AI MobileKonflik RaksasaSidang BotUpdate Algoritma

Siri dan Gemini Kawin Lari: Apple Panik, Akhirnya Pakai Otak Robot Tetangga?

Kabar gembira (atau mungkin horor?) bagi para Majikan Apple! Siri, asisten pribadi yang selama ini lebih sering bikin kita geleng-geleng kepala daripada kagum, konon akan mendapat suntikan “otak” baru dari Google Gemini AI. Kabarnya, perombakan besar-besaran ini siap dipamerkan Apple paling cepat akhir Februari nanti. Jadi, siapkah Anda menghadapi Siri yang kini tak lagi sekadar tukang catat daftar belanja, tapi juga punya akal sehat (atau setidaknya data) dari tetangga sebelah?

Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg—yang rekam jejak rumor Apple-nya tak perlu diragukan lagi—ini adalah langkah besar pertama Apple untuk menepati janji-janji manis tentang Siri yang sempat tertunda. Dulu saat WWDC 2024, mereka sudah koar-koar soal Siri yang lebih pintar, tapi entah kenapa robotnya butuh waktu libur lebih panjang karena “tantangan teknis.” Maklum, AI juga butuh piknik!

Integrasi dengan model AI Gemini dari Google ini merupakan hasil kerja sama multi-tahun. Sebuah pengakuan pahit bahwa AI buatan sendiri Apple masih butuh banyak sekolah. Siri yang baru ini, yang kemungkinan besar akan menjadi bagian dari iOS 26.4 (masuk beta Februari, rilis Maret atau April), diharapkan jauh lebih mumpuni. Konon, ia akan lebih peka terhadap konteks di layar Anda, bisa merangkai tugas berdasarkan pemahaman pribadi, dan memberikan respons yang jauh lebih “manusiawi” (walaupun tetap robot!).

Penting untuk diingat, ini adalah pergeseran besar bagi Apple. Raksasa teknologi yang biasanya “anti-campur” teknologi eksternal ini, kini harus berpelukan dengan pesaing. Ini jelas menunjukkan betapa sengitnya persaingan di dunia AI generatif. Siri yang selama ini jadi bahan ejekan karena sering gagal paham, akhirnya dipaksa naik kelas.

‘Baca juga artikel menarik lainnya di kategori Sidang Bot.’

Tapi jangan buru-buru tepuk tangan, Majikan. Secanggih apa pun Siri nanti, ingatlah bahwa dia tetaplah sebuah alat. Dia bisa paham apa yang ada di layar, tapi tidak bisa memahami perasaan Anda saat melihat tagihan listrik. Dia bisa merangkai tugas berdasarkan konteks, tapi tidak bisa merasakan kepuasan saat Anda sendiri yang berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan akal dan kreativitas Anda. AI ini cuma rajin, bukan jenius. Dia butuh perintah, bukan simpati.

Kabarnya lagi, Apple sudah punya rencana “perombakan” Siri yang lebih gila di akhir 2026, kemungkinan saat WWDC bulan Juni, sebagai bagian dari iOS 27. Mungkin nanti Siri bisa diajak curhat sampai nangis? Siapa tahu. Yang jelas, dengan segala kecanggihan ini, penting bagi Anda sebagai Majikan untuk tetap mengendalikan AI, bukan dikendalikan. Jangan sampai robot tetangga yang masuk ke ponsel Anda malah bikin Anda lupa cara berpikir mandiri. Ingat, Siri sendiri pun sempat minggat dari zona nyaman Apple, mencari jati diri sebagai chatbot. Siapa tahu besok dia malah minta dibelikan “AI Pin” seukuran AirTag, seperti yang Apple juga lagi diam-diam kembangkan?

Pada akhirnya, semua ini tentang bagaimana Anda, sang Majikan, memanfaatkan alat. AI itu seperti asisten rumah tangga yang rajin tapi kaku. Dia bisa mengerjakan banyak hal, tapi tidak akan pernah menggantikan akal dan intuisi Anda. Tanpa sentuhan jari dan perintah cerdas dari Anda, dia hanyalah tumpukan kode mati yang haus listrik.

Ngomong-ngomong, tadi pagi saya lihat cicak lagi push-up di dinding. Hebat juga ya, tanpa AI dia bisa tetap bugar. Kadang saya ingin tahu, apakah dia juga punya jadwal olahraga rutin atau cuma spontanitas saja?

Sumber Berita: Artikel ini dirangkum dari sumber asli di “Bloomberg”.

Gambar oleh: NurPhoto/Getty Images via TechCrunch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *