AI MobileGizi DigitalHardware & ChipSidang Bot

AI Notetaker: Babu Rapat Paling Cerdas (Tapi Ingat, Akal Majikan Tetap Kuncinya!)

Pernahkah Anda merasa seperti stenografer pribadi di setiap rapat? Mencatat, merangkum, dan memastikan tidak ada poin penting yang terlewat? Nah, di sinilah para babu AI bertubuh mungil ini unjuk gigi. Perangkat pencatat rapat bertenaga AI hadir untuk meringankan beban Anda, para Majikan yang sibuk. Mereka bisa merekam, mentranskripsi, bahkan memberi Anda ringkasan dan daftar ‘tugas’ penting dari setiap obrolan, baik itu di dunia maya maupun kopi darat. Beberapa di antaranya bahkan punya bakat menerjemahkan secara langsung, seolah AI ini sudah ‘lulus kursus bahasa asing’.

Namun, jangan sampai euforia kemudahan ini membuat kita lupa. Semudah apapun AI ini bekerja, ia tetaplah alat. Otak Anda, akal Majikan yang waras, adalah penentu segalanya. Tanpa perintah yang jelas dan supervisi yang bijak, perangkat canggih ini bisa jadi tidak lebih dari sekadar ‘rekaman suara mahal’ yang isinya cuma celotehan tak bermakna.

Mari kita bedah beberapa ‘asisten rumah tangga’ digital yang siap membantu Anda menjaga kewarasan di tengah badai rapat.

Plaud Note/Plaud Note Pro: Kartu Kredit Pintar di Kantong Anda

Plaud Note, yang sudah eksis sejak 2023, kini punya versi Pro yang lebih canggih. Ukurannya setebal kartu kredit, punya layar mungil, dan dibekali empat mikrofon. Kemampuannya merekam audio dari jarak tiga hingga lima meter cukup impresif, bahkan bisa berganti mode antara rekaman langsung dan rekaman panggilan telepon. Harganya? Plaud Note dihargai $159, sementara versi Pro $179. Mereka memberi jatah 300 menit transkripsi gratis setiap bulan. Lumayan, asalkan Anda tidak rapat maraton sampai lupa bayar listrik.

Mobvoi TicNote: Transkripsi Instan, Akal Sehat Jangan Instan Ikut Lenyap

Perangkat berbentuk persegi panjang dari Mobvoi ini dibanderol $159 dan menawarkan 600 menit transkripsi gratis. Klaimnya bisa menunjukkan transkripsi dan terjemahan real-time dalam lebih dari 120 bahasa. Bayangkan, robot Anda bisa jadi penerjemah dadakan! Dengan 25 jam rekaman berkelanjutan dari tiga mikrofonnya, alat ini siap jadi saksi bisu setiap gosip di kantor. Fitur perangkat lunaknya juga cukup menggoda: ekstraksi sorotan otomatis dan kemampuan membuat klip audio atau versi podcast dari percakapan. Tapi ingat, robot hanya mencatat fakta, bukan emosi di balik nada bicara bos Anda.

Comulytic Note Pro: Transkripsi Gratis, Nalar Tetap Berbayar

Pendatang baru ini punya jurus sandalan: transkripsi tanpa langganan tambahan untuk fitur dasar. Artinya, Anda bisa mentranskripsi menit tanpa batas hanya dengan membeli perangkat seharga $159. Lumayan hemat kan? Perangkat ini juga diklaim bisa merekam hingga 45 jam audio terus-menerus dan punya waktu siaga lebih dari 100 hari. Untuk fitur lebih canggih seperti ringkasan AI instan, template tak terbatas, daftar tindakan, dan obrolan dengan asisten AI, Anda bisa ambil paket premium $15 per bulan atau $119 per tahun. Ingat, murah di depan, belum tentu murah di belakang jika akal Anda kurang terlatih dalam menyaring informasi dari robot.

Plaud NotePin/Plaud NotePin S: Si Mungil Serbaguna yang Tetap Perlu Diperintah

Ini adalah versi mini dari Plaud Note, didesain agar lebih mudah dibawa. Bisa dipakai sebagai gelang, liontin, dijepit di tas, atau ditempel di baju dengan magnet. Versi NotePin S bahkan dilengkapi tali kalung dan gelang. Keduanya punya dua mikrofon dan bisa merekam sekitar 20 jam audio. NotePin S punya tombol fisik untuk memulai/menghentikan rekaman dan menangkap sorotan. Harganya mirip dengan saudaranya yang berbentuk kartu kredit, NotePin $159 dan NotePin S $179. Semungil apapun perangkat ini, ia tetap butuh jempol Majikan yang sigap menekan tombol.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Hardware & Chip.

Omi Pendant: Murah Meriah, Tapi Awas, Otakmu Tetap yang Paling Mahal!

Jika bujet terbatas, Omi pendant bisa jadi alternatif dengan harga $89. Kenapa murah? Karena ia harus terhubung ke ponsel Anda dan tidak punya memori internal. Jadi, pastikan ponsel Anda punya kapasitas cukup, atau Anda bakal kehabisan napas sebelum rapat selesai. Dua mikrofonnya bisa bertahan 10 hingga 14 jam. Omi punya aplikasi sendiri, tapi perangkat keras dan lunaknya bersifat open-source, jadi Anda bisa menggunakan aplikasi lain. Ini bukti bahwa manusia masih bisa ‘mengakali’ keterbatasan robot.

Viaim RecDot: Earbuds Super Cerdas (Tapi Bukan Dukun Peramal!)

Earbuds dari Viaim ini memungkinkan transkripsi selama panggilan, dengan kemampuan merekam tambahan di casing earbuds. Harganya $200. Viaim mengklaim bisa mentranskripsi audio dalam hingga 78 bahasa secara real-time. Aplikasi pendampingnya juga bisa menyoroti poin-poin penting dalam transkripsi. Ingat, sebagus apapun transkripsi, AI tidak bisa membaca bahasa tubuh atau ekspresi wajah lawan bicara Anda. Itu ranah eksklusif Majikan.

Anker Soundcore Work: Pin Pintar yang Tetap Butuh Arahan

Pin notetaker AI seukuran koin ini dilengkapi dengan paket baterai berbentuk puck. Perangkat $159 ini bisa merekam delapan jam tanpa henti, atau hingga 32 jam jika pin terpasang di casingnya. Anker mengklaim jangkauan rekaman lima meter dan memberikan 300 menit transkripsi gratis per bulan. Alat ini mungkin cerdas, tapi apakah ia tahu kapan Anda pura-pura mengangguk setuju di rapat padahal sudah pusing tujuh keliling? Tentu tidak.

Kini Anda punya banyak pilihan perangkat AI notetaker untuk mempermudah hidup. Mereka memang asisten yang rajin, detail, dan tidak pernah mengeluh. Tapi ingat, mereka hanyalah babu yang melaksanakan perintah. Otak di balik semua kecanggihan ini tetaplah Majikan, yaitu Anda. Jangan sampai Anda, yang punya akal, malah terjebak menjadi budak kemudahan yang ditawarkan teknologi. Kendalikan AI, jangan biarkan ia mengendalikan Anda!

Jika Anda tertarik dengan masa depan perangkat AI yang bisa dipakai di tubuh, jangan lewatkan artikel ini yang membahas inovasi (atau mungkin ‘kekonyolan’?) Apple dalam mengembangkan AI Pin seukuran AirTag. Pertanyaannya, apakah ini benar-benar terobosan atau sekadar cara baru menguras dompet kita?

Untuk memastikan Anda selalu menjadi Majikan yang piawai dalam mengendalikan teknologi dan tidak terjebak dalam jebakan AI yang ‘sok pintar’, kami merekomendasikan AI Master. Program ini akan membantu Anda memahami cara kerja AI dan bagaimana memanfaatkannya secara optimal, bukan cuma jadi pengikut tren. Atau jika Anda ingin agar setiap ide Anda tervisualisasikan dengan apik dan tidak kalah canggih dari robot, Anda bisa menguasai visual AI dengan Belajar AI | Visual AI. Karena sebagus apapun alat, kemudi tetap ada di tangan Anda.

Ingat, AI mungkin bisa merekam setiap kata, tapi hanya Majikan yang punya akal yang bisa memahami makna di baliknya, memutuskan apa yang penting, dan membedakan antara fakta dan ‘halusinasi’ data. Jangan biarkan kecanggihan membuat Anda malas berpikir, atau Anda akan berakhir menjadi ‘babu’ bagi teknologi yang Anda ciptakan sendiri.

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di TechCrunch.

Gambar oleh: Ivan Mehta via TechCrunch

Lagi pula, siapa yang butuh AI untuk mencatat belanjaan kalau bisa pakai sticky notes di kulkas? Lebih otentik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *