Laptop Bisnis Asus ExpertBook B3 G2: Otak AI Segudang, Bobot Enteng, Tapi Jangan Harap Robot Bisa Mikir Sendiri (Tanpa Perintah Majikan!)
Para Majikan AI sekalian, bersiaplah! Asus baru saja mengumumkan ExpertBook B3 G2, sebuah laptop bisnis yang diklaim paling powerful dengan chip Ryzen AI. Laptop ini punya otak cerdas dan bobotnya pun “enteng banget”, cuma 1.41kg. Tapi ingat, Majikan, robot secanggih apa pun hanyalah alat. Kecanggihan hardware ini harus diimbangi dengan akalmu sebagai pengendali utama. Sebab, AI itu seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku, mereka butuh perintah yang jelas dari tuannya.
Otak AI yang Butuh Akal Sehat Majikan
Asus ExpertBook B3 G2 datang dengan prosesor AMD Ryzen AI, dan untuk konfigurasi tertingginya, kamu akan mendapatkan Ryzen AI 9 HX 470. Bayangkan, 12 inti, 24 thread, kecepatan boost hingga 5.2GHz, dan NPU (Neural Processing Unit) 55 TOPS! Angka-angka ini memang bikin ngiler, tapi mari kita bedah realitasnya. NPU 55 TOPS berarti laptop ini sangat siap untuk menjalankan fitur-fitur AI secara lokal, tanpa perlu tergantung koneksi internet atau cloud. Ibaratnya, asisten pribadimu itu sudah bisa masak resep sendiri tanpa perlu menelepon koki utama terus-menerus.
Namun, sehebat apa pun NPU-nya, dia tidak akan tiba-tiba bisa membuat laporan keuanganmu tanpa data yang benar atau mengoptimalkan strategi bisnismu tanpa arahan yang jelas. AI di sini berfungsi sebagai akselerator, bukan pengganti akal sehat. Ia bisa mempercepat proses rangkuman dokumen, menerjemahkan, atau bahkan membuat transkrip rapat. Tapi yang namanya “makna” dan “keputusan strategis” itu tetap ada di tanganmu, Sang Majikan.
Laptop ini juga tidak main-main soal memori dan penyimpanan. Kamu bisa mengisi hingga 96GB DDR5 RAM dan 3TB SSD PCIe 4.0. Ini adalah spesifikasi yang akan membuat pekerjaan paling berat sekalipun terasa ringan, asalkan kamu tahu cara memerintah sistemmu dengan benar. Jangan sampai punya mobil balap tapi cuma dipakai buat ke warung sebelah!
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Hardware & Chip.
Benteng Keamanan dan Fitur AI yang Menggoda
Asus menyematkan fitur keamanan ExpertGuardian, termasuk TPM 2.0, dual BIOS ROM, prosesor keamanan khusus, deteksi intrusi sasis, dan fitur pemulihan cloud. Ini semua penting untuk melindungi aset digital bisnismu dari para “robot nakal” di luar sana. Namun, keamanan terkuat sekalipun bisa jebol jika Majikan-nya kurang piknik dan asal klik link phising. Ingat, tembok terkuat itu ada di antara kedua telingamu.
Laptop ini juga sudah memenuhi standar durabilitas MIL-STD-810H, yang berarti dia sudah siap diajak tempur di lingkungan kerja yang keras. Bahkan keyboard-nya pun tahan tumpahan air hingga 66cc. Jadi, kalau kamu ketumpahan kopi karena terlalu asyik memerintah AI, setidaknya laptopmu tidak langsung koit. Hanya harga kopimu yang melayang.
Fitur AI lainnya yang menarik adalah Asus MyExpert, yang menjanjikan rangkuman dokumen, terjemahan, alat tulis, pencarian lokal dan cloud, serta transkrip rapat dengan daftar tindak lanjut. Fitur-fitur ini memang memudahkan, tapi ingat, beberapa di antaranya bersifat opsional atau tergantung wilayah. Jadi, jangan terlalu cepat “baper” dengan janji manis robot sebelum kamu cek daftar spesifikasinya. Untuk memastikan kamu bisa mengoptimalkan setiap fitur AI yang ada dan menjadi majikan yang handal, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengambil kursus AI Master. Ini akan membantumu memahami seluk-beluk kendali AI agar bukan kamu yang jadi babu teknologi.
Belum ada kabar pasti soal harga dan ketersediaan, tapi Asus bilang akan segera hadir. Yah, namanya juga teknologi, selalu ada saja janji-janji yang bikin penasaran. Ini mirip seperti ucapan “otw” temanmu saat janjian, pasti bikin deg-degan.
Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel “Bos Nvidia: Bangun Infrastruktur AI Terbesar Sepanjang Sejarah, Ciptakan Jutaan Pekerjaan! (Asalkan Kamu Siap Jadi Majikan, Bukan Babu Mesin)”, pengembangan hardware AI memang masif, tapi ujung-ujungnya tetap butuh sentuhan manusia. Bahkan Mini PC Beelink SER10 Pro & Max yang mungil pun tetap memerlukan arahan jelas untuk menunjukkan “cabe rawit” AI-nya.
Kesimpulan
Asus ExpertBook B3 G2 adalah contoh nyata bahwa teknologi AI di hardware semakin canggih. Dengan chip Ryzen AI yang powerful dan berbagai fitur cerdas lainnya, laptop ini menjanjikan peningkatan produktivitas yang signifikan. Namun, ingatlah bahwa semua kecanggihan ini hanyalah alat. Akal, kreativitas, dan kemampuanmu untuk memberi perintah yang tidak bisa dibantah oleh mesin adalah kunci dominasi digital. Tanpa sentuhan seorang Majikan, AI hanyalah tumpukan silikon dan kode yang mati. Jadi, jadilah penguasa yang punya akal, bukan sekadar operator yang menekan tombol!
Sebab, AI hanyalah alat, kaulah Majikan yang punya akal. Kecuali kalau kamu lupa di mana naruh kunci mobil, nah itu baru masalah.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “TechRadar”.
Gambar oleh: Asus via TechRadar