Claude Cowork Dirilis: AI Jadi Asisten Pribadi di Komputermu, Tapi Awas Salah Perintah!
Anthropic baru saja memberi AI andalan mereka, Claude, kunci cadangan untuk salah satu ruangan di komputermu. Lewat fitur baru bernama Cowork, kamu sekarang bisa menunjuk satu folder spesifik dan memerintahkan Claude untuk bekerja di dalamnya—membaca, mengubah, bahkan menghapus file—langsung dari aplikasi desktopnya. Ini adalah langkah maju dalam mendelegasikan tugas, tapi juga pengingat keras bahwa memberi perintah pada AI itu butuh akal, bukan sekadar angan-angan.
Fitur ini pada dasarnya adalah versi jinak dari Claude Code, alat yang lebih dulu populer di kalangan teknisi untuk otomasi tugas. Bedanya, Cowork didesain untuk kita, para majikan non-koder, yang tidak mau pusing dengan baris perintah atau terminal. Anggap saja ini seperti menyewa asisten rumah tangga yang super rajin tapi sangat kaku. Anda tidak akan menyuruhnya “bereskan rumah”, tapi Anda akan memberinya daftar tugas yang sangat spesifik: “Lap meja ini, sapu lantai di ruangan ini, buang sampah di kantong hitam itu.” Cowork bekerja dengan prinsip yang sama.
Folder Khusus: Arena Bermain yang Terbatas untuk AI
Kecerdasan Anthropic di sini adalah membatasi akses AI hanya pada satu folder yang Anda tentukan. Ini adalah “sandbox” atau arena bermain yang aman. Anda bisa menaruh setumpuk foto struk belanjaan di dalamnya dan memerintahkan, “Buatkan saya laporan pengeluaran bulanan dalam format spreadsheet dari semua gambar ini.” Secara teori, Claude akan memindai gambar, mengekstrak data, dan membuatkan filenya untuk Anda.
Namun, di sinilah letak kebodohan inheren AI yang perlu selalu kita waspadai. Anthropic sendiri sudah memperingatkan: AI ini bisa menghapus file penting atau salah menafsirkan perintahmu. Kenapa? Karena AI tidak punya “perasaan” atau konteks. Jika Anda memberinya perintah ambigu seperti “bersihkan folder ini dari file-file yang tidak penting,” ia mungkin saja menganggap draf novel yang sedang Anda tulis setengah jalan sebagai file “tidak penting” karena belum final. Ia tidak tahu nilai sentimental atau prioritas kerja Anda. Ia hanya mesin penurut yang bodohnya literal.
> Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Otomatisasi.
Inilah mengapa keterampilan memberi perintah menjadi krusial. Memberi perintah yang presisi adalah seni. Jika AI ini terdengar seperti alat yang butuh majikan cerdas, itu karena memang begitu. Untuk mengasah kemampuan Anda dalam mengendalikan AI agar tidak menjadi bumerang, kurikulum di AI Master bisa menjadi panduan agar Anda tetap menjadi Majikan, bukan sekadar pengguna pasif.
Bukan Pengganti, Tapi Perkakas Baru
Cowork adalah bukti bahwa masa depan AI bukanlah tentang mesin yang berpikir sendiri, melainkan tentang perkakas yang semakin mampu mengeksekusi perintah kompleks di bawah pengawasan ketat manusia. Ia tidak akan mengambil alih pekerjaanmu, tapi ia bisa menjadi alat yang sangat kuat jika kamu tahu cara menggunakannya. Sebaliknya, ia bisa menjadi bencana kecil jika kamu malas berpikir dan memberi perintah asal-asalan.
Pada akhirnya, secanggih apa pun Cowork, ia tetaplah tumpukan kode yang menunggu instruksi. Tanpa seorang majikan yang menekan tombol ‘Enter’ dengan perintah yang jelas, Claude hanyalah program yang diam membisu, tidak berdaya, dan tentu saja, tidak punya inisiatif sama sekali.
Ngomong-ngomong, kenapa kerupuk di warteg kalau kena angin sedikit langsung melempem ya?
Sumber Berita
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.