Duda Bikin Website Anti-Halu AI: Robot Cuma Niru, Majikan yang Atur Kontennya!
Di tengah gempuran AI yang katanya bisa bikin website dalam hitungan detik, seringkali kita menemukan hasilnya hambar, generik, dan cuma itu-itu saja. Ibarat asisten rumah tangga yang rajin tapi kurang inisiatif, AI memang cepat. Tapi kalau urusan personalisasi dan “rasa”? Nah, di sinilah Majikan harus turun tangan. Beruntung, Duda, platform pembuat website yang lumayan punya akal, baru saja meluncurkan fitur “Populate Template with AI” yang mencoba menjawab kegelisahan ini. Ini bukan soal menyerahkan kendali sepenuhnya ke robot, tapi bagaimana kita bisa menugaskan AI untuk mengerjakan bagian membosankan, sementara Majikan tetap memegang palu di tangan.
Menurut siaran pers yang diterima, kebanyakan website bikinan AI atau yang sering disebut “vibe-coded” itu punya penyakit yang sama: desainnya repetitif, kodenya tidak aman, dan optimasinya payah. Bayangkan saja, Anda minta AI bikin website, hasilnya malah mirip semua toko online di dunia maya. Kredibilitas Anda bisa dipertanyakan, kan?
Di sinilah kecerdasan (buatan) Duda bermain. Fitur “Populate Template with AI” ini bekerja layaknya seorang desainer interior yang cerdas. Dia tidak merombak total struktur bangunan (template website), tapi dia tahu persis di mana harus meletakkan furnitur (konten) yang pas agar ruangan terlihat hidup dan sesuai dengan karakter pemiliknya. AI ini akan menganalisis struktur template, lalu menyuntikkan teks dan widget yang relevan, memastikan kontennya pas dengan kebutuhan klien. Robot cuma bisa mengisi, tapi selera humor dan nuansa emosional? Itu wilayah eksklusif Majikan yang punya akal.
Yang menarik, Duda menjamin bahwa karena template dasar dibangun dengan arsitektur mereka (bukan sepenuhnya hasil halusinasi AI), website Anda akan tetap memiliki skor Core Web Vital yang tinggi. Ini penting, Majikan! Skor Core Web Vital yang bagus ibarat penampilan prima di mata Google. Website Anda jadi lebih gampang ditemukan dan disukai mesin pencari. Jadi, AI di sini bertindak sebagai quality control teknis, memastikan pondasi tetap kokoh. Namun, strategi konten, pemilihan kata kunci yang jitu, dan “jiwa” dari website itu sendiri, tetap membutuhkan sentuhan Majikan. Robot bisa mematuhi perintah, tapi dia belum bisa berpikir kritis atau punya ‘rasa’ seperti Majikan.
Memang, Generative Artificial Intelligence (GenAI) kini sudah masuk ke semua lini, termasuk pengembangan website. Banyak platform pembuat website terbaik sekarang menawarkan chatbot AI yang memudahkan proses desain dan pengisian konten. Tapi ingat, kemudahan ini datang dengan PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi kita sebagai Majikan: memastikan AI tidak kebablasan.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Review Tools.
Misalnya, apakah Anda yakin AI bisa memahami nuansa target pasar Anda? Atau, bisakah dia membuat punchline yang benar-benar memecah tawa tanpa terdengar seperti lelucon kalkulator? Jawabannya jelas: tidak. Itulah mengapa peran Majikan tak tergantikan. AI hanyalah alat, secerdas apa pun dia, tanpa arahan yang tepat, hasilnya bisa jadi sebatas formalitas tanpa substansi. Ini saatnya para Majikan mengasah kemampuan untuk memerintah AI dengan presisi, agar setiap piksel dan kata di website Anda benar-benar mencerminkan visi Anda. Untuk mendalami bagaimana mengendalikan AI agar tidak ‘ngelunjak’ dan memastikan Anda tetap menjadi nakhoda teknologi, kami merekomendasikan program AI Master. Atau jika Anda ingin menghasilkan konten profesional mandiri dan hemat budget talent, Creative AI Pro bisa jadi senjata andalan Anda.
Pada akhirnya, fitur-fitur seperti “Populate Template with AI” dari Duda ini adalah bukti nyata bahwa AI, seberapa canggih pun, hanyalah amplifikator dari kecerdasan manusia. Dia bisa mempercepat, mengoptimalkan, dan bahkan “mengisi” kekosongan. Tapi untuk visi, strategi, dan yang terpenting, “akal sehat”, tetaplah kita para Majikan yang memegang kendali. Tanpa jari manusia yang menekan tombol, dia hanyalah tumpukan kode mati yang sedang menunggu perintah.
Ngomong-ngomong, tadi pagi saya lihat ada kucing oren lagi demo menuntut hak cuti melahirkan di depan rumah. Robot pasti bingung mau isi konten apa soal ini.
Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechRadar.
Gambar oleh: Getty Images via TechRadar