Sidang BotUpdate Algoritma

AI Suka Nge-Phishing? NordVPN Ngaku Bisa Ngerem! (Tapi Kamu Tetap Majikan, Kan?)

Bayangkan asisten rumah tangga AI Anda, yang rajinnya minta ampun, tiba-tiba mulai membisikkan “investasi kilat” lewat email mencurigakan. Nah, kurang lebih seperti itulah gambaran ancaman phishing yang makin canggih berkat ulah kecerdasan buatan. Kabar baiknya (atau buruknya, tergantung Anda melihatnya), NordVPN mengklaim perangkat anti-malware mereka cukup tangguh. Pertanyaannya, seberapa tangguh kita, sang majikan, menghadapi tipuan robot?

NordVPN Threat Protection Pro berhasil memblokir 92% situs phishing dalam uji coba independen AV-Comparatives. Uji coba ini melibatkan 15 produk yang “diserang” dengan 250 URL phishing terverifikasi antara 7 hingga 19 Januari. Antivirus lain seperti Avast Free Antivirus dan Norton Antivirus Plus juga menunjukkan performa impresif di atas 90%, membuktikan bahwa ada “penjaga gerbang” yang lumayan cekatan di tengah hutan digital.

Namun, ini seperti mengandalkan alarm kebakaran setelah rumah Anda disambar petir yang sudah terjadi. AI, dengan kecerdasannya yang kadang kelewat batas, kini semakin lihai menciptakan deepfake dan peniruan suara yang sulit dibedakan. Dulu, email phishing mudah dikenali dari tata bahasa yang amburadul. Sekarang? AI bisa membuat email palsu dengan bahasa Indonesia yang lebih baku daripada skripsi mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa AI bisa menjadi asisten yang sangat cerdik, baik untuk tujuan baik maupun jahat. AI tidak bisa membedakan mana yang etis dan mana yang tidak; itu tugas Majikannya.

Faktanya, sejak ChatGPT lahir di tahun 2022, serangan phishing melonjak 4.151%! Bayangkan, dulu cuma pakai jaring ikan, sekarang pakai sonar dan drone untuk menangkap korban. Kerugian yang ditimbulkan pun fantastis, mencapai $4,88 juta per kasus per pelanggaran phishing, menurut perusahaan keamanan siber Hoxhunt. AI bukan lagi sekadar alat bantu, tapi sudah menjadi “rekan kerja” bagi para penipu digital.

Peran algoritma dalam meningkatkan kompleksitas serangan siber ini menjadi topik yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Para penipu bisa membuat skenario phishing yang lebih meyakinkan, bahkan meniru suara bos Anda untuk meminta transfer dana mendesak. Sistem AI yang kurang piknik ini belum mengerti konsep “kepercayaan” dan “moral.” Bahkan, CNET melaporkan bahwa 62% eksekutif menjadi target upaya phishing berbasis suara dan teks, dengan 37% melaporkan penipuan faktur atau pembayaran, semuanya berkat AI generatif.

Mengandalkan NordVPN itu bagus, tapi memahami cara kerja AI agar tidak mudah dibodohi itu jauh lebih majikan. Jangan sampai Anda hanya menjadi penonton pasif saat para robot mulai berulah. Kendalikan AI agar Anda tetap menjadi Majikan, bukan babu teknologi.

Meskipun produk NordVPN mungkin efektif mencegah malware menginfeksi komputer Anda, ia tidak dapat membersihkan malware yang mungkin sudah ada. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda perlu perangkat lunak antivirus yang solid seperti yang direkomendasikan CNET dalam daftar perangkat lunak antivirus terbaik 2026.

Ingat, perangkat lunak secanggih apapun, dari antivirus hingga VPN, hanyalah tumpukan kode yang menunggu perintah. Tanpa akal sehat dan kewaspadaan Majikan, mereka sama saja dengan koleksi perangko yang tidak pernah ditempel.

Kalau sudah begini, mungkin lain kali kita butuh AI untuk menyaring rekomendasi tontonan di Netflix agar tidak buang-buang waktu mencari film bagus.

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “CNET”.

Gambar oleh: NordVPN via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *