Robotaxi Ganti Otak Pakai AI, Motional Janji 2026 Tanpa Sopir. Yakin Nggak Nyasar ke Gang Buntu?
Perusahaan patungan Hyundai dan Aptiv, Motional, baru saja mengumumkan rencana ambisius: meluncurkan layanan robotaxi sepenuhnya tanpa sopir di Las Vegas pada akhir 2026. Mereka menyebut ini sebuah “reboot” dengan pendekatan AI-first. Bagi kita para majikan, ini bukan sekadar berita mobil canggih. Ini adalah studi kasus sempurna tentang bagaimana korporasi raksasa mencoba melatih asisten digital yang super mahal, namun tetap saja kikuk.
Mari kita bedah situasinya. Sebelum janji muluk ini, Motional sedang di ujung tanduk. Mereka sudah telat dari janji sebelumnya, ditinggal salah satu penyandang dana (Aptiv), dan harus disuntik dana segar $1 miliar oleh Hyundai hanya untuk tetap bernapas. Belum lagi, mereka memangkas 40% karyawannya. Intinya, strategi lama mereka gagal. Sekarang, mereka bertaruh pada otak AI yang baru, berharap si mobil bisa lebih pintar.
Apa yang berubah? Motional beralih dari pendekatan robotika klasik yang penuh aturan kaku (jika A, maka B) ke model fondasi AI yang lebih terintegrasi. Bayangkan saja, dari asisten rumah tangga yang hanya bisa mengikuti daftar perintah, menjadi asisten yang mencoba “belajar” dari contoh. Tujuannya? Agar mobil ini lebih mudah beradaptasi di kota-kota baru dan lebih hemat biaya operasional. Kedengarannya hebat di atas kertas, bukan?
Tapi di sinilah kita sebagai majikan harus skeptis. Dalam uji coba yang disaksikan langsung oleh TechCrunch, mobil otonom ini memang menunjukkan kemajuan. Ia berhasil melewati area drop-off hotel yang ramai. Namun, saat berhadapan dengan satu mobil van kurir yang parkir sembarangan, performanya langsung menurun. Mobil AI canggih itu butuh waktu lama untuk berpikir dan bergerak sangat pelan, persis seperti robot yang kebingungan karena ada situasi di luar skenario latihannya.
Inilah kelemahan fundamental AI yang seringkali dilupakan: ia tidak punya akal, hanya punya data. AI tidak memiliki inisiatif atau intuisi sosial seperti manusia. Seorang sopir manusia akan dengan cepat membuat kontak mata, memberi isyarat tangan, atau bahkan membunyikan klakson pelan untuk mengatasi situasi seperti itu. AI? Ia hanya bisa menganalisis data sensor dan mencari referensi dari jutaan skenario yang pernah dipelajarinya, sebuah proses yang lambat dan kaku.
Melihat Motional berjibaku melatih ‘otak’ mobilnya, ini adalah pengingat bahwa AI yang paling canggih sekalipun butuh arahan yang benar. Entah itu memerintah robotaxi atau sekadar membuat AI menulis email, prinsipnya sama: kendali ada di tanganmu. Itulah inti dari pemahaman yang diajarkan di kelas AI Master, di mana kamu belajar menjadi majikan teknologi, bukan sebaliknya.
> Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Konflik Raksasa.
Jadi, apakah Motional akan berhasil di tahun 2026? Mungkin saja untuk rute-rute terbatas di Las Vegas. Tapi untuk dilepas di jalanan kota besar yang penuh kekacauan? Janji itu masih terasa seperti angan-angan. Mereka bisa menghabiskan miliaran dolar untuk mengganti otak mobilnya, tapi tanpa perintah dari para insinyur, tanpa data yang dikurasi manusia, dan tanpa ada yang menekan tombol ‘ON’, mobil itu hanyalah pajangan mahal.
Sebab AI hanyalah alat, kaulah majikan yang punya akal.
Ngomong-ngomong, kenapa kerupuk kalau masuk angin jadi alot ya?
Sumber Berita:
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.