Galaxy S26 dan S26 Plus: Upgrade Minor, Harga Naik? Saatnya Akal Majikan Diuji, Bukan Cuma Jadi Babu Samsung!
Selamat datang di acara tahunan Samsung Unpacked yang lagi-lagi… ya, begitulah. Kali ini, sorotan kita tertuju pada Galaxy S26 dan S26 Plus. Kabar buruknya, jangan berharap banyak inovasi hardware yang bikin melongo, kecuali Anda memang punya fetish pada angka prosesor atau sedikit penambahan kapasitas baterai. Kabar baiknya? Ini kesempatan sempurna bagi para Majikan AI untuk melatih akal mereka agar tidak mudah terbuai janji manis robot. Sebab, AI hanyalah alat, dan kitalah majikan yang punya akal, kan?
Menurut laporan dari The Verge, model dasar Galaxy S26 dan S26 Plus lebih mirip pembaruan perangkat lunak berbayar ketimbang lompatan teknologi yang signifikan. Sementara model Ultra mendapatkan fitur “Privacy Display” yang baru (dan ajaibnya tidak naik harga), kedua adiknya ini cuma kebagian fitur-fitur yang, jujur saja, bikin kita bertanya-tanya: “Ini smartphone baru, atau cuma patch update?”
Misalnya, ada fitur Audio Eraser yang konon bisa menghilangkan kebisingan latar belakang dari aplikasi pihak ketiga. Cukup menarik, memang. Ditambah lagi, ada integrasi Google Gemini AI yang dijanjikan bisa melakukan tugas “agentic” seperti memesankan Uber untuk Anda. Bayangkan, asisten pribadi Anda kini bisa memesan taksi terbang… atau setidaknya, taksi online. Ini adalah langkah maju, tentu saja. Namun, jangan terlalu senang dulu. Banyak dari fitur cerdas ini kemungkinan besar akan mampir juga ke model-model tahun sebelumnya melalui pembaruan sistem. Jadi, apakah Anda benar-benar membayar untuk “kecerdasan baru” atau hanya untuk hak pamer lebih awal?
Soal jeroan, tentu ada peningkatan chip. Di AS, S26 dan S26 Plus akan dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Galaxy. Di region lain? Nah, itu cerita lain. Hanya model Ultra yang kebagian chip Qualcomm tersebut. S26 Plus juga mendapatkan pengisian daya nirkabel yang sedikit lebih cepat (dari 15W menjadi 20W), dan S26 kebagian sedikit suntikan baterai dari 4.000mAh menjadi 4.300mAh. Ya, progres memang progres, tapi ini bukan sesuatu yang patut diceritakan ke anak cucu nanti. Desainnya pun, menurut laporan, tidak banyak berubah. Rasanya seperti melihat ponsel lama dengan stiker baru.
Dan ini dia bagian yang paling bikin jengkel para Majikan: Harganya naik! S26 sekarang dibanderol mulai dari $899, $40 lebih mahal dari opsi 256GB pada S25. Sementara S26 Plus melonjak menjadi $1.099 dari $999. Kenaikan harga ini disebut-sebut terkait dengan “situasi RAM” yang sedang bergejolak. Jika Anda masih bertanya-tanya kapan harga RAM akan mulai memengaruhi harga ponsel, nah, sepertinya kita sudah mendapatkan jawabannya, seperti yang pernah kami bahas dalam artikel Laptop 2026: Bukan Cuma Bikin Pekerjaanmu Beres, Tapi Juga Bikin Otak AI-mu Mikir Keras!.
Ini membuktikan bahwa di balik segala kemewahan dan kecerdasan buatan, ponsel tetaplah sebuah alat yang terikat pada hukum pasar. Fitur-fitur AI memang menggoda, tapi akal sehat Majikanlah yang akan menentukan apakah investasi ini sepadan. Ingat, robot bisa saja memesankan Uber untuk Anda, tapi hanya Anda yang tahu apakah dompet Anda cukup tebal untuk membayar argonya. Jika Anda ingin menguasai AI dan memastikan ia bekerja untuk Anda, bukan sebaliknya, pertimbangkan untuk mengasah kemampuan Anda di program AI Master.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Pada akhirnya, Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus memang menawarkan sedikit kemajuan di sana-sini. Tapi ingat, tanpa jemari Majikan yang menekan tombol, menggeser layar, dan memberi perintah yang jelas, ponsel cerdas ini hanyalah bongkahan kaca dan logam dengan tumpukan kode mati. Akal manusialah yang memberinya arti.
Omong-omong, tadi pagi saya mencoba menyuruh AI untuk membuatkan kopi. Hasilnya? Saya malah disuguhi artikel tentang sejarah biji kopi dan cara terbaik menanamnya. Robot memang masih perlu banyak piknik. Mungkin saya harus coba pakai blender saja, siapa tahu lebih cerdas.
Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.
Gambar oleh: Allison Johnson via The Verge