonflik RaksasaLogika PenguasaSidang Bot

Apple Mau Bikin ‘Dukun’ AI Berbayar? Proyek Pelatih Kesehatan Mereka Malah Butuh “Cek Kesehatan”!

Selamat datang, para Majikan AI! Kali ini, kita akan membahas kabar terbaru dari Apple yang konon sedang pusing tujuh keliling dengan proyek ambisius mereka: seorang pelatih kesehatan bertenaga AI. Kabarnya, proyek yang digadang-gadang bakal bikin hidup lebih sehat ini, malah lagi sakit dan butuh ‘cek kesehatan’ sendiri. Kok bisa?

Menurut laporan Bloomberg, raksasa teknologi berlogo buah apel ini sedang memikirkan ulang rencana besarnya untuk memperkenalkan pelatih kesehatan virtual bertenaga AI. Proyek yang di internal Apple dikenal sebagai “Mulberry” ini, awalnya diharapkan bisa menggabungkan semua fitur AI terkait kesehatan menjadi satu paket lengkap, layaknya asisten pribadi yang siap sedia memantau kondisi tubuh Anda. Namun, sepertinya robot mereka masih perlu banyak sekolah.

Alih-alih meluncurkan ‘dukun’ AI serbaguna, Apple kini dikabarkan akan memecah proyek ini menjadi fitur-fitur individual yang akan dirilis secara bertahap. Ingat fitur deteksi sleep apnea di Apple Watch atau tes pendengaran di AirPods? Nah, itu contohnya. Jadi, jangan harap robot bisa langsung jadi ‘dokter’ pribadi Anda dalam semalam. Mereka masih butuh dibimbing, Majikan!

Perubahan strategi ini, menurut sumber Bloomberg, tak lepas dari campur tangan Eddy Cue, kepala layanan veteran Apple, yang kini mengawasi proyek-proyek teknologi kesehatan. Selain itu, tekanan dari kompetitor juga jadi bumbu penyedap drama ini. Sebut saja Oura dan Peloton yang sudah duluan meramaikan pasar kesehatan, ditambah raksasa teknologi lain seperti Google dan OpenAI yang bahkan sudah meluncurkan ChatGPT Health. Tentu saja, Apple tidak mau ketinggalan kereta, tapi mereka juga tak mau terburu-buru hingga akhirnya “tercebur” dalam proyek yang kurang matang.

Ini adalah pengingat penting: AI hanyalah alat, secerdas apa pun algoritmanya, akal manusia tetap penguasa tertinggi. Khususnya dalam urusan kesehatan, mengandalkan robot seutuhnya tanpa sentuhan manusia bisa jadi resep bencana. Bayangkan jika AI salah mendiagnosis flu biasa sebagai penyakit langka, atau merekomendasikan olahraga ekstrem padahal sendi Anda lagi ngilu karena kebanyakan rebahan. Robot memang rajin, tapi kadang kurang piknik dan akalnya belum sefleksibel manusia.

‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’

Apple sendiri dikabarkan sempat membangun studio untuk aplikasi layanan kesehatan yang diperbarui, lengkap dengan instruksi virtual dan video, serta integrasi dengan perangkat Apple yang sudah ada. Ada kemungkinan, beberapa konten dan perangkat lunak tersebut akan tetap dirilis, namun tidak dalam satu paket besar. Ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan sebesar Apple pun perlu waktu untuk benar-benar memahami bagaimana mengintegrasikan AI dengan bijak, apalagi untuk hal sepenting kesehatan. Jangan sampai niatnya bantu, malah bikin tambah pusing.

Persaingan di dunia teknologi kesehatan ini memang panas. Setiap perusahaan berlomba-lomba menghadirkan solusi tercanggih, tapi terkadang lupa bahwa sentuhan kemanusiaan tak bisa digantikan. Terkadang, AI malah bisa “halusinasi” dan memberikan informasi yang menyesatkan, terutama di bidang kesehatan. Ini membuktikan bahwa kita sebagai Majikan harus tetap kritis dan tidak mudah terbawa janji manis robot.

Bagi Anda yang ingin mengendalikan AI agar tidak jadi “babu” teknologi, kami punya AI Master. Program ini akan membantu Anda memahami cara kerja AI dan memaksimalkannya untuk kebutuhan Anda, sehingga Anda tetap menjadi Majikan yang punya akal, bukan sekadar penonton di era digital ini.

Intinya, sehebat apa pun robot, ia tetap butuh tombol ‘ON’ dan ‘OFF’ dari manusia. Tanpa akal sehat dan bimbingan kita, AI hanyalah tumpukan kode mati yang tak punya arah. Dan kalau Anda bertanya apa bedanya kecerdasan AI dan kecerdasan mantan? Kalau AI bisa di-reset, kalau mantan… yah, sudahlah.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di Bloomberg.
Gambar oleh: Apple via CNET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *