Diskon Gila-gilaan Samsung Buds FE, JBL, dan Kindle: Ketika Robot Jualan Murah, Akal Majikan Jangan Sampai Tumpul!
Para Majikan AI sekalian, bersiaplah! Di tengah riuhnya kabar tentang AI yang katanya akan mengambil alih segalanya, ternyata ada kabar gembira dari dunia gadget: diskon besar-besaran! Samsung Galaxy Buds FE, JBL Flip 7, hingga Kindle Paperwhite siap mengisi lumbung teknologi Anda dengan harga yang bikin dompet tersenyum lebar. Ini bukan sembarang obral, melainkan peluang bagi para majikan cerdas untuk melengkapi amunisi digital tanpa perlu jadi ‘babu diskon’ yang impulsif. Ingat, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan nilai dan manfaatnya tetaplah akal sehat Anda.
Mari kita mulai dengan si mungil yang bertenaga, Samsung Galaxy Buds FE. Dengan potongan harga $30, kini Anda bisa mendapatkannya hanya dengan $69.99. Harga ini, menurut para pengamat data (yang mungkin juga dibantu AI, tapi tetap disaring manusia), adalah yang terbaik sejak Agustus lalu. Tentu, Buds FE ini memang bukan model terbaru yang paling “ngebut” dengan fitur wireless charging atau multipoint support, yang seringkali menjadi mantra para penggemar gadget.
Namun, apakah kita benar-benar butuh semua itu? Bagi sebagian majikan, yang penting adalah suara jernih, peredam bising yang bisa diandalkan (baterai tahan 6 jam dengan ANC aktif, atau 8 jam tanpa ANC—cukup untuk mendengarkan keluhan robot selama jam kerja), dan fitur ‘game mode’ untuk pengalaman tanpa lag. Poin plusnya? Desain ‘wing tip’ ala Galaxy Buds Plus yang legendaris, memastikan earbud ini betah di telinga, tidak seperti janji manis AI yang seringkali menguap begitu saja. Dan kontrol sentuh yang lebih ‘bodoh-proof’ juga membuat Anda tidak perlu jadi ahli bedah jari untuk sekadar pause atau skip lagu. Untuk penawaran earbud lainnya yang tidak kalah menguntungkan, cek juga artikel kami tentang AirPods Pro 3 Diskon Gede: Saatnya Akal Majikan Beraksi, Bukan Cuma Jadi Babu Diskon!
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Gizi Digital.
Selanjutnya, untuk Anda yang gemar berpetualang atau sekadar ingin speaker yang tangguh di samping kolam renang, ada JBL Flip 7. Diskon $65 membuatnya kini hanya $84.95. Speaker ini menawarkan ketahanan IP68 yang berarti tahan air dan debu—lebih dari cukup untuk menahan cipratan kopi saat Anda stres dengan halusinasi AI. Menariknya, JBL juga menyematkan teknologi AI Sound Boost untuk mengoptimalkan output akustik secara real-time. Klaimnya, suara jadi tidak pecah di volume tinggi. Hebat, bukan? Sebuah algoritma AI kini belajar bagaimana caranya tidak membuat suara cempreng. Mungkin selanjutnya mereka akan mengajarkan AI untuk tidak terlalu cempreng saat memberi saran hidup.
Di sisi lain, tidak semua produk yang mengusung embel-embel “AI” serta merta jadi superior. Misalnya, apakah AI Sound Boost ini benar-benar membuat perbedaan signifikan bagi telinga manusia yang punya akal, atau hanya sekadar gimik cerdas untuk menjual produk? Ini kembali lagi ke pengalaman dan selera masing-masing majikan. Seperti halnya menyuruh asisten AI menulis puisi, hasilnya mungkin sempurna secara sintaks, tapi belum tentu menyentuh hati. Kadang, sentuhan manusia jauh lebih berharga daripada kecerdasan buatan yang kaku. Untuk memahami lebih jauh bagaimana manusia bisa mengungguli robot dalam dunia teknologi, Anda bisa membaca Ponsel Android Terbaik 2026: Saatnya Jadi Majikan Fitur AI, Bukan Babu Spek Semata!.
Jika Anda sedang berburu ponsel Android yang powerful tanpa harus menggadaikan ginjal, OnePlus 15R 256GB bisa jadi pilihan. Dengan bonus kartu hadiah $100, harganya $699.99. Memang, ponsel ini tidak punya wireless charging dan kameranya tidak akan memenangkan penghargaan fotografi. Tapi, ia ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan punya daya tahan baterai luar biasa—bisa bertahan ‘berhari-hari’ dalam sekali cas. Ini adalah contoh sempurna bahwa spesifikasi di atas kertas memang penting, tapi cara Anda sebagai majikan menggunakan fitur tersebut jauh lebih krusial. Buat apa punya kamera paling canggih jika Anda hanya memotret daftar belanjaan? Atau wireless charging jika Anda selalu lupa menaruhnya di pad pengisi daya?
Terakhir, untuk para kutu buku atau mereka yang ingin mengurangi tumpukan majalah kertas, ada Kindle Paperwhite generasi terbaru. Versi ‘like-new’ (alias bekas rasa baru) ini dijual $114.99, hemat $46 dari harga aslinya, lengkap dengan garansi setahun. Layar 7 inci 300ppi yang luas, kontras tajam, dan cahaya depan yang bisa disesuaikan, serta sertifikasi IPX8 (tahan air, jadi aman kalau kehujanan saat baca di teras), membuatnya jadi pilihan ideal. Gadget ini membuktikan bahwa kadang, teknologi terbaik itu bukan yang paling ‘pintar’ dengan AI-nya, melainkan yang paling fungsional dan andal untuk kebutuhan dasar kita. AI mungkin bisa menulis ringkasan buku, tapi tidak bisa menggantikan sensasi membolak-balik halaman digital di bawah sinar matahari sore.
Melihat berbagai penawaran menarik ini, jelas bahwa pasar teknologi selalu bergerak dinamis. Namun, jangan sampai Anda terbuai oleh gemerlap diskon dan embel-embel ‘AI’ yang semakin gencar. Ingatlah, bahwa AI hanyalah alat, kaulah majikan yang punya akal. Untuk memastikan Anda selalu jadi majikan yang bijak dalam memilih dan menggunakan teknologi, bukan hanya sekadar mengikuti tren, kami merekomendasikan Anda untuk memperdalam pengetahuan dan skill di platform AI Master. Di sana, Anda akan belajar cara mengendalikan AI, bukan dikendalikan olehnya. Karena yang pintar itu bukan robot, tapi yang memerintah robot.
Pada akhirnya, apakah itu earbud canggih, speaker tangguh, ponsel bertenaga, atau e-reader yang menenangkan, semua perangkat ini bergantung pada satu hal: Anda, sang majikan. Tanpa sentuhan, keputusan, dan akal sehat Anda, semua ini hanyalah kumpulan silikon, kabel, dan kode mati yang tidak berarti. Jadi, mari kita terus berbelanja cerdas, menggunakan teknologi bijak, dan selalu ingat siapa yang memegang kendali. Bukan robot, melainkan Anda.
Ngomong-ngomong, tadi pagi saya hampir menukar remote TV dengan ponsel karena bentuknya mirip. Untungnya akal sehat saya masih berfungsi, walaupun kadang suka khilaf.
Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “The Verge”
Gambar oleh: The Verge via TechCrunch