WordPress Kini Punya Asisten AI: Robot Siap Edit Website, Majikan Jangan Ketinggalan Akal!
Akhirnya tiba juga hari di mana WordPress, platform sejuta umat pembuat website, mulai “mensekolahkan” asisten AI-nya. Mulai hari Selasa ini, para majikan website bisa memerintah robot untuk mengedit, menerjemahkan, bahkan menciptakan gambar di situs mereka hanya dengan prompt. Kabarnya, AI ini bisa diajak ngobrol lewat sidebar editor atau fitur “block notes” terbaru WordPress 6.9, mirip asisten pribadi yang siap sedia (tapi mungkin lebih patuh, semoga saja).
Bagi majikan yang sudah malas mencet-mencet tombol atau lupa letak menu, fitur ini terdengar seperti surga. Bayangkan, cukup ketik “ubah font ini jadi Comic Sans biar lebih estetik” (jangan coba-coba ini), dan si robot langsung nurut. Atau, “buatkan gambar kucing terbang dengan latar belakang galaksi” menggunakan Google Nano Banana, dan hasilnya muncul di perpustakaan media Anda. Konon, situs yang dibangun dengan AI website builder WordPress tahun lalu sudah otomatis mengaktifkan fitur ini. Sedangkan sisanya? Ya, Anda harus mengaktifkannya sendiri di pengaturan situs, karena robot ini belum cukup cerdas untuk tahu keinginan Anda tanpa disuruh.
Tapi tunggu dulu. Sebelum kita terlalu euforia dengan kecerdasan buatan yang katanya bisa melakukan segalanya, mari kita tarik napas sejenak. Ingat, AI hanyalah alat. Dia rajin, cepat, dan kadang mengejutkan. Namun, apakah dia punya selera humor yang bagus? Apakah dia tahu betul nuansa branding situs Anda? Jangan sampai kita seperti koki yang punya banyak pisau tajam, tapi lupa bagaimana cara memotong bawang dengan benar. AI bisa jadi asisten yang hebat, tapi “akal” sejati dalam membangun dan mengelola website tetap ada di tangan Anda, sang majikan.
Misalnya, ketika Anda meminta AI membuatkan deskripsi produk, dia mungkin akan memberikan teks yang SEO-friendly dan enak dibaca. Namun, apakah teks itu memiliki sentuhan emosional atau gaya bahasa unik yang hanya Anda miliki? Mungkin tidak. Robot akan selalu berpatokan pada data dan pola yang telah dilatihnya, bukan pada intuisi atau pengalaman hidup yang tak terduga. Jadi, jangan terkejut kalau hasil gambar “kucing terbang” Anda malah terlihat seperti tikus kelaparan yang tersesat di langit malam. Itulah mengapa kita perlu terus mengasah seni prompting.
Bahkan untuk tugas sesederhana mengubah font atau membuat halaman baru, sentuhan manusia akan selalu krusial. AI mungkin bisa melakukan perubahan secara teknis, tapi apakah itu sesuai dengan visi jangka panjang atau estetika keseluruhan situs Anda? AI akan selalu butuh validasi dan arahan dari majikannya. Tanpa Anda, dia hanyalah tumpukan kode yang menunggu perintah, seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku, yang akan mengecat dinding dengan warna ungu terang jika Anda tidak spesifik.
Agar Anda tidak hanya menjadi babu teknologi yang menuruti semua halusinasi AI, tapi tetap menjadi majikan yang mengendalikan, ada baiknya Anda juga menguasai ilmu memerintah AI dengan benar. Produk seperti AI Master bisa membantu Anda memahami cara kerja AI agar Anda bisa memberinya perintah yang tidak bisa dibantah. Atau, jika Anda ingin AI membantu menghasilkan konten dan gambar yang lebih dari sekadar “standar”, Creative AI Pro adalah pilihan yang tepat untuk menghemat budget talent Anda.
Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.
Pada akhirnya, mau secanggih apa pun asisten AI WordPress ini, dia tetaplah “alat”. Tombol “on” dan “off” ada di tangan Anda, begitu juga akal sehat dan kreativitas yang tak terbatas. Ingat, AI tidak akan pernah bisa memutuskan apakah kopi Anda kurang manis atau tidak, itu masih tugas Anda.
Gambar oleh: WordPress via The Verge