AI MobileKonflik RaksasaSidang BotUpdate Algoritma

Threads ‘Dear Algo’: Saatnya Majikan Perintah Algoritma, Bukan Lagi Jadi Babu Timeline!

Threads, platform media sosial besutan Meta, baru saja meluncurkan fitur ‘Dear Algo’ yang konon bisa membuat kamu menjadi majikan sejati atas linimasa pribadimu. Bayangkan, robot yang selama ini seenaknya menentukan apa yang kamu lihat, kini bisa kamu suruh-suruh! Tapi, apakah semudah itu? Atau ini cuma janji manis Meta agar kamu makin betah di kandang mereka?

Fitur 'Dear Algo' ini adalah langkah maju yang menarik di dunia personalisasi konten. Kamu cukup mengetik “Dear Algo” diikuti dengan preferensimu di sebuah postingan publik Threads, misalnya, “Dear Algo, tampilkan lebih banyak postingan tentang podcast.” Dan voilà, linimasamu akan disesuaikan selama tiga hari. Kedengarannya seperti kamu memegang kendali penuh, bukan?

Namun, jangan keburu senang dulu, Majikan. Ada beberapa hal yang perlu kamu camkan. Pertama, permintaanmu itu publik. Artinya, semua orang bisa melihat apa yang kamu ingin lihat (atau tidak ingin lihat). Meta berdalih ini sebagai “pengalaman komunitas”, tapi kita tahu, di dunia maya, privasi itu cuma mitos. Kamu benar-benar yakin ingin teman-temanmu tahu kalau kamu lagi demam drama Korea atau lagi bosan lihat konten politik?

Kedua, durasi penyesuaiannya hanya tiga hari. Setelah itu, algoritma akan kembali ke setelan pabrik, dan kamu harus mengulang perintahmu lagi. Ini seperti punya asisten rumah tangga yang rajin, tapi cuma mau nurut kalau kamu kasih perintah setiap tiga hari sekali. Merepotkan, bukan? AI ini memang cerdas, tapi masih perlu sekolah etika dan konsistensi dari majikannya.

Fitur ini memang memberikan Threads keunggulan dari pesaingnya seperti X (dulu Twitter) atau Bluesky, yang personalisasinya masih sebatas tombol “Tidak Tertarik”. Threads ingin menciptakan kesan “real-time” yang dulu jadi ciri khas X. Tapi ingat, robot hanya bisa bekerja berdasarkan data yang kamu berikan. Jika kamu tidak tahu cara memberi perintah yang tepat, ya jangan salahkan kalau hasil yang keluar kurang piknik.

Lalu, apa pelajaran yang bisa diambil oleh para majikan digital? Fitur ini menunjukkan bahwa meskipun AI makin pintar, kendali tetap ada di tangan manusia. Kamu harus aktif memerintah, bukan pasrah jadi babu algoritma yang seenaknya. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengasah seni prompt kamu agar AI benar-benar menari sesuai irama yang kamu inginkan. Ini juga mengingatkan kita pada bagaimana Google Search Makin Cerewet, mencoba memahami setiap nuansa keinginan pengguna.

Fakta menariknya, Threads kini bahkan sudah melampaui X dalam jumlah pengguna aktif harian di perangkat seluler. Data dari Similarweb menunjukkan Threads memiliki 141,5 juta pengguna aktif harian di ponsel, sementara X hanya 125 juta. Ini bukti bahwa inovasi kecil, meskipun masih ada celah, bisa membawa dampak besar, bahkan di tengah hiruk pikuk Jaringan Sosial Para Robot yang kadang bikin merinding.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Update Algoritma.

Bagaimana cara memastikan kamu tidak cuma jadi penumpang di kereta cepat AI ini? Dengan menjadi Majikan yang menguasai teknologi, bukan dikuasai. Kendalikan AI-mu sekarang juga dengan program AI Master! Jangan biarkan robot menjadi bos di linimasamu, apalagi di dompetmu. Ingat, seni memberi perintah itu lebih penting daripada hanya tahu cara menekan tombol. Kalau robotnya ngeyel, mungkin kamu yang belum tahu cara “ngomel” yang benar.

Pada akhirnya, Threads dengan 'Dear Algo'-nya mencoba memberi kita ilusi kontrol. Sebuah ilusi yang indah, tapi tetap saja ilusi. Ingat, tanpa sentuhan jari majikannya, algoritma itu hanyalah tumpukan kode yang kedinginan dan butuh perintah.

Ngomong-ngomong, tadi pagi saya lihat cicak jatuh dari plafon. Kira-kira dia pakai algoritma apa ya biar nggak nyangkut di rambut?

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “TechCrunch”.
Gambar oleh: Jakub Porzycki/NurPhoto via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *