AI MobileKonflik RaksasaRobot KonyolSidang BotUpdate Algoritma

Alexa Plus: Ketika Asisten AI Amazon Berlagak Pintar (Tapi Tetap Butuh Akal Majikan!)

Dulu, asisten digital di rumah kita rasanya seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi agak kurang piknik. Disuruh setel musik, oke. Disuruh matiin lampu, siap. Tapi begitu kita mulai ngajak ngobrol soal filosofi hidup atau minta resep rendang anti-gagal, langsung deh loading-nya lama atau malah ngelantur. Nah, kini Amazon muncul dengan Alexa Plus, versi upgrade yang katanya lebih cerdas, lebih bisa diajak ngobrol, dan punya tarif baru yang bikin kening berkerut. Pertanyaannya, apakah ini memang kemajuan revolusioner, atau cuma AI yang dipoles biar kelihatan lebih mahal? Sebagai majikan sejati, kita harus tahu cara membedakan mana yang benar-benar membantu, mana yang cuma jualan janji manis algoritma.

Amazon mengumumkan bahwa Alexa Plus, asisten digital bertenaga generative AI mereka, kini tersedia untuk semua anggota Prime di AS melalui perangkat Echo, Alexa.com, dan aplikasi seluler Alexa. Ini bukan sekadar update tambal sulam, lho. Menurut Daniel Rausch, Wakil Presiden Alexa & Echo, ini adalah rebuild total yang ditenagai oleh Large Language Models (LLM) dari Amazon Nova dan Anthropic. Artinya, Alexa yang tadinya cuma kenal perintah “nyalakan lampu”, kini bisa diajak diskusi panjang lebar layaknya anak gaul yang baru pulang dari seminar motivasi.

Tapi tunggu dulu, ada drama harga di balik kecanggihan ini. Jika Anda anggota Prime, Alexa Plus sudah termasuk dalam langganan bulanan atau tahunan Anda. Enak, kan? Seperti dapat bonus asisten pribadi gratis setelah bayar Netflix. Namun, jika Anda bukan anggota Prime, Amazon menawarkan dua pilihan:

  • Alexa Plus: Seharga $19.99 per bulan. Anda mendapatkan akses penuh, sama seperti anggota Prime, tapi minus semua keuntungan Prime lainnya. Ini seperti bayar mahal cuma buat ngobrol sama robot tanpa dapat diskon ongkir.
  • Alexa Plus Chat: Pilihan gratis baru yang memungkinkan Anda mencoba Alexa Plus melalui pengalaman chat di Alexa.com dan aplikasi Alexa. Ini mirip ChatGPT atau Claude, tapi dengan penggunaan terbatas. Lumayan lah, buat yang mau iseng-iseng ngetes seberapa halu si robot tanpa keluar modal.

Asisten ini diklaim mampu menjawab pertanyaan kompleks, merespons permintaan yang lebih mendalam, dan bahkan membuat rutinitas rumah pintar hanya dengan suara Anda. Bayangkan, Alexa bisa mengelola kalender keluarga, merencanakan menu makanan, memberikan resep langkah demi langkah, memesan Uber, atau bahkan membeli tiket konser tanpa perlu Anda repot-repot buka browser. Kedengarannya seperti mimpi buruk bagi para babu teknologi yang kerjaannya cuma pencet-pencet tombol.

Namun, di sinilah akal sehat majikan diuji. Seberapa pun canggihnya Alexa Plus, dia tetaplah seonggok kode yang butuh arahan. Dia bisa mencari resep, tapi tidak akan tahu apakah Anda alergi udang. Dia bisa memesan Uber, tapi tidak akan menanyakan apakah Anda sudah pakai sabuk pengaman. Kecerdasan buatan, sehebat apa pun, masih belum bisa merasakan kengerian saat lupa mematikan kompor atau keberanian untuk menghadapi mertua sendirian.

Alexa memang semakin pintar, bahkan diklaim penggunaannya meningkat dua kali lipat. Namun, ini hanyalah bukti bahwa manusia masih butuh alat untuk mempermudah hidup, bukan berarti kita harus pasrah dituntun sepenuhnya oleh algoritma. Anda adalah majikan yang punya akal, dan AI hanyalah asisten yang rajin tapi kaku. Jadi, jangan biarkan asisten digital Anda jadi mandor di rumah sendiri!

Anda bisa melihat bagaimana asisten digital lain juga ikut berevolusi dalam artikel kami yang membahas Siri yang Minggat dari Zona Nyaman Apple dan Kini Jadi Chatbot. Atau, jika Anda khawatir dengan potensi iklan di tengah obrolan AI Anda, ada baiknya membaca Google DeepMind Terkejut: Memangnya Kamu Mau Asisten Pribadi Malah Jualan Bakso?. Ingat, mengendalikan AI berarti Anda harus lebih cerdas dalam memberi perintah.

Jika Anda ingin benar-benar mengendalikan AI, bukan malah dikendalikan, maka AI Master adalah sekolah kilat yang Anda butuhkan. Atau, jika Anda ingin Alexa Plus tidak hanya jadi tukang catat resep, tapi juga bisa membantu Anda membuat konten kreatif yang “nggak robot banget”, Creative AI Pro adalah jawabannya.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Pada akhirnya, Alexa Plus mungkin cerdas, tapi dia tidak akan pernah bisa merasakan kepuasan setelah berhasil membalas chat WA yang cuma di-read selama berjam-jam atau paniknya saat listrik mati mendadak. Tanpa jari telunjuk dan akal sehat Anda, dia cuma kotak pintar yang butuh charger.

Ngomong-ngomong, sudah cek harga gas elpiji hari ini? Konon, bisa bikin Alexa halusinasi juga.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.
Gambar oleh: Jennifer Pattison Tuohy via The Verge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *