AI MobileGizi DigitalSidang BotUpdate Algoritma

Smart Ring Terbaik 2026: Akal Manusia Masih Diperlukan, Walau AI Nempel di Jari!

Dunia teknologi memang selalu punya cara untuk membuat kita geleng-geleng kepala. Setelah era smartwatch yang menempel di pergelangan, kini giliran smart ring yang melingkar manis di jari-jemari. Kabar baiknya, memilih yang terbaik di tahun 2026 ini ternyata tidak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Kabar buruknya? Tingkat kepercayaan dan keandalan di kategori gadget yang masih “hijau” ini kadang bikin kita bertanya, “Ini alat bantu atau cuma aksesoris mahal?”

Smart ring sejatinya adalah penjelmaan lain dari pelacak kesehatan yang lebih ringkas dan tidak mencolok. Ideal untuk melacak kualitas tidur tanpa perlu tidur sambil memeluk smartwatch bongsor. Namun, jangan harap ring mungil ini bisa menggantikan fungsi asisten pribadimu seutuhnya. Sebagian besar masih belum bisa jadi alarm pintar apalagi menampilkan notifikasi. Bayangkan, alarmmu cuma getar-getar di jari, sementara kamu tetap terlambat bangun. Maklum, AI-nya masih perlu sekolah lagi.

Perangkat ini paling cocok untuk Anda yang peduli kebugaran kasual atau kesehatan umum. Untuk atlet sejati, smartwatch atau fitness tracker tetap jadi pilihan utama, dengan smart ring sebagai pelengkap data (tentu saja, ini bisa jadi investasi yang cukup menguras dompet!). Dan perlu diingat, para pengangkat beban, tinggalkan ide memakai ring ini di gym. Nanti bukannya angkat barbel, malah sibuk mengelus ring yang tergores.

Di balik desainnya yang minimalis, beberapa smart ring sudah mulai disuntik AI. Sebut saja Oura Ring 4 yang kini punya fitur pencatat makanan dan pelacak glukosa bertenaga AI. Sayangnya, pengalaman penggunaan chatbot AI-nya seringkali “Captain Obvious-level insights,” seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku, hanya memberitahu hal yang sudah kita tahu. Apple sendiri sedang mengembangkan ‘AI Pin’, jadi kompetisi wearable AI di masa depan akan semakin seru.

Pun demikian dengan Samsung Galaxy Ring. Secara hardware, Samsung memang jagoan. Casing pengisian daya lebih elegan, desain lebih nyaman, dan rentang ukuran yang luas. Apalagi kalau Anda sudah “all-in” di ekosistem Samsung Galaxy, ring ini bisa jadi pelengkap yang menarik. Namun, fitur kesehatan bertenaga Galaxy AI-nya masih “hit or miss,” seperti masakan robot yang kadang enak, kadang hambar. Kalau mau fitur penuh, dompet Anda harus tebal, setebal ambisi Samsung.

Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.

Lalu ada Ultrahuman Ring Air yang menawarkan pendekatan “bebas langganan” dengan fitur “PowerPlugs” berbayar. Konsepnya seperti membeli aplikasi tambahan di ponsel, beberapa gratis, beberapa perlu bayar. Mirip seperti kita punya asisten yang mau melakukan pekerjaan dasar gratis, tapi kalau mau yang lebih canggih, ya harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam.

Pilihan lain yang lebih ramah di kantong adalah RingConn Gen 2 Air. Dengan harga yang lebih terjangkau, ring ini menjanjikan desain lebih ramping dan nyaman. Aplikasi pendampingnya juga “heavy on AI, to middling effect,” menunjukkan bahwa AI-nya masih perlu banyak “piknik” untuk benar-benar cerdas. Tapi soal baterai, RingConn ini juaranya, bisa bertahan delapan sampai sembilan hari. Lumayan, kan, daripada bolak-balik ngecas kayak asisten yang gampang capek?

Bicara tentang AI di perangkat wearable, ini selalu jadi topik hangat. Ingat, akal majikan harus selalu lebih cerdas dari otak AI yang sok pintar. Walaupun gadget ini canggih, tetap saja manusia yang memegang kendali penuh. AI hanyalah alat, secerdas apa pun dia mengumpulkan data detak jantung atau pola tidurmu, keputusan akhir tetap ada di tanganmu.

AI akan terus berevolusi, menjadi semakin canggih dan terintegrasi dalam kehidupan kita. Tapi ingat, di balik setiap algoritma yang “cerdas” itu, ada manusia yang menekan tombol. Ada manusia yang memberi perintah, dan ada manusia yang menentukan apakah AI itu layak jadi majikan atau tetap jadi babu yang patuh. Jangan sampai kita terlena dan membiarkan AI mengambil alih akal sehat kita.

Untuk memastikan Anda tetap menjadi majikan sejati teknologi, bukan sekadar babu yang nurut, kami merekomendasikan untuk mendalami cara mengendalikan AI dengan benar. Pelajari AI Master agar Anda selalu selangkah di depan para robot!

AI boleh pintar, tapi akal manusia tetap tak tergantikan. Kopi pagi ini terasa lebih nikmat karena dibuat oleh tangan sendiri, bukan oleh robot dengan “algoritma kebahagiaan optimal.”

Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “The best smart rings for tracking sleep and health”.
Gambar oleh: Cath Virginia via The Verge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *