Konflik RaksasaSidang BotStrategi StartupUpdate Algoritma

AI Makin Kecil, Dompet Makin Tebal? Multiverse Computing Bikin Raksasa AI Kelihatan ‘Boros Kuota’!

Di tengah kegalauan para bos perusahaan yang mulai pusing tujuh keliling memikirkan biaya komputasi AI yang membengkak bak tagihan listrik rumah orang kaya, munculah secercah harapan dari Spanyol. Ya, Multiverse Computing, startup yang selama ini agak malu-malu kucing, kini berani unjuk gigi dengan solusi AI super ringkas mereka. Mengapa ini penting bagi Anda, sang Majikan AI? Karena ketika robot makin boros, akal manusialah yang harus mencari jalan ninja!

Bayangkan saja, default perusahaan swasta sudah mencapai angka 9,2%—rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Firma VC Lux Capital bahkan sampai menyarankan perusahaan yang mengandalkan AI untuk memastikan komitmen kapasitas komputasi mereka tertulis di atas kertas. Kenapa? Karena di tengah ketidakstabilan finansial rantai pasok AI, janji manis di bibir saja tidak cukup. Nah, di sinilah Multiverse Computing menawarkan ‘jalan lain’ yang lebih hemat: berhenti bergantung pada infrastruktur komputasi eksternal!

AI Lokal: Solusi Akal Sehat untuk Dompet yang Kritis

Multiverse Computing membuktikan bahwa model AI yang lebih kecil, yang bisa berjalan langsung di perangkat Anda tanpa perlu pusat data, tanpa penyedia cloud, dan tanpa risiko pihak ketiga, kini sudah cukup cerdas untuk dipertimbangkan. Mereka berhasil mengompres model dari lab AI raksasa seperti OpenAI, Meta, DeepSeek, dan Mistral AI, lalu meluncurkannya dalam bentuk aplikasi dan portal API.

Aplikasi mereka, CompactifAI, yang namanya diambil dari teknologi kompresi kuantum mereka, adalah alat obrolan AI mirip ChatGPT. Bedanya? Aplikasi ini punya model Gilda yang sangat kecil sehingga bisa berjalan secara lokal dan offline. Ini artinya, data Anda tidak akan keluar dari perangkat, dan tidak perlu koneksi internet! Sebuah mimpi indah bagi para majikan yang peduli privasi, bukan?

Tapi, tunggu dulu. Seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kadang lupa diri, ada ‘tapi’-nya. Perangkat seluler Anda harus punya RAM dan penyimpanan yang cukup. Kalau tidak, aplikasi ini akan secara otomatis beralih ke model berbasis cloud melalui API. Sistem perpindahan otomatis ini dinamai Ash Nazg—nama yang pasti tidak asing bagi para penggemar Tolkien. Namun, saat beralih ke cloud, keunggulan privasinya pun hilang entah ke mana, seperti jejak kaki di pasir pantai.

Keterbatasan ini membuat CompactifAI belum sepenuhnya siap untuk adopsi massal. Menurut data dari Sensor Tower, aplikasi ini kurang dari 5.000 unduhan bulan lalu. Jelas, ini bukan target pasar mereka.

Target Sebenarnya: Para Majikan Bisnis!

Fokus utama Multiverse adalah bisnis. Mereka meluncurkan portal API self-serve yang memungkinkan pengembang dan perusahaan mengakses model-model terkompresi ini secara langsung. Fitur pemantauan penggunaan secara real-time adalah salah satu daya tarik utamanya. Mengapa? Karena selain potensi keuntungan dari penggunaan di ujung jaringan (on the edge), biaya komputasi yang lebih rendah adalah alasan utama mengapa perusahaan mempertimbangkan model yang lebih kecil sebagai alternatif LLM raksasa.

Lagipula, model-model kecil ini kini semakin tangguh. Baru-baru ini, Mistral memperbarui keluarga model kecilnya dengan meluncurkan Mistral Small 4, yang dioptimalkan untuk obrolan umum, coding, tugas-tugas agen, dan penalaran. Mistral juga merilis Forge, sebuah sistem yang memungkinkan perusahaan membangun model kustom, termasuk model kecil yang bisa disesuaikan komprominya.

Multiverse sendiri juga tak mau kalah. Model terkompresi terbaru mereka, HyperNova 60B 2602 (dibangun di atas gpt-oss-120b dari OpenAI), diklaim memberikan respons lebih cepat dengan biaya lebih rendah. Ini krusial, terutama untuk alur kerja coding agentic, di mana AI secara otomatis menyelesaikan tugas pemrograman multi-langkah yang kompleks. Ini membuktikan bahwa ‘otot’ AI tidak harus besar dan berotot, tapi bisa juga ramping dan lincah!

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Membuat model cukup kecil untuk beroperasi di perangkat seluler tetapi tetap berguna adalah tantangan besar. Apple Intelligence mengakalinya dengan menggabungkan model on-device dan model cloud. CompactifAI juga bisa mengarahkan permintaan ke gpt-oss-120b melalui API, tetapi tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa model lokal seperti Gilda memiliki keunggulan yang melampaui penghematan biaya. Dari Cloud ke Kantong: Startup AI ‘Quadric’ Buktikan AI Lokal Bisa Bikin Dompet Tebal, sama seperti Multiverse Computing, menunjukkan tren penting ini.

Bagi pekerja di bidang krusial, model yang dapat berjalan secara lokal dan tanpa terhubung ke cloud menawarkan lebih banyak privasi dan ketahanan. Namun, nilai yang lebih besar terletak pada kasus penggunaan bisnis yang dapat dibukanya — misalnya, menyematkan AI di drone, satelit, dan pengaturan lain di mana konektivitas tidak dapat dijamin. Bayangkan saja, Majikan, AI Anda bekerja mandiri di pelosok hutan atau di kedalaman laut, tanpa perlu jaringan!

Perusahaan ini sudah melayani lebih dari 100 pelanggan global, termasuk Bank of Canada, Bosch, dan Iberdrola. Dengan model AI yang makin efisien, potensi ekspansi mereka sangat besar, yang juga bisa membuka keran pendanaan lebih lanjut. Setelah berhasil mengumpulkan $215 juta dalam Seri B tahun lalu, kini mereka dirumorkan akan mengumpulkan €500 juta lagi dengan valuasi lebih dari €1.5 miliar. Sebuah bukti bahwa ‘akal’ yang efisien itu jauh lebih berharga daripada ‘otot’ yang besar dan boros!

Jadi, apakah Anda masih mau jadi babu teknologi yang terus membayar biaya komputasi membengkak ke raksasa-raksasa yang haus daya seperti yang disebutkan di artikel “Bos Nvidia: Bangun Infrastruktur AI Terbesar Sepanjang Sejarah”? Atau Anda ingin menjadi Majikan sejati yang tahu cara mengendalikan AI agar tetap efisien dan sesuai kebutuhan Anda? Dengan memahami cara kerja AI yang semakin terkompresi, Anda bisa menghemat sumber daya dan fokus pada inovasi yang ‘nggak robot banget’. Kuasai strategi ini agar Anda tetap menjadi penguasa, bukan hanya penonton di era digital. AI Master akan membimbing Anda menjadi Majikan yang sesungguhnya. Atau, jika Anda ingin agar strategi marketing Anda tidak terlihat seperti buatan robot yang kaku, Creative AI Marketing adalah senjata rahasia Anda!

Ingat, sebagus-bagusnya AI, ia hanyalah alat. Tanpa akal manusia yang menekan tombol, mengarahkan tujuan, dan mengevaluasi hasilnya, robot-robot pintar ini hanyalah tumpukan kode mati yang tak punya arti. Kaulah majikan yang punya akal, jangan biarkan mereka merajalela!

Tapi serius, saya masih penasaran, kenapa setiap kali saya pakai kaos kaki beda warna, hari itu selalu hujan deras?

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Multiverse Computing pushes its compressed AI models into the mainstream | TechCrunch”.
Gambar oleh: Thomas Fuller/SOPA Images/LightRocket via Getty Images via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *