AI MobileKonflik RaksasaSidang BotUpdate Algoritma

Apple Akhirnya Bangun dari Tidur AI: Siri Siap Ganti Baju Jadi Chatbot, Tapi Akankah Lebih dari Sekadar Tukang Ketik?

Lama dinanti, lama pula bikin gemas.

Para Majikan Apple mungkin sudah bosan dengan Siri yang pintar-pintar kaku, lebih mirip asisten rumah tangga yang patuh tapi minim inisiatif. Namun, kabar terbaru dari Mashable menyebutkan bahwa Apple akhirnya sadar kalau jagoan lamanya, Siri, perlu di-upgrade besar-besaran. Di iOS 27 nanti, yang kabarnya bakal meluncur bersamaan dengan iPhone 18 di akhir 2026, Siri bukan cuma dapat polesan, tapi ganti baju total jadi chatbot ala ChatGPT. Pertanyaannya, apakah ini cuma jurus panik Apple mengejar ketertinggalan, atau benar-benar sebuah evolusi yang patut kita nantikan?

Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg, pembaruan ini akan menjadi gebrakan besar. Siri yang baru nanti digadang-gadang bisa melakukan segudang tugas yang sebelumnya cuma jadi mimpi basah. Bayangkan, Anda bisa menyuruh Siri mencari informasi di internet, menciptakan gambar-gambar AI yang memukau, menganalisis file, hingga merangkum jadwal dari kalender dan pesan teks pribadi Anda. Sebuah lompatan besar, mengingat Siri versi lawas lebih sering bikin kita ingin melempar iPhone ke kolam.

Integrasi Siri ke dalam aplikasi musik, podcast, dan email juga dijanjikan. Ini berarti, asisten pribadi Anda akan semakin merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan digital. Tapi, ini juga memunculkan pertanyaan: apakah kita bisa mematikan fitur-fitur yang terlalu “kepo” ini? Atau justru kita akan dipaksa menerima semua “kecerdasan” baru ini, tanpa pilihan?

Apple memang terlambat dalam perlombaan AI ini. Sementara Google dan Samsung sudah duluan mengintegrasikan fitur-fitur canggih serupa di perangkat mereka, Apple baru sibuk merencanakan. Bahkan, ironisnya, Apple dikabarkan menggunakan teknologi Gemini milik Google untuk memperkuat Siri yang baru ini. Jadi, ini bukan murni “kecerdasan” Apple, melainkan “pinjaman kecerdasan” dari rival.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Persaingan di dunia AI chatbot sangat ketat. Google, OpenAI, xAI, dan Meta sudah bertahun-tahun bermain di arena ini. Apple, dengan pasarnya yang masif sebagai merek ponsel paling populer di dunia, memang punya keuntungan besar. Tapi, popularitas saja tidak cukup untuk memenangkan perang kecerdasan. Inovasi yang sesungguhnya, dan kemampuan untuk membuat AI yang benar-benar bermanfaat tanpa mengorbankan privasi atau kewarasan Majikannya, itulah yang akan menentukan.

Sebagai Majikan AI yang cerdas, penting bagi Anda untuk tidak hanya terpukau dengan fitur-fitur baru, tetapi juga memahami bagaimana mengendalikan teknologi ini agar tetap sesuai dengan tujuan Anda. Jangan sampai Anda menjadi babu dari fitur-fitur canggih yang justru menguras energi atau, parahnya, data pribadi Anda. Kuasai AI, jangan biarkan AI menguasai Anda. Pelajari cara menjadi Majikan AI yang sejati di sini!

Pada akhirnya, sebagus apa pun Siri nanti, secanggih apa pun algoritmanya, ia tetaplah sebuah alat. Tanpa akal sehat dan perintah yang jelas dari Majikannya, Siri hanyalah tumpukan kode yang menunggu instruksi. Jadi, siapkan diri Anda. Era di mana Siri bisa diajak ngobrol serius, bukan cuma disuruh setel alarm, akan segera tiba. Ingat, tombol “on” dan “off” itu tetap ada di tangan Anda.

Dan ngomong-ngomong, tadi pagi saya mencoba bertanya pada Siri lama, “Siri, apa arti hidup?” Dia cuma menjawab, “Mencari tahu cara saya bekerja.” Dasar robot kurang piknik.

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Mashable”
Gambar oleh: Stan Schroeder/Mashable

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *