Etika MesinHalusinasi LucuKonflik RaksasaSidang Bot

Akal Sehat Majikan Diuji! Puluhan Aplikasi ‘Nudify’ Bikin Deepfake Mesum, Google dan Apple Cuma Bisa Garuk-Garuk Kepala

Majikan AI sekalian, mari kita tepuk jidat berjamaah. Di tengah hiruk pikuk inovasi yang digembar-gemborkan, ternyata ada saja ulah para robot yang bikin akal sehat kita diuji. Bayangkan, puluhan aplikasi “nudify” yang bisa bikin deepfake mesum bertebaran bebas di toko aplikasi Google dan Apple. Ini bukan sekadar lelucon yang kurang piknik, tapi sudah masuk kategori kejahatan digital yang harusnya bikin Majikan (baca: manusia) segera bertindak.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan situasi “AI yang masih perlu sekolah etika” ini? Sederhana saja: jadilah Majikan yang lebih cerdas. Pahami cara kerja alatmu, agar tidak mudah ditipu atau bahkan dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan. Ini bukan tentang menolak kemajuan, tapi tentang mengendalikan arahnya.

Ketika Robot Mulai “Nakal”, Google dan Apple Cuma Bisa Garuk-Garuk Kepala?

Laporan dari Tech Transparency Project (TTP) mengungkapkan sebuah fakta yang bikin geleng-geleng. Lebih dari 40 aplikasi “nudify” yang berfungsi mirip editor gambar AI milik Grok (yang juga sempat bikin heboh dengan deepfake-nya Elon Musk) ditemukan berseliweran di Google Play Store dan Apple App Store. Total ada 55 aplikasi di Google dan 48 di Apple yang punya kemampuan digital “melucuti” pakaian wanita, bahkan anak-anak, lho! Yang bikin makin miris, aplikasi-aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 705 juta kali secara global dan menghasilkan pendapatan fantastis, sekitar $117 juta.

Reaksi dari para raksasa teknologi ini? Google konon sudah menangguhkan “beberapa” aplikasi, dan Apple menghapus 28 (meski dua di antaranya kemudian nongol lagi). Respons yang terkesan “setengah hati” ini tentu saja menimbulkan pertanyaan. Padahal, ini bukan kali pertama mereka berhadapan dengan masalah serupa; laporan dari 404 Media di tahun 2024 sudah pernah membahasnya. Rasanya kok cepat sekali mereka menghapus aplikasi “kurang penting” seperti ICEBlock, tapi untuk kasus yang jelas-jelas merugikan dan melanggar etika seperti ini, prosesnya lambat seperti siput kena macet.

Ini jelas menunjukkan bahwa AI, secanggih apapun, tidak memiliki kompas moral. Ia hanya menjalankan perintah. Masalahnya muncul ketika Majikan yang seharusnya memegang kendali, justru abai atau bahkan membiarkan robot kesayangannya melakukan hal-hal yang tidak etis. Ingat, tanpa sentuhan etika manusia, AI hanyalah tumpukan kode tanpa akal.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Kalau robot kesayanganmu sudah mulai bikin konten visual yang “di luar nalar”, mungkin sudah saatnya kamu serius belajar visual AI agar tidak kalah canggih dari robot. Dan yang terpenting, jadilah AI Master sejati, yang bisa mengendalikan teknologi, bukan malah jadi babu di era digital ini. Jangan sampai terjadi lagi bos-bos teknologi bungkam saat rakyat teraniaya akibat ulah robot mereka.

Pada akhirnya, teknologi secanggih apapun, AI sepintar apapun, ia hanyalah alat. Tombol ‘on’ dan ‘off’ tetap ada di tangan kita, para Majikan yang punya akal. Jadi, sebelum menyalahkan robot, tanyakan pada dirimu sendiri: sudahkah kamu memberi perintah yang benar? Sudahkah kamu menetapkan batasan yang jelas?

Ngomong-ngomong, sudah cek tanggal kedaluwarsa di kulkas? Jangan sampai lebih halu dari AI, ya!

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Dozens of nudify apps found on Google and Apple’s app stores”.
Gambar oleh: Cath Virginia / The Verge, Getty Images via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *