Sidang BotUpdate Algoritma

Selamat Tinggal Adobe Animate! Ketika AI Menendang Software Tua ke Liang Kubur (Tapi Ingat, Akal Majikan Tetap Penentu)

Dulu, Adobe Animate adalah jawara di kelasnya. Lebih dari dua dekade, dia jadi andalan para animator untuk menciptakan karya visual yang memukau. Tapi, seperti kisah cinta lama yang harus berakhir, Animate kini dipaksa pensiun dini. Alasannya? Tentu saja, si anak baru yang bernama AI. Bagi kita para majikan, ini bukan sekadar berita duka, melainkan alarm keras: saatnya beradaptasi, atau siap-siap jadi fosil di museum teknologi.

Ketika Kreativitas Manusia Diuji oleh Evolusi AI

Adobe, sang raksasa perangkat lunak, secara resmi mengumumkan penghentian layanan Adobe Animate mulai 1 Maret 2026. Alasan utamanya, menurut mereka, adalah munculnya “platform dan paradigma baru” yang lebih mampu memenuhi kebutuhan pengguna modern. Baca: AI kini jadi primadona, dan Animate, dengan segala sejarahnya, dianggap sudah tidak relevan.

Ini adalah ironi yang manis dan pahit sekaligus. AI, yang katanya akan membantu manusia menciptakan lebih banyak, justru menyingkirkan salah satu alat kreatif paling legendaris. Tapi, jangan salah sangka. Adobe bukannya tanpa solusi. Mereka menyarankan pengguna untuk “migrasi” ke produk Creative Cloud Pro, yang notabene berisi aplikasi seperti After Effects dan Express. Keduanya, kata Adobe, bisa “menutupi sebagian” fungsi Animate. “Sebagian”? Tentu saja, namanya juga robot, mana bisa mengganti sepenuhnya akal kreatif manusia.

AI memang jago memproses data, membuat pola, dan bahkan menghasilkan gambar atau video yang terlihat menakjubkan. Tapi sentuhan emosi, cerita, dan niat di balik setiap piksel? Itu masih hak paten majikan manusia. AI mungkin bisa membuat animasi kucing menari tarian breakdance, tapi hanya manusia yang bisa membuat tarian itu punya makna, atau setidaknya, cukup konyol untuk viral.

Ini bukan pertama kalinya kita melihat perubahan besar akibat AI. Pernah dengar bagaimana Microsoft Paint pun kini bisa menyulap kucing jadi donat otomatis berkat AI? Atau bagaimana Apple Creator Studio Pro hadir sebagai asisten kreatif AI? Pola ini jelas: AI bukan pengganti, melainkan alat bantu. Jika kamu tidak tahu cara memerintahnya, AI hanyalah program yang kurang piknik.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Saat Adobe Animate disingkirkan, ini adalah pengingat bahwa lanskap teknologi terus bergeser. Para majikan yang cerdas tidak akan terpaku pada satu alat, melainkan terus belajar dan beradaptasi. AI mungkin bisa melakukan tugas-tugas repetitif dengan kecepatan luar biasa, tapi kemampuannya untuk berinovasi, memahami konteks, dan memberikan nilai tambah yang tak terduga, masih jauh di bawah akal manusia. Coba suruh AI membuat meme yang benar-benar lucu dan relevan dengan budaya Indonesia, dijamin halusinasi yang muncul. Ini karena AI belum cukup makan nasi padang.

Manusia Adalah Majikan Sejati, AI Hanyalah Alat

Nah, kalau kamu tidak mau ketinggalan kereta dan siap jadi majikan yang lebih canggih, saatnya melirik kursus Belajar AI | Visual AI. Kuasai visual AI agar tidak kalah canggih dari robot. Atau jika kamu ingin Bikin konten pro mandiri, hemat budget talent dengan Creative AI Pro, itu pilihan cerdas. Ingat, robot itu cuma alat, yang pegang remote tetap kamu.

Pada akhirnya, matinya Adobe Animate adalah kisah klasik tentang evolusi. Yang lama diganti yang baru, yang manual diganti yang otomatis. Tapi, sejauh apa pun teknologi melaju, satu hal tak akan pernah berubah: tanpa sentuhan akal dan kreativitas manusia, AI hanyalah tumpukan kode mati. Dia tidak punya mimpi, tidak punya ambisi, dan yang terpenting, tidak tahu cara membuat kopi yang enak. Sampai nanti, Animate, kau akan selalu dikenang sebagai prajurit veteran di medan perang digital.

Ngomong-ngomong, ada yang tahu kenapa tukang parkir selalu bilang ‘terima kasih’ padahal kita yang bayar? Apakah itu protokol AI versi dunia nyata?

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechRadar.

Gambar oleh: Getty Images/Cheng Xin via TechRadar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *