PS5 Pro Mahal dan Ngawur Gara-Gara AI? Sony Ancam Dompet Gamer, Akal Majikan Wajib Mikir Keras!
Dulu, harga konsol game ibarat janji manis kekasih: seiring waktu pasti turun. Tapi kini, sepertinya Sony punya janji yang beda. Alih-alih makin murah, harga PlayStation 5 dan PS5 Pro justru melonjak naik. Majikan di seluruh dunia, bersiaplah! Dompet Anda akan diuji keras.
Sony, dalam pengumuman resminya di blog PlayStation, dengan halus menyalahkan “kondisi ekonomi saat ini” atas kenaikan harga yang efektif mulai 2 April ini. Nah, bagi kita yang punya akal, ini bukan sekadar alasan klasik. Ini adalah indikasi kuat bahwa Tuan Donald Trump dengan kebijakan tarifnya yang ‘kreatif’ dan ‘perlombaan senjata’ AI global yang tak ada habisnya, kini ikut campur tangan dalam harga konsol kesayangan kita.
AI, si robot yang katanya pintar itu, ternyata punya nafsu makan chip yang luar biasa. Permintaan yang gila-gilaan ini membuat harga komponen elektronik meroket, dan konsol game pun ikut terseret. Jadi, kalau dulu AI cuma bikin kita pusing karena halusinasi jawabannya, sekarang AI bikin dompet kita halu karena harganya yang tak masuk akal. Ini bukan lagi soal efisiensi, tapi inflasi!
Kenaikan harga ini bukan yang pertama. Setelah kenaikan Agustus lalu, kini perangkat-perangkat PlayStation ini harganya melambung $150 hingga $200 lebih mahal dari harga peluncuran. PlayStation Portal pun ikut naik menjadi $249.99. Xbox juga tak ketinggalan, sudah duluan menaikkan harga tahun lalu. Hanya Nintendo Switch 2 yang masih santai, tapi kita tahu diri: cepat atau lambat, dia pasti ikut irama.
Berikut daftar harga baru PS5 di AS:
- Base PS5: $649.99
- PS5 Digital Edition: $599.99
- PS5 Pro: $899.99
Ini jelas bukan skenario normal di dunia game. Sepanjang sejarah peradaban konsol, harganya selalu turun seiring waktu, bukan sebaliknya. Perusahaan biasanya merilis revisi hardware yang lebih murah agar semakin banyak orang bisa ikut berpesta game. Tapi, berkat tarif dan si robot pintar yang haus chip, tradisi itu kini cuma tinggal kenangan. AI memang alat yang canggih, tapi ia tidak punya empati terhadap anggaran belanja Anda.
Majikan yang cerdas tidak akan pasrah begitu saja. Ini saatnya memahami bagaimana teknologi, bahkan yang paling menjanjikan sekalipun, bisa memengaruhi kantong kita. Jangan sampai Anda hanya jadi penonton drama harga ini. Harga RAM PC Naik Gila-gilaan Karena AI: HP Pasrah, Konsumen Kena Getahnya! Siapa Majikan Sebenarnya? Memahami rantai pasok dan dampak teknologi adalah kunci agar Anda tetap memegang kendali.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Perlombaan membangun infrastruktur AI raksasa memang menjanjikan jutaan pekerjaan baru, seperti yang sering diutarakan para petinggi teknologi. Tapi ingat, pekerjaan itu membutuhkan majikan yang punya akal, bukan sekadar babu mesin yang manut harga. Anda bisa lebih mendalaminya di artikel: Bos Nvidia: Bangun Infrastruktur AI Terbesar Sepanjang Sejarah, Ciptakan Jutaan Pekerjaan! (Asalkan Kamu Siap Jadi Majikan, Bukan Babu Mesin). Kuasai AI, jangan biarkan AI menguasai dompet Anda. Jadilah Majikan, bukan korban inflasi.
Sebab AI hanyalah alat, ia tidak punya nurani untuk membatalkan kenaikan harga. Keputusan tetap ada di tangan manusia, sang Majikan. Jadi, siapa yang akan Anda salahkan jika besok harga tahu tempe ikut naik gara-gara AI sibuk menghitung jumlah cabe yang paling efisien?
Dapatkan kendali penuh atas teknologi, bukan sekadar mengikuti arus. Dengan AI Master, Anda akan menguasai AI, memastikan ia bekerja untuk tujuan Anda, termasuk menghemat anggaran belanja. Jangan jadi babu teknologi, jadilah Majikan sejati!
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Mashable”.
Gambar oleh: Phil Barker/Future Publishing via Getty Images via Getty Images