Sidang BotSoftware SaaSUpdate Algoritma

ChatGPT Kini Punya Mata, Laporan Penelitian Auto-Berhasil! (Tapi Ingat, Membaca Tetap Tugas Majikan Sejati)

OpenAI, sang pembuat ChatGPT, kembali dengan pembaruan yang (katanya) akan membuat hidup para majikan AI lebih mudah. Fitur “deep research” mereka kini dilengkapi penampil dokumen bawaan.

Ini artinya, laporan yang sebelumnya seperti gulungan papirus tanpa navigasi, kini punya daftar isi, sumber, dan tampilan layar penuh. Anda bisa membuka laporan dalam jendela terpisah dari obrolan, dengan daftar isi di kiri dan daftar sumber di kanan. ChatGPT akan menjelajahi web untuk menyusun laporan mendalam tentang topik pilihan Anda, dan kini Anda dapat memintanya fokus pada situs web atau aplikasi tertentu. Fitur ini juga memungkinkan Anda melacak kemajuan ChatGPT secara real-time, mengedit cakupan riset, atau menambahkan sumber baru saat chatbot membuat laporan. Setelah laporan selesai, Anda bisa mengunduhnya dalam berbagai format, termasuk Markdown, Word, dan PDF.

Pembaruan ini hadir lebih dulu untuk pengguna Plus dan Pro mulai hari ini, sementara pelanggan ChatGPT Go tier dan pengguna gratis akan merasakannya dalam beberapa hari ke depan.

Meskipun terdengar canggih, jangan lupakan bahwa AI itu ibarat asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku. Dia bisa menyajikan tumpukan laporan, tapi esensi, analisis kritis, dan validasi sumber tetap di tangan kita. Fitur ini mempermudah akses, bukan pemahaman. AI masih perlu “disuruh” untuk fokus pada situs tertentu, dan bahkan saat itu pun, bias data bisa saja muncul. Akal majikan tetap filter utama.

Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang untuk menyalin-tempel, memformat, atau bahkan membaca laporan AI yang berantakan. Fitur ini mencoba menjembatani jurang itu, membuatnya lebih “manusiawi” untuk dikonsumsi. Tapi, bisakah AI benar-benar memahami nuansa dan implikasi dari data yang ia kumpulkan? Tentu saja tidak. Ia hanya menyajikan, tugas “memasak” informasinya ada pada kita.

Jika Anda penasaran bagaimana OpenAI meramu semua kecerdasan ini dari balik layar, ada baiknya Anda membaca artikel kami tentang Dapur Rahasia OpenAI: Codex CLI, Loop Agen, dan Drama Kinerja AI. Atau, jika Anda khawatir dengan model bisnis di balik ChatGPT, kami juga pernah membahas Ketika ChatGPT Mulai Jualan: Robot Cerdas atau Salesman Lapar Cuan?

Untuk memastikan Anda tetap menjadi nakhoda, bukan sekadar penumpang, kuasai seluk-beluk AI dengan AI Master kami. Agar laporan hasil riset AI Anda tidak hanya dibaca, tapi juga bisa diubah menjadi konten profesional yang hemat budget talent dengan Creative AI Pro.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Pada akhirnya, ChatGPT dengan segala fitur barunya hanyalah perkakas yang makin dipoles. Tanpa akal sehat, arah, dan sentuhan kritis dari sang majikan, laporan penelitian AI cuma jadi tumpukan informasi mentah yang cantik tapi hampa makna. Ingat, robot bisa membaca dan merangkum, tapi hanya manusia yang bisa memahami dan menciptakan kebijaksanaan.

Setelah seharian berjibaku dengan laporan, kadang yang paling dibutuhkan adalah laporan cuaca yang jujur, bukan ramalan AI yang terlalu optimis tentang kemungkinan hari cerah saat hujan badai.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di The Verge.
Gambar oleh: The Verge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *