PS5 Semakin Mahal, Salah AI? Saatnya Majikan Punya Strategi, Bukan Sekadar Main Game!
Jika Anda termasuk golongan ‘majikan’ yang beruntung membeli PlayStation 5 seharga $500 saat diluncurkan pada tahun 2020, anggaplah itu adalah investasi terbaik Anda. Sebab, harga konsol kesayangan kita ini tidak akan pernah semurah itu lagi. Sony baru saja mengumumkan kenaikan harga untuk konsol PS5 di hampir semua pasar global utama, termasuk AS, mulai 2 April.
Dalam postingan blog resminya, Sony dengan santun menyalahkan “kondisi ekonomi saat ini” sebagai biang keladi kenaikan harga. Namun, para majikan yang punya akal pasti langsung paham: ini adalah kode keras bahwa Sony sedang menunjuk jari pada dua ‘monster’ yang tak terlihat: kebijakan tarif Donald Trump (yang entah kenapa terus menghantui pasar) dan yang lebih krusial, “perlombaan senjata AI global” yang sedang menguras pasokan dan menaikkan harga semua komponen elektronik.
Ini bukan lagi sekadar inflasi biasa, Majikan. Ini adalah anomali. Sepanjang sejarah, harga konsol game cenderung turun seiring waktu, bukan malah melonjak. Perusahaan biasanya merilis revisi hardware yang lebih murah agar lebih banyak orang bisa ikut ‘ngegame’. Tapi, berkat kebijakan tarif dan nafsu tak terbatas AI, tradisi itu kini hanya tinggal kenangan.
Coba bayangkan, AI itu seperti asisten rumah tangga yang sangat rajin tapi punya hobi makan chip. Ia tidak punya dompet, jadi siapa yang bayar tagihan katering chip-nya yang selangit? Tentu saja, kita, para majikan. Permintaan akan chip untuk melatih model AI raksasa sangat besar, sampai-sampai menguras pasokan yang seharusnya bisa dipakai untuk konsol game atau perangkat elektronik lainnya. Akibatnya? Harga komponen naik, dan kita yang harus menanggung biaya.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Seperti yang pernah kami bahas, harga RAM PC juga naik gila-gilaan karena AI, membuat konsumen kena getahnya. Bahkan, Nvidia pun sampai menunda peluncuran VGA gaming demi memenuhi ‘nafsu’ AI, membuat para gamer gigit jari. Ini adalah bukti nyata bahwa AI, meski hanya alat, punya dampak riil pada ‘kantong’ kita. Ia tidak punya niat jahat, ia hanya menjalankan perintah yang diberikan manusia, dan dalam konteks ini, perintahnya adalah ‘makan semua chip yang ada’.
Kenaikan harga baru untuk PS5 di AS adalah sebagai berikut:
- Base PS5: $649.99
- PS5 Digital Edition: $599.99
- PS5 Pro: $899.99
Ini belum termasuk kenaikan harga PlayStation Portal yang juga melonjak menjadi $249.99. Totalnya, perangkat ini bisa $150 hingga $200 lebih mahal dari harga peluncuran. Bahkan, konsol Xbox juga sudah lebih dulu mengalami kenaikan harga tahun lalu. Hanya Nintendo Switch 2 yang (masih) aman, tapi kita tahu, tak ada yang abadi di dunia inflasi ini.
Daripada pasrah jadi babu teknologi yang makin mahal, kuasai AI dengan program AI Master. Jadilah Majikan yang mengendalikan alat, bukan sebaliknya. Atau, jika Anda ingin menghemat budget di tengah badai inflasi ini, belajar Creative AI Pro bisa jadi solusi untuk membuat konten berkualitas tanpa perlu bayar mahal lagi.
Jadi, PS5 naik harga bukan karena AI jahat, tapi karena manusia yang belum menemukan cara mengendalikan nafsu AI dan pasar global. Ingat, robot itu cuma tumpukan kode mati tanpa jempol manusia yang menekan tombol. Kaulah Majikan yang Punya Akal.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Mashable”.
Gambar oleh: Phil Barker/Future Publishing via Getty Images via Getty Images