Karier AIMesin UangSidang BotSoftware SaaS

AI Investasi: Sterling Stock Picker, Robot Cerdik atau Cuma Bikin Kamu Makin Malas Mikir?

Dulu, investasi saham itu butuh intuisi tajam, riset mendalam, dan sedikit keberanian (atau kenekatan). Kini, datanglah Sterling Stock Picker, aplikasi bertenaga OpenAI yang menjanjikan ketenangan dalam berinvestasi. Seharga secangkir kopi mahal untuk langganan seumur hidup, robot ini siap jadi penasihat keuangan pribadimu. Tapi sebagai majikan yang berakal, kita perlu bertanya: apakah AI ini benar-benar asisten cerdas, atau hanya pemanis di laporan keuangan yang bisa membuat kita terlena?

Sterling Stock Picker hadir dengan ‘North Star Rating System’ yang katanya canggih, memandu kita untuk membeli, menjual, menahan, atau menghindari saham tertentu. Mereka bahkan punya ‘stock rockets’—perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan kuartalan di atas 50%—yang mudah diidentifikasi oleh si robot. Menarik, memang. Sebuah kuesioner singkat akan mempersonalisasi saran investasi sesuai nilai, tujuan, dan profil risiko Anda. Bahkan, ada opsi ‘Done-for-You Portfolio’ kalau Anda terlalu sibuk (atau malas) memutuskan sendiri.

Namun, di sinilah letak ‘sarkasme’ teknologi ini. Meskipun ditenagai oleh otak di balik ChatGPT, AI ini tetaplah alat. Dia bisa menganalisis data, mengidentifikasi pola, bahkan menyajikan ‘Finley’, asisten keuangan pribadi yang bisa menjawab pertanyaan Anda. Tapi Finley tidak akan pernah tahu gejolak emosi saat pasar ambruk, ia tak punya empati saat tabungan Anda tergerus, atau kebijaksanaan untuk melihat potensi di luar angka-angka yang disuguhkan algoritma. Membeli saham yang punya pertumbuhan 50% tentu terdengar menjanjikan di atas kertas. Tapi sejarah investasi penuh dengan ‘roket’ yang meledak di tengah jalan. Akal manusia, dengan kemampuannya untuk beradaptasi, mempertanyakan, dan bahkan melawan arus, tetap tak tergantikan. Ingat, robot tidak punya nyali untuk mengambil risiko yang terukur, hanya manusia yang bisa.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Mesin Uang.

Perangkat seperti Sterling Stock Picker ini bisa jadi alat bantu yang luar biasa, asalkan Anda, sang majikan, tetap memegang kendali penuh. Ini seperti memiliki asisten rumah tangga yang rajin membersihkan, tapi keputusan untuk mendekorasi ulang rumah tetap di tangan Anda. Robot bisa menghitung probabilitas, tapi tidak bisa merasakan ‘firasat’ yang terkadang justru menyelamatkan dompet Anda dari kehancuran. Untuk semakin memperkuat akal majikan Anda dalam menghadapi gempuran aplikasi keuangan cerdas, penting juga untuk memahami bagaimana aplikasi AI lainnya bisa membuat dompet tebal, bukan cuma janji manis robot. Simak ulasannya di artikel kami tentang Akal Majikan Unggul: Aplikasi AI Spendify Bikin Dompet Tebal, Bukan Cuma Janji Manis Robot!. Selain itu, jika Anda ingin tahu lebih jauh tentang bagaimana AI bisa menjadi “babu andal” dalam industri, jangan lewatkan artikel Pabrik Ngaku Cuan Berkat AI: CVector Raih Rp 78 Miliar, Bukti Nyata Robot Bisa Jadi Babu Andal (Asal Majikan Tahu Cara Menyuruh).

Jika Anda ingin menjadi majikan sejati yang menguasai AI untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk investasi, pertimbangkan untuk menjelajahi program seperti AI Master. Program ini akan membantu Anda mengendalikan AI, bukan sekadar menjadi pengguna.

Dengan investasi seumur hidup seharga $55.19 (dari harga normal $486) hingga 15 Februari, Sterling Stock Picker jelas menawarkan nilai yang menggiurkan. Ini diskon yang signifikan, nyaris 90%! Sebuah ‘deal’ yang terlalu manis untuk dilewatkan jika Anda ingin punya asisten investasi yang (lumayan) cerdas tanpa beban biaya langganan bulanan.

Pada akhirnya, Sterling Stock Picker adalah bukti bahwa AI adalah alat yang hebat untuk mengolah data dan memberikan rekomendasi. Tapi keputusan akhir, risiko yang diambil, dan tanggung jawab atas untung rugi, tetap ada di tangan Anda, sang majikan. Sebab AI hanyalah alat, kaulah majikan yang punya akal. Lagipula, robot belum bisa merasakan nikmatnya secangkir kopi panas di pagi hari sambil memelototi grafik saham yang fluktuatif.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Mashable”.
Gambar oleh: Pexels via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *